Bursa Pagi: Glogal-Regional Menguat, IHSG Jenuh Jual Berpeluang Melaju

Bursa Pagi: Glogal-Regional Menguat, IHSG Jenuh Jual Berpeluang Melaju

Posted by Written on 06 November 2019


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Rabu (6/11) dibuka cenderung menguat, berusaha melanjutkan tren kenaikan indeks acuan pada penutupan bursa saham utama Eropa dan Wall Street, merespon sinyal positif perundingan dagang AS-China. China menginginkan, "Komitmen yang lebih tegas untuk menghapus tarif," tulis South China Mornung Post. Indeks MSCI Asia ex-Jepang relatif mendatar.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan tipis indeks ASX 200, Australia sebesar 0,12%, diwarnai lompatan harga saham BHP 1,41%. Indeks berlanjut menguat tipis 0,03% (2,10 poin) di posisi 6.699,20 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak menguat 0,10% (23,05 poin) menjadi 23.275,04, setelah dibuka naik 0,22%, dan indeks Topix bertambah 0,12%, didukung kenaikan harga saham Fanuc 0,68%. Saham Kospi, Korea Selatan dibuka mendatar di kisaran level 2.150, dan berlanjut melaju 0,46% ke level 2.152,50.

Namun indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melemah 0,17% (-47,07 poin) menjadi 27.636,33 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China menguat tipis 0,02% di posisi 2.992,04.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren penguatan indeks di bursa saham global dan regional. Pada sesi perdagangan kemarin, IHSG berhasil bermanuver ke zona hijau dan ditutup dengan membukukan kenaikan tajam 1,36% ke level 6.264. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 1,68% menjadi USD25,48.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini berpeluang melanjutkan kenaikan didukung rilis data ekonomi yang solid dan capital inflow. Secara teknikal beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi penguatan lanjutan mencoba mempertahankan pola bullish di area jenuh jual.

Tim Riset Indo Premier berpendapat,menguatnya indeks bursa global seiring dengan positifnya data ekonomi AS dan kemajuan dalam kesepakatan dagang AS-China diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar.

Sementara itu menguatnya nilai tukar rupiah serta kenaikan harga beberapa komoditas, seperti minyak mentah dan timah juga diprediksi akan menambah katalis positif bagi indeks.

IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan  support  di level 6.205 dan  resistance  di level 6.325. Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: BBNI (Buy, Support: Rp7.550, Resist: Rp7.850), CTRA (Buy, Support: Rp1.055, Resist: Rp1.165), 

    ASII (Buy, Support: Rp6.775, Resist: Rp7.025), WIKA (Buy, Support: Rp1.950, Resist: Rp2.190).

  • ETF: R-LQ45X (Buy, Support: Rp1.018, Resist: Rp1.068), XMTS (Buy, Support: Rp493, Resist: Rp509), 
  • XPLQ (Buy, Support: Rp497, Resist: Rp521).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir variatif. Indeks Dow Jones kembali mencatat rekor baru, terangkat data ekonomi yang kuat dan perkembangan kesepakatan perdagangan AS dan China. China mendesak AS untuk menghapus lebih banyak tarif impor senilai USD125 miliar yang dikenakan pada September sebagai bagian dari kesepakatan perdagangan "fase pertama". Rilis indeks non-manufaktur ISM berada di posisi 54,7, lebih besar dari estimasi 53,5. Defisit perdagangan AS menyusut menjadi USD52,5 miliar pada September karena AS dan China berupaya mencapai "gencatan" tarif.

Kenaikan Dow pada tahun ini hampir mencapai 18% setelah menguat 3,4% pada bulan lalu, dan S&P 500 melonjak lebih dari 22% setelah melambung 4,1% dalam sebulan terakhir. Indeks S&P 500 melemah karena kinerja yang buruk di sektor real estate dan utilitas. Sektor keuangan berkinerja terbaik di antara 11 sektor S&P 500 karena imbal hasil terus meningkat di tengah harapan kesepakatan perdagangan. Bank of America melesat 1,3%, sedangkan J.P. Morgan naik 0,2%. Saham Boeing, melonjak 2% karena CEO perusahaan akan melepaskan bonus tahun ini di tengah krisis 737 Max. Adobe melejit 5% namun Netflix turun 1,6%.

  • Dow Jones Industrial Average menguat 0,11% (30,52 poin) menjadi 27.492,63.

  • Nasdaq Composite Index naik tipis 0,02% (1,48 poin) di posisi 8.434,68.

