Bursa Sore: Aksi Jual Asing Tembus 1 Triliun, IHSG Defisit Lagi

Bursa Sore: Aksi Jual Asing Tembus 1 Triliun, IHSG Defisit Lagi

Posted by Written on 07 November 2019


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) melanjutkan koreksi pada perdagangan hari Kamis (7/11). Indeks berkurang -52 poin (-0,84 persen) ke level 6.165.

Indeks LQ45 -0,98% ke 978. Indeks IDX30 -1,06% ke level 532. Indeks IDX80 -0,93% ke 139. Indeks JII -0,94% ke posisi 686. Indeks Kompas100 -1,12% ke 1.239. Indeks Sri Kehati -1,03 persen ke 386. Indeks SMInfra18 -1,21 persen ke level 320.

Saham-saham teraktif: MNCNBBRIMAMIIPTVTRAMTLKMMSIN

Saham-saham top gainers LQ45: MNCNINKPCPINTKIMBRPTBBNIINTP

Saham-saham top losers LQ45: BBCAUNVRBSDEADRO, EXCl, ANTMBBTN

Nilai transaksi mencapai Rp8,32 triliun. Volume trading sebanyak 104,71 juta lot saham. Investor asing membukukan jual bersih -Rp1,36 triliun.

Nilai tukar rupiah menguat +0,14 persen ke level Rp13.990 terhadap USD (04.00 pm).


Bursa Asia

Market saham Asia terkoreksi pada perdagangan hari Kamis (7/11) seiring pemberitaan yang muncul mengenai penundaan kesepakatan perdagangan AS-China fase I yang sudah kian dekat. Hal ini membuat investor frustasi pada kurangnya kemajuan konkret.

Seperti dikutip Reuters, pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping untuk menandatangani kesepakatan perdagangan fase I ditunda hingga Desember karena pembicaraan masih terus berlanjut terkait persyaratan dan tempat.

"Saya pikir kesepakatan perdagangan sepertinya mengalami perkembangan positif," kata David Sokulsky, Analis paa Concentrated Leaders Fund. Namun menurut Sokulsky, kesepakatan perdagangan AS-China tahap 1 tidak benar-benar melakukan banyak hal kecuali masalah seperti perlindungan kekayaan intelektual, manipulasi mata uang dan neraca perdagangan.

Indeks MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk pasar saham Jepang) bergerak flat.

Market saham China naik tipis saat akhir sesi. Indeks Shenzhen Composite naik +0,643 persen ke 1.651. Indeks Shenzhen Component melaju 0,57 persen di 9.917. Indeks Hang Seng di bursa Hong Kong ke zona hijau.

Di pasar saham Jepang, Indeks Nikkei 225 menguat saat akhir sesi. Saham kapitalisasi besar Softbank Group melemah -2,22 persen. Sementara Indeks Topix naik 0,22 persen ke 1.698.
Softbank Group membukukan penurunan laba dalam 14 tahun terakhir. Saham Toyota menguat 1,14 persen setelah laba di kuartal III 2019 naik 14 persen.
Di bursa saham Korsel, Indeks Kospi melandai ke posisi 2.144. Sementara Indeks S&P/ASX 200 (Australia) menguat 1 persen ke 6.726.
Indeks dolar AS melaju ke level 97,983 dibanding sesi sebelumnya pada level 97,8.
Nilai tukar yen ke posisi 108,76 terhadap USD atau menguat dibanding posisi sesi kemarin di 109 yen.
Dolar Australia ke level $0,6869 atau melemah dibanding sesi pekan kemarin di level $0,690.
Indeks Nikkei (Jepang) +0,11% ke level 23.330.
Indeks Shanghai (China) +0,0% ke posisi 2.978.
Indeks Hang Seng (Hong Kong) +0,57% pada level 27.847.
Indeks STI (Singapura) +0,53% ke level 3.280.

Bursa Eropa
Market saham Eropa menghijau di menit-menit awal pada perdagangan hari Kamis (7/11) pagi waktu setempat. Hal ini terjadi setelah China menyatakan setuju penundaan kenaikan tarif impor yang telah diterapkan dalam perang dagang berkepanjangan dengan AS.
Indeks DAX (Jerman) +0,56% pada posisi 13.253.
Indeks FTSE (Inggris) +0,34% ke level 7.421.
Indeks CAC (Perancis) +0,28% di posisi 5.882.

Oil
Harga minyak berbalik menguat pada sesi sore perdagangan hari Kamis (7/11) di tengah sinyal baru yang muncul dari China terkait kemajuan kesepakatan perdagangan AS-China, mengimbangi tekanan yang berasal dari lonjakan signifikan stok minyak di AS.
Minyak Brent melaju 33 sen ke harga USD62,07 per barel (08:12 GMT). Sedangkan minyak WTI naik 37 sen ke level USD56,72 per barel.

(cnbc/reuters/awj/idx)

Sumber : admin

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author