Bursa Pagi: Asia Dibuka Melorot, Ganjal Peluang Laju IHSG

Bursa Pagi: Asia Dibuka Melorot, Ganjal Peluang Laju IHSG

Posted by Written on 13 November 2019


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Rabu 13/11, dibuka melemah, gagal melanjutkan tren kenaikan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street, di tengah ketidakjelasan perkembangan perundingan dagang AS-China. Indeks MSCI Asia ex-Jepang turun 0,22%.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan pelemahan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,17% terseret penurunan harga saham sektor keuangan lebih dari 0,4%. Indeks berlanjut menyusut 0,29% (-19,70 poin) menjadi 6.733,30 pada pukul 8:20 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang merosot 0,66% (-154,69 poin) ke posisi 23.365,32, setelah dibuka turun 0,44% di tengah penurunan harga saham Fast Retailing lebih dari 1%. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka tergelincir 0,47%, dan berlanjut anjlok 0,73% ke level 2.125,32.

Lanjutkan tren penurunan Asia, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka terperosok 1,12% (-304,12 poin) ke level 26.761,16 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China melemah 0,06% menjadi 2.913,02.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren pergerakan indeks acuan di bursa saham global dan regional yang berbeda arah, setelah mampu keluar dari tekanan jual pada sesi perdagangan kemarin dan ditutup melonjak 0,52% ke level 6.180. Namun harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange pagi tadi ditutup turun 0,52% menjadi USD24,82.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih berpeluang untuk melanjutkan tren penguatan. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi penguatan lanjutan di area netral.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, meredanya kekhawatiran investor terkait perang dagang antara AS dan China setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa China menginginkan adanya kesepakatan dagang dan menyalahkan pemimpin AS sebelumnya yang membiarkan China melakukan kecurangan, diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar.

Sementara itu naiknya beberapa harga komoditas seperti nikel dan emas juga diprediksi akan menambah katalis positif bagi indeks. IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan support di level 6.135 dan resistance di level 6.225. Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: EXCL (Buy, Support: Rp3.340, Resist: Rp3.580), INTP (Buy, Support: Rp20.250, Resist: Rp20.900), GGRM (Buy, Support: Rp53.300, Resist: Rp55.550), LPPF (Buy, Support: Rp3.610, Resist: Rp3.710).

  • ETF: XPFT (Buy, Support: Rp537, Resist: Rp542), XIHD (Buy, Support: Rp491, Resist: Rp498), 

    XISR (Buy, Support: Rp392, Resist: Rp395).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir menguat dipimpin kenaikan kuat saham Disney dan Facebook. Pasar bergerak sedikit lebih tinggi setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump, yang mengisyaratkan antusiasme China untuk melakukan kesepakatan perdagangan. Di hadapan Economic Club of New York, Trump mengatakan bahwa China ingin membuat kesepakatan perdagangan, tetapi sedikit mengatur rincian tentang bagaimana negosiasi berlangsung. Dia juga mengecam para pemimpin AS sebelumnya karena membiarkan China "menipu" dalam perdagangan.

Saham Disney melonjak lebih dari 1% setelah meluncurkan layanan  streaming,  Disney+. Pesaingnya, Netflix Inc, turun 0,7%. Facebook melejit 2,6% setelah mengumumkan alat pembayaran yang baru dapat digunakan melalui aplikasinya. Saham CBS Corp anjlok 3,6% karena gagal melampaui estimasi laba kuartalan. Viacom Inc, yang bergabung dengan CBS, terperosok 3,8%. Saham semikonduktor seperti Marvell Technology dan Micron Technology masing-masing naik 4,2% dan 1,4%. Saham Rockwell Automation melesat 10,5% setelah melaporkan kinerja kuartalan di atas ekspektasi.

  • S&P 500 menguat 0,16% (4,83 poin) menjadi 3.091,84.

  • Nasdaq Composite naik 0,26% (21,81 poin) ke posisi 8.486,09.

