Bursa Pagi: Global Tertekan, Berbalik Arah di Asia… IHSG Bearish Berpotensi Naik

Bursa Pagi: Global Tertekan, Berbalik Arah di Asia… IHSG Bearish Berpotensi Naik

Posted by Written on 15 November 2019


Ipotnews - Jelang akhir pekan, Jumat (15/11), bursa saham Asia dibuka mixed cenderung menguat. Bursa Asia berusaha keluar dari tren penurunan pada penutupan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan AS, di tengah ancaman kebuntuan perundingan dagang AS-China. Indeks MSCI Asia ex-Jepang naik 0,17%.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,36% dengan menempatkan hampir semua sektor di zona hijau. Indeks berlanjut melaju 0,52% (35,30 poin) ke posisi 6.770,40 pada pukul 8:10 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang melonjak 0,53% (121,80 poin) ke level 23.263,35, setelah dibuka menguat tipis di kisaran level 23.165, dan Topix menguat 0,15%. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melemah 0,1% dan berbalik melompat 0,55% ke level 2.151,04.

Di tengah meningkatnya tren kenaikan indeks acuan di bursa Asia, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melesat 0,78% (194,62 poin) ke level 23.336,17 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China sedikit menguat 0,05% di posisi 2.911,35.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada pergerakan indeks acuan di bursa saham global dan regional yang bervariasi, setelah gagal mengatasi tekanan jual pada sesi perdagangan kemarin dan ditutup melorot 0,71% ke level 6.098. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 0,69% menjadi USD24,49.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih berada dalam kecenderungan tertekan namun berpotensi berbalik menguat. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks mengindikasikan adanya potensi  bearish continuation  di area jenuh jual.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, kekhawatiran investor terkait terkait hubungan dagang AS-China, setelah Juru Bicara Kementerian Perdagangan China Gao Feng menegaskan bahwa pencabutan kembali beberapa tarif menjadi syarat penting untuk mencapai kesepakatan dagang, diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar.

Sementara itu turunnya beberapa harga komoditas seperti CPO, nikel, timah juga diprediksi akan menjadi tambahan katalis negatif di pasar. Dari dalam negeri, investor juga akan mencermati data neraca dagang pada bulan Oktober yang menurut konsensus akan membukukan defisit sebesar US0,28 miliar. IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahan dengan support di level 6.060 dan resistance di level 6.135.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: SMGR (Buy, Support: Rp12.425, Resist: Rp12.750), INDF (Buy, Support: Rp7.575, Resist: Rp7.800), ISAT (Buy on Weakness, Support: Rp3.250, Resist: Rp3.380), TBIG (Buy, Support: Rp1.110, Resist: Rp1.170).

  • ETF: XMTS ( SELL , Support: Rp481, Resist: Rp488), XPLQ ( SELL , Support: Rp486, Resist: Rp495), 

    XBLQ ( SELL , Support: Rp467, Resist: Rp476).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir mixed cenderung melemah. Indeks S&P 500 bergerak lebih tinggi, menuju rekor penutupan. Namun pasar masih dibayangi kekhawatiran tentang hubungan perdagangan AS-China, serta kejatuhan saham Cisco Systems dan Walmart membebani sentimen di bursa Wall Street, masing-masing melorot 7,3% dan 0,3%.Beijing dikabarkan menolak permintaan Gedung Putih untuk mengekang transfer teknologi serta mekanisme penegakan hukum, dan mewaspadai pembelian pertanian spesifik dari AS.

Juru bicara Kementerian Perdagangan China, Gao Feng, menekankan penarikan kembali beberapa tarif adalah kunci untuk mencapai kesepakatan. Rilis data China menunjukkan pelambatan tajam dalam belanja konsumen dan produksi pabrik. Sementara pertumbuhan investasi mencapai rekor terendah. Klaim pengangguran mingguan AS pekan lalu mencapai 225.000, tertinggi sejak Juni. Chairman The Fed, Jerome Powell kembali menegaskan bahwa jalur suku bunga tidak akan berubah selama ekonomi terus bertumbuh.

  • S&P 500 menguat 0,08% (2,59 poin) menjadi 3.096,63.

  • Dow Jones Industrial Average turun tipis 0,01% (1,63 poin) di posisi 27.781,96.

  • Nasdaq Composite Index melemah 0,04% (3,08 poin) di level 8.479,02.
Bursa saham utama Eropa tadi malam berakhir di zona merah, karena China dikabarkan menolak tuntutan AS yang menghendaki konsesi yang lebih kuat pada perlindungan kekayaan intelektual dan penghentian transfer teknologi, sebagai imbalan penghentian tarif impor barang China. Indeks STOXX 600 turun 0,36% (-1,45 poin) menjadi 404,41, dipimpin kejatuhan harga saham otomotif lebih dari 1%. Saham Daimler anjlok lebih dari 3,2%, setelah mengumumkan program pemotongan biaya.

