Bursa Pagi: Global-Regional Menguat, IHSG Bearish Berupaya Rebound

Bursa Pagi: Global-Regional Menguat, IHSG Bearish Berupaya Rebound

Posted by Written on 05 November 2019


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (5/11) dibuka cenderung menguat, berusaha melanjutkan tren kenaikan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan pencatatan rekor baru di Wallstreet. Laju indeks didukung optimisme kelanjutan perundingan dagang AS-China dan rilis kinerja emiten. Indeks MSCI Asia ex-Jepang bergerak mendatar. Pasar menunggu rilis hasil survei sektor jasa China.

Mengawali perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200, Australia dibuka mendatar di kisaran level 6.670, menjelang keputusan suku bunga Reserve Bank of Australia. Indeks berlanjut melemah 0,07% (4,40 poin) menjadi 6.682,50 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak melaju 1,37% (313,16 poin) ke level 23.163,93, setelah mengakhiri libur panjang akhir pekan dengan melonjak 1,57% dan Topik melompat 1,37%. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka menguat 0,15%, dan berlanjut dengan kenaikan tipis 0,04% di posisi 2.131,09.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik 0,20% (53,80 poin) ke posisi 27.601,10 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China naik tipis 0,07% menjadi 2.977,70.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren kenaikan indeks di bursa saham global dan regional. IHSG gagal mempertahankan posisinya di atas level 6.200 pada sesi perdagangan kemarin dan ditutup turun 0,43% menjadi 6.181. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 0,71% menjadi USD25,06.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan indeks hari ini masih berpeluang  rebound  ditopang oleh sentimen positif rilis data makro ekonomi kuartal III-2019 dari Badan Pusat Statistik. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya tekanan bearish sehingga berpotensi mengalami koreksi lanjutan.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks bursa global seiring dengan solidnya data ekonomi dan kinerja keuangan emiten 3Q19, serta potensi kesepakatan dagang AS-China fase pertama, diprediksi akan memberikan sentimen positif.

Sementara itu melemahnya penerimaan pajak dalam negeri serta sikap hati-hati investor menjelang rilisdata PDB kuartal III/2019 yang menurut konsensus akan berada di level 5,01% -lebih rendah dari kuartal II/2019 sebesar 5,05%- diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan  support  di level 6.140 dan  resistance  di level 6.220.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: INKP (Buy, Support: Rp7.475, Resist: Rp8.525), SMRA (Buy, Support: Rp1.075, Resist: Rp1.130), 

    BJBR (Buy, Support: Rp1.805 Resist: Rp1.935), TLKM (Buy, Support: Rp4.080, Resist: Rp4.220).

  • ETF: XISR ( SELL , Support: Rp392, Resist: Rp396), XBNI ( SELL , Support: Rp1.073, Resist: Rp1.082), 

    XPSG ( SELL , Support: Rp446, Resist: Rp450).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir dengan mencatatkan rekor tertinggi, di tengah optimisme seputar perundingan perdagangan internasional dan berlanjutnya momentum positif dari data ekonomi dan laporan keuangan emiten yang solid. Sejak awal tahun ini, Dow Jones melonjak 18%, S&P 500 melonjak lebih dari 22%, dan Nasdaq melesat lebih dari 27%. Menteri Perdagangan AS, Wilbur Ross, mengatakan perusahaan-perusahaan AS akan diberikan lisensi untuk menjual Huawei dalam waktu yang "sangat singkat".

Chevron memimpin kenaikan dalam komponen Dow, setelah melambung 4,5%. Boeing dan Caterpillar juga masing-masing naik lebih dari 1%. Apple menjadi emiten Dow Jones berkinerja terbaik dengan melonjak lebih dari 25% sejak pertengahan Juli. Intel, J.P. Morgan Chase dan United Technologies semuanya melejit setidaknya 10%. Under Armor anjlok lebih dari 18% setelah perusahaan itu memotong perkiraan pendapatan 2019. Sekitar 75% dari perusahaan S&P 500 yang telah melaporkan kinerjanya melampaui ekspektasi analis.

  • Dow Jones Industrial Average naik 0,4% (114,75 poin) menjadi 27.462,11.

  • S&P 500 menguat 0,37% (11,36 poin) ke posisi 3.078,27.