  • S&P 500 turun 0,12% (-3,65 poin) ke level 3.074,67.
Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup menguat, meski investor masih menunggu perkembangan perundingan tarif perdagangan AS-China, serta mencermati perkembangan ekonomi. Rilis hasil survei sektor jasa China pada Oktober merosot ke level terendah delapan bulan, sementara kepercayaan bisnis turun ke posisi terendah 15 bulan. Rilis indeks PMI sektor jasa Inggris naik tipis menjadi 50,0 pada Oktober, dari 49,5 di September. Rilis data British Retail Consortium (BRC) menunjukkan bahwa belanja konsumen meningkat pada Oktober (yoy), terkuat dalam enam bulan. Namun BRC memperingatkan bahwa pertumbuhan penjualan selama periode 12 bulan turun ke level terendah baru 0,1%.

Indeks STOXX 600 naik 0,20% menjadi 404,23, dipimpin lonjakan sektor sumber daya dasar sebesar 1,9%, sementara saham utilitas turun sekitar 0,8%. Perusahaan travel Swiss, Dufry, melompat 6,8% setelah mengalahkan ekspektasi laba untuk kuartal ketiga. Saham Pandora rontok 17,6% setelah jaringan toko perhiasan Denmark itu membukukan kerugian bersih pada kuartal ketiga, terpukul oleh permintaan konsumen yang lemah dan gejolak politik di Hong Kong. Saham Siemens Gamesa anjlok 8,1% setelah menunda target profitabilitasnya selama dua tahun.

  • FTSE 100 London bertambah 0,25% (18,39 poin) menjadi 7.388,08.

  • DAX 30 Frankfurt naik tipis 0,09% (12,22 poin) di posisi 13.148,50.

  • CAC 40 Paris meningkat 0,39% (22,59 poin) ke level 5.846,89.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup menguat. Minat terhadap aset berisiko meningkat karena tanda-tanda bahwa AS dan China semakin mendekati kesepakatan perdagangan, dan mendorong investor untuk mencari mata uang dengan imbal hasil lebih tinggi. Pelemahan yen dan franc Swiss mendorong indeks dolar ke level tertinggi tiga pekan, mengikuti kenaikan imbal hasil US Treasury 10-tahun. Keputusan Bank Sentral China untuk memangkas suku bunga kredit hanya 5 basis poin untuk pertama kalinya sejak awal 2016, juga meningkatkan minat terhadap dolar.

Data yang dirilis Senin menunjukkan aktivitas manufaktur Polandia turun paling besar dalam 10 tahun membawa tekanan bagi euro. Negara-negara Eropa Tengah seperti Polandia adalah pasar utama dan tujuan investasi bagi perusahaan-perusahaan zona euro. Indeks dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju naik 0,49% menjadi 97,983.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.10750.000.00%6:35 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.28840.000.00%6:36 PM
Yen (USD-JPY)109.15-0.01-0.01%6:36 PM
Yuan (USD-CNY)7.0097-0.0207-0.29%10:29 AM
Rupiah (USD-IDR)13,969.00-44.50-0.32%3:57 AM

Sumber : Bloomberg.com, /5/112019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi tadi bergerak menguat dan ditutup melonjak lebih dari 1%, di optimisme bahwa Washington dapat menurunkan kembali beberapa tarif impor China. Sekjen OPEC Mohammad Barkindo mengatakan prospek pasar minyak untuk 2020 mungkin lebih cerah dari perkiraan sebelumnya, tampak mengecilkan setiap kebutuhan untuk pengurangan produksi yang lebih dalam. OPEC juga mengatakan akan memasok jumlah minyak yang semakin berkurang dalam lima tahun ke depan karena peningkatan output dari deposit shale-oil AS dan tempat lain.

Produksi minyak mentah OPEC diperkirakan turun menjadi 32,8 juta barel per hari pada 2024, kata kelompok itu dalam Outlook Minyak Dunia 2019. OPEC + akan bertemu pada Desember, Menteri Perminyakan Iran, memperkirakan pengurangan produksi lebih lanjut akan disepakati pada pertemuan Desember. Sementara itu, pertumbuhan permintaan minyak Asia diperkirakan melonjak dua kali lipat menjadi 815.000 barel per hari pada 2020.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent naik 84 sen (1,3%), menjadi USD62,94 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik69 sen (1,2%) menjadi USD57,23 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup anjlok hingga 2%, karena ekspektasi bahwa AS akan menurunkan tarif impor barang China sehingga meredakan kekhawatiran akan resesi global. Harapan "gencatan" perdagangan dan data ekonomi yang optimistis menyalakan kembali tentang prospek ekonomi global serta mendorong indeks dolar dan imbal hasil obligasi lebih tinggi.

Dolar juga mendapat dorongan setelah rilis data non-manufaktur ISM Amerika untuk Oktober yang lebih baik dari perkiraan sehingga semakin menelan harga emas. Di antara penurunan harga emas, harga perak juga merosot 2,4% menjadi USD17,61 per ounce, platinum turun 0,8% menjadi USD927,75, dan palladium melemah 0,1% menjadi USD1.777,66.

  • Harga emas di pasar spot turun 1,8% menjadi USD1.481,81 per ounce.

  • Harga emas berjangka merosot 1,8% menjadi USD1.483,70 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author