  • Dow Jones Industrial Average mendatar di level 27.691,49.
Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup menguat di tengah harapan bahwa AS akan menunda keputusan penerapan tarif tambahan terhadap impor kendaraan dari Uni Eropa hingga enam bulan. Indeks STOXX 600 naik 0,38% menjadi 406,90, dipimpin kenaikan harga saham sektor telekomunikasi. Rilis angka pengangguran Inggris menunjukkan penurunan menjadi 3,8% pada September, tetapi pertumbuhan upah yang sebesar 3,6% lebih lemah dari perkiraan. Sentimen investor Jerman pada November meningkat menjadi -2,1, dari -22,8 pada Oktober lalu.

Regulator sekuritas Hong Kong mengumumkan denda kepada UBS senilai USD51,09 juta karena menerapkan biaya berlebihan selama hampir satu dekade. Saham Iliad melambung 20% karena mengumumkan laba yang kuat dan rencana pembelian kembali saham. Infineon melejit 6% dan Dialog Semiconductor melesat hampir 7% setelah melaporkan kinerja perusahaan. Deutsche Post melonjak hampir 4% karena membukukan peningkatan laba operasi hampir tiga kali lipat. Electrocomponents rontok sekitar 11% karena penurunan laba sebelum pajak 4,3%.

  • FTSE 100 meningkat 0,50% (36,90 poin) ke posisi 7.365,44.

  • DAX 30 Frankfurt melaju 0,65% (85,14 poin) ke level 13.283,51.

  • CAC 40 Paris naik 0,44% (25,93 poin) menjadi 5.919,75.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi sedikit menguat, setelah Donald Trump dalam pidatonya di hadapan The Economic Club of New York tidak memberikan rincian baru tentang perang dagang dengan China. Trump malah membidik Federal Reserve, dan mengeluhkan bahwa suku bunga AS lebih tinggi daripada negara maju lainnya. Indeks dolar naik 0,11% menjadi 98,309 setelah sempat bergerak di atas 98,304.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.10130.0004+0.04%6:32 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.28510.0006+0.05%6:32 PM
Yen (USD-JPY)108.98-0.03-0.03%6:32 PM
Yuan (USD-CNY)7.0079-0.0024-0.03%10:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,054.00-13.00-0.09%3:49 AM

Sumber : Bloomberg.com, 12/11/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi adi bergerak melemah setelah melambung sekitar 1%, menyusul pidato Trump yang menawarkan beberapa detail baru tentang perundingan perdagangan Washington dengan Beijing.Harga minyak sempat mendapat dorongan dari data persediaan minyak mentah di Cushing, Oklahoma turun sekitar 1,2 juta barel hingga akhir pekan lalu.

Persediaan di titik pengiriman untuk WTI tersebut diperkirakan berkurang setelah kebocoran lebih dari 9.000 barel pipa minyak mentah Keystone berkapasitas 590.000 barel per hari sehingga ditutup pada akhir Oktober. 

Jaringan pipa itu beroperasi kembali dengan tekanan yang menurun. Sebelumnya, stok di Cushing meningkat selama lima pekan berturut-turut hingga 1 November. Jajak pendapat memperkirakan, stok minyak mentah nasional diperkirakan meningkat pada pekan lalu, memasuki pekan ketiga berturut-turut. Goldman Sachs memangkas perkiraan pertumbuhan produksi minyak AS untuk 2020, yang melonjak dalam beberapa tahun terakhir.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent, turun 8 sen menjadi USD62,10 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI turun 8 sen menjadi USD56,80 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir turun ke level terendah dalam lebih dari tiga bulan, karena meningkatnya minat terhadap aset berisiko, setelah pidato Trump yang tidak memberi kemajuan informasi tentang perundingan dagang dengan China. Harga emas tertekan oleh kenaikan indeks saham global dan imbal hasil obligasi pemerintah AS, meskipun pasar masih mencari petunjuk mengenai perjanjian perdagangan China-AS dan penundaan keputusan tentang tarif impoor mobil Eropa oleh AS. Di antara logam lainnya, palladium naik 0,8% menjadi USD1.700,60 per ounce, perak turun 0,7% menjadi USD16,74, dan platinum melemah 0,8% menjadi USD868,86.

  • Harga emas di pasar spot melemah 0,1% menjadi USD1.453,70 per ounce.

  • Harga emas berjangka turun 0,2% menjadi USD1.453,70 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF

#IPOTKaryaAnakBangsa

#BanggaPakeIPOT

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author