Bursa Sore: IHSG Tetap Melemah Meski Ada Dorongan Aksi Beli

Bursa Sore: IHSG Tetap Melemah Meski Ada Dorongan Aksi Beli

Posted by Written on 04 November 2019


Ipotnews - Koreksi Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) berlanjut hingga akhir sesi pada perdagangan hari Senin (4/11). Indeks melemah -27 poin (-0,43 persen) ke level 6.180.

Indeks LQ45 -0,40% ke 976. Indeks IDX30 -0,42% ke level 532. Indeks IDX80 -0,38% ke 138. Indeks JII +0,59% ke posisi 681. Indeks Kompas100 -0,42% ke 1.240. Indeks Sri Kehati -0,53 persen ke 387. Indeks SMInfra18 +0,13 persen ke level 320.

Saham-saham teraktif: MAMIIPTVPGASTCPIKPIGMNCNANTM

Saham-saham top gainers LQ45: INKPPGASPTBABTPSTKIMTLKMINDY

Saham-saham top losers LQ45: AKRAINCOJPFABBRIBBNISMGRBBCA

Nilai transaksi mencapai Rp8,05 triliun. Volume trading sebanyak 146,15 juta lot saham. Investor asing membukukan beli bersih Rp240,33 miliar.

Nilai tukar rupiah menguat +0,14 persen ke level Rp14.010 terhadap USD (04.00 pm).


Bursa Asia

Market saham Asia menguat pada perdagangan saham hari Senin (4/11) seiring optimisme pada prospek negosiasi perdagangan AS vs China. Selain itu data lapangan kerja di AS mendorong selera para pemodal global terhadap aset lebih berisiko.

Baik pemerintah AS maupun China pada Jumat akhir pekan lalu mengatakan mereka membuat kemajuan dalam negosiasi perdagangan dengan tujuan meredakan perang dagang. Pejabat AS menyatakan kesepakatan dapat ditandatangani bulan ini.

"Pembaruan perdagangan AS-China terus menunjukkan kesepakatan fase 1 yang tampak seperti