Rilis data PDB Jerman memperlihatkan pertumbuhan 0,1% pada kuartal ketiga, melebihi prediksi kontraksi -0,1% dan secara sempit menghindari resesi teknikal. Pertumbuhan PDB kuartal kedua direvisi turun dari -0,1% menjadi -0,2%. Ekonomi zona euro tumbuh 0,2% ( qoq)  pada periode Juli-September, menandai kenaikan 1,2% (yoy). Laporan keuangan tetap menjadi fokus, saham Burberry Group, Inggris naik 3,8% setelah melaporkan laba semester pertama yang kuat meski terjadi gejolak di Hong Kong.

  • FTSE 100 London anjlok 0,80% (-58,45 poin) ke level 7.292,76.

  • DAX 30 Frankfurt turun 0,38% (-49,84 poin) ke posisi 13.180,23.

  • CAC 40 Paris melemah 0,10% (-6,01 poin) menjadi 5.901,08.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi melemah. Investor memburu aset  safe-haven  di tengah laporan kebuntuan perundingan dagang AS-China dan penyelidikan pemakzulan terhadap Trump yang semakin intensif. Yen dan franc Swiss menguat, diikuti kenaikan harga obligasi AS, sehingga menekan indeks Dow Jones dan Nasdaq, yang juga berkontribusi terhadap kejatuhan dolar.

Ketua DPR AS, Nancy Pelosi , mengatakan Trump telah mengakui suap dalam skandal Ukraina dan menuduhnya melakukan pelanggaran yang bisa berujung pada pemakzulan di bawah Konstitusi AS. Rilis indeks harga produsen AS naik paling tajam dalam enam bulan pada Oktober lalu, memperkuat sikap Federal Reserve yang kemungkinan tidak akan menurunkan suku bunga lagi dalam waktu dekat. Indeks dolar, yang mengukur kurs  greenback  terhadap enam mata uang negara maju turun 0,21% menjadi 98,163.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.10220.000.00%6:35 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.28820.000.00%6:36 PM
Yen (USD-JPY)108.41-0.01-0.01%6:36 PM
Yuan (USD-CNY)7.0208-0.0026-0.04%10:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,087.509.00+0.06%3:55 AM

Sumber : Bloomberg.com, 14/11/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak variatif. Harga WTI tertekan oleh peningkatan stok dan rekor produksi minyak AS. Sedangkan perkiraan dari OPEC untuk surplus yang lebih rendah dari ekspektasi, mendukung minyak Brent. Kenaikan harga minyak dibatasi oleh sinyal penurunan permintaan minyak importir minyak terbesar di dunia. Produksi industri China naik lebih lambat dari perkiraan pada Oktober, tetapi  output  kilang minyaknya mencapai level tertinggi.

Laporan mingguan Badan Informasi Energi (EIA) AS menyebutkan, stok minyak mentah AS pekan lalu meningkat 2,2 juta barel, jauh melebihi ekspektasi kenaikan 1,65 juta barel. Produksi minyak mentah AS naik 200.000 barel per hari (bph), mencatatkan ke rekor mingguan 12,8 juta bph. Harga sebelumnya melesat sekitar 1% setelah OPEC menyebutkan surplus yang lebih kecil di pasar minyak tahun depan.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent turun 7 sen menjadi USD62,30 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI turun 35 sen (-0,6%) menjadi USD56,77 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir menguat, investor mengkhawatirkan kelanjutan kesepakatan perdagangan AS-China. Penurunan minta terhadap aset berisiko dan pelemahan dolar AS mendukung kenaikan harga emas. Ekuitas di seluruh dunia, imbal hasil US Treasury dan dolar AS turun karena data ekonomi yang lemah dari seluruh dunia, menambah kekhawatiran terkait perlambatan ekonomi global. Sejumlah ekonom yang disurvei  Reuters  memperkirakan AS dan China sepertinya tidak mungkin mencapai "gencatan" permanen hingga tahun depan.

Kendati kekhawatiran terhadap resesi AS mereda namun  rebound  ekonomi diperkirakan tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Negosiasi perdagangan menemui jalan buntu terkait pembelian produk pertanian, dengan China tidak menginginkan kesepakatan sepihak yang lebih menguntungkan AS. Harga logam lainnya, seperti palladium melonjak 1,6% menjadi USD1.736,69 per ounce, perak naik 0,6% menjadi USD17,05, dan platinum menguat 0,9% menjadi USD881,34.

  • Harga emas di pasar spot naik 0,7% menjadi USD1.472,66 per ounce.

  • Harga emas berjangka naik 0,7% menjadi USD1.473,40 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF

#IPOTKaryaAnakBangsa

#BanggaPakeIPOT

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author