  • Nasdaq Composite meningkat 0,56% (46,80 poin) ke level 8.433,20.
Bursa saham utama Eropa tadi malam juga ditutup menguat, karena optimisme perundingan perdagangan AS-China. Indeks STOXX 600naik 1,00% menjadi 403,41, dipimpin kenaikan harga saham emiten sektor sumber datya dasar 0,3% dan otomotif 2,8%. Menteri Perdagangan AS, Wilbur Ross, mengatakan, bahwa Washington mungkin tidak perlu memaksakan tarif 5-15% yang direncanakan pada mobil-mobil Eropa dan Asia setelah diskusi yang positif. Pasar menunggu rilis data manufaktur Oktober dari Spanyol, Italia, Prancis, Jerman dan zona euro secara keseluruhan.

Saham Ryanair melesat 8,3% setelah melaporkan laba pasca pajak sedikit lebih baik dari perkiraan. Siemens Healthineers melambung 9,2% ke level tertinggi sepanjang masa setelah melaporkan laba yang kuat. GVC Holdings rontok lebih dari 11% karena adanya seruan untuk memperketat peraturan judi online.

  • FTSE 100 London melaju 0,92% (67,27 poin) menjadi 7.369,69.

  • DAX 30 Frankfurt melesat 1,35% (175,23 poin)ke level 13.136,28.

  • CAC 40 Paris melonjak 1,08% (62,41 poin) ke posisi 5.824,30.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir menguat, setelah mengalami pelemahan lima hari berturut-turut, meskipun indeks saham AS dan imbal hasil US Treasury meningkat karena harapan kesepakatan perdagangan AS-China. Prospek  greenback  tetap cerah, terutama karena Federal Reserve mengisyaratkan jeda dalam siklus penurunan suku bunga, dan akan lebih bergantung pada data ketika mengevaluasi kebijakan moneter.

Euro melemah, setelah Presiden baru Bank Sentral Eropa Christine Lagarde menyampaikan pidato pertamanya sebagai bos ECB, tetapi tidak memberikan komentar pada kebijakan moneter. Dolar menguat terhadap yen dan mata uang safe haven lainnya. Poundsterling mendatar, investor menilai risiko hard Brexit sudah berkurang dan kampanye pemilu mulai berlangsung. Indeks dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju naik 0,27% menjadi 97,505.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.1126-0.0002-0.02%6:22 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.28840.000.00%6:22 PM
Yen (USD-JPY)108.600.02+0.02%6:21 PM
Yuan (USD-CNY)7.0304-0.0038-0.05%10:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,013.50-25.00-0.18%3:00 AM

Sumber : Bloomberg.com, 4/11/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak menguat. Prospek permintaan minyak mentah membaik karena pertumbuhan lapangan kerja AS dan harapan kesepakatan perdagangan AS-China akan tercapai bulan ini. Angka pertumbuhan lapangan kerja AS yang membaik pada Oktober dan revisi naik untuk dua bulan sebelumnya. Sejumlah  hedge fun  sudah mulai mengambil  long position  dalam minyak mentah dan bahan bakar.

Kenaikan harga minyak sedikit tertahan oleh perkiraan peningkatan persediaan minyak mentah AS sebesar 2,7 juta barel pada pekan lalu. Tetapi penutupan jaringan pipa Keystone berkapasitas 590.000 barel per hari milik TC Energy, yang merupakan arteri utama untuk impor minyak Kanada ke AS, menyusul tumpahan minyak 9.000 barel, ikut mendongkrak harga minyak. Persediaan minyak mentah di Cushing akhir pekan lalu naik menjadi sekitar 49 juta barel,meningkat sekitar 300.000 barel dari perkiraan awal.

  • Harga minyak Brent untuk pengiriman Januari, naik 44 sen (0,7%) menjadi USD62,13 per barel.

  • Harga minyak WTI untuk pengiriman Desember, naik 34 sen (0,6%) menjadi USD56,54 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup lebih rendah, karena investor lebih memilih aset berisiko, didorong oleh optimisme perundingan perdagangan AS-China dan memudarnya kekhawatiran perlambatan ekonomi global. Analis mengatakan ada sedikit minat untuk membeli emas sebagai lindung nilai ( hedging ), tetapi kemungkinan tidak ada permintaan safe-haven untuk emas dalam jangka pendek.

Data menunjukkan, hingga 29 Oktober lalu, spekulan meningkatkan  net long position  untuk emas maupun perak.Harga perak turun 0,3% menjadi USD18,04 per ounce, platinum merosot 1,2% menjadi USD934,75, dan palladium tergelincir 1,5% menjadi USD1.777,93.

  • Harga emas di pasar spot turun 0,2% menjadi USD1.510,80 per ounce.

  • Harga emas berjangka hanya sedikit berubah menjadi USD1.513,40 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author