Bursa Pagi: Asia Dibuka Cenderung Menguat, Dukung Peluang Laju IHSG

Bursa Pagi: Asia Dibuka Cenderung Menguat, Dukung Peluang Laju IHSG

Posted by Written on 11 November 2019


Ipotnews - Mengawali pekan ini, Senin (11/11), bursa saham Asia dibuka mixed cenderung menguat, namun investor mewaspadai perkembangan perundingan dagang AS-China setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa AS belum menyetujui desakan China untuk menghapus tarif impor. Indeks MSCI Asia ex-Jepang bergerak mendatar.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,40%. Kenaikan indeks berlanjut 0,54% (36,30 poin) ke posisi 6.760,40 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang menguat 0,11% (25,44 poin) menjadi 23.417,31, setelah dibuka naik 0,21%, dan Topix bertambah 0,38%. Indeks Kospi, Korea Selatan memulai perdagangan dengan penurunan 0,37%, dan berlanjut merosot 0,49% menjadi 2.126,75.

Namun indeks Hang Seng, Hongkong dibuka anjlok 1,05% (-289,73 poin) ke level 27.361,41 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China melorot 0,48% menjadi 2.949,96.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada pergerakan indeks acuan di bursa saham global dan regional yang bervariasi, setelah mengakhiri pekan lalu dengan membukukan kenaikan tipis 0,2% menjadi 6.177, kendati asing mencatatkan aksi jual Rp988,99 miliar. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,40% menjadi USD25,14.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan indeks hari ini berpeluang melanjutkan penguatan. Secara teknikal beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi penguatan lanjutan di area jenuh jual.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, optimisme investor seputar perundingan dagang AS-China diprediksi akan menjadi sentimen positif untuk indeks. Sementara itu naiknya sebagian besar harga komoditas seperti minyak mentah, CPO, timah dan batu bara juga diprediksi akan menjadi tambahan katalis positif di pasar.

IHSG diprediksi akan bergerak menguat dengan support di level 6.145 dan resistance di level 6.200.Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: ICBP (Buy, Support: Rp10.900, Resist: Rp11.625), TLKM (Buy, Support: Rp4.010, Resist: Rp4.200), BMRI (Buy, Support: Rp6.975, Resist: Rp7.225), BTPS (Buy, Support: Rp3.880, Resist: Rp4.040).

  • ETF: XPDV (Buy, Support: Rp475, Resist: Rp483), XIJI (Buy, Support: Rp696, Resist: Rp703), 

    XPES (Buy, Support: Rp430, Resist: Rp434).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street akhir pekan lalu ditutup dengan membukukan rekor penutupan tertinggi. Indeks S&P 500 mencatat kenaikan mingguan kelima berturut-turut, investor menepis kekhawatiran kemajuan perundingan dagang AS-China. Indeks sempat tertekan ketika Presiden AS Donald Trump, kepada wartawan di Gedung Putih, mengatakan dia belum setuju penundaan tarif impor yang dituntut China.

Secara mingguan, S&P 500 naik 0,8%, Nasdaq melaju 1,1%, dan Dow Jones melompat 1,2%. Menurut data IBES dari Refinitiv, dari 446 emiten S&P 500 yang telah menerbitkan kinerja kuartalan, sekitar tiga perempat telah mengalahkan estimasi laba.

  • Dow Jones Industrial Average menguat tipis 0,02% (6,44 poin) di posisi 27.681,24.

  • S&P 500 naik 0,26% (7,9 poin) ke level 3.093,08.

  • Nasdaq Composite meningkat 0,48% (40,80 poin) menjadi 8.475,31.
Bursa saham utama Eropa juga mengakhiri pekan lalu dengan menghentikan kenaikan kenaikan beruntun lima hari, setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan dia belum setuju untuk menurunkan tarif impor produk Cina. Indeks STOXX 600 turun 0,28% menjadi 405,42, setelah melonjak 2,5% selama lima sesi terakhir, dipimpin penurunan harga saham sektor pertambangan 1,6%. Sektor perbankan turun 1,2% terpukul oleh penurunan beberapa emiten bank terbesar di Prancis. Saham Credit Agricole terperosok 2,3% karena kinerja triwulanan yang berada di bawah ekspektasi.

  • DAX 30 Frankfurt drop 0,46% (60,90 poin) menjadi 13.228,56.

  • FTSE 100 London anjlok 0,63% (47,03 poin) ke level 7.359,38.

  • CAC 40 Paris turun tipis 0,02% (1,29 poin) di posisi 5.889,70.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, akhir pekan lalu ditutup menguat di tengah kenaikan nilai mata uang safe-haven. Minat terhadap mata uang berimbal hasil tinggi menurun, setelah pernyataan Trump tentang desakan China untuk menurunkan tarif. Berbagai sumber mengatakan penurunan (tarif) menghadapi pertentangan internal sengit di Gedung Putih. Namun secara keseluruhan, sentimen pasar tetap mendukung aset berisiko, karena upaya untuk melakukan kesepakatan perdagangan akan menghilangkan risiko besar terhadap prospek ekonomi global. Indeks dolar naik 0,21% menjadi 98,353.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% Change
Euro (EUR-USD)1.1018-0.0032-0.29%
Poundsterling (GBP-USD)1.2774-0.0043-0.34%
Yen (USD-JPY)109.26-0.02-0.02%
Yuan (USD-CNY)6.99280.0144+0.21%
Rupiah (USD-IDR)14,014.0016.50+0.12%

Sumber : Bloomberg.com, 8/11/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges akhir pekan lalu ditutup menguat, menyusul komentar Trump bahwa ia belum setuju untuk menurunkan tarif di China. Harga Brent sempat melemah mencapai USD 60,66 per barel dan WTI merosot ke USD 55,76 per barel.Brent membukukan kenaikan mingguan 1,3%, sementara WTI naik 1,9%.

Harga minyak juga berada di bawah tekanan sejak Sekretaris Jenderal OPEC Mohammad Barkindo mengatakan pekan ini bahwa ia lebih optimis prospek untuk tahun 2020, sehingga mengecilkan harapan untuk pengurangan produksi lebih dalam. Sementara itu, data impor minyak mentah China pada Oktober naik 11,5% dari tahun sebelumnya ke rekor tertinggi. Perusahaan energi AS mengurangi operasi tujuh rig dalam sepekan hingga 8 November, sehingga turun menjadi 684, terendah sejak April 2017, menurut General Electric Co Baker Hughes.

  • Harga minyak Brent naik 26 sen (0,9%) menjadi USD62,56 per barel.

  • Harga minyak WTI naik 9 sen (0,2%) menjadi USD57,24 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange akhir pekan lalu memperpanjang tren penurunan hingga mencapai level terendah tiga bulan. Perkembangan positif di sekitar kesepakatan perdagangan AS-Cina mengikis daya tarik emas sebagai safe-haven. Secara mingguan harga emas turun sekitar 3,2%, terbesar sejak November 2016. Penguatan dolar ikut menekan harga emas. Sementara itu harga logam berharga lainnya; perak turun 1% menjadi USD 16,94 per ounce, platinum turun 2,1% menjadi USD 889,60, dan paladium kehilangan 2,9% menjadi USD 1,749.76.

  • Harga emas di pasar spot turun 0,42% menjadi USD 1,461.64 per ounce.

  • Harga emas berjangka turun 0,25% menjadi USD 1,462,8 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


ihsg, nikkei 225, asx, hang seng, kospi, shanghai composite, ftse, dax, cac, stoxx, dow jones, s&p, nasdaq, harga emas, harga minyak, indeks dolar

#YukNabungETF

#IPOTKaryaAnakBangsa

#BanggaPakeIPOT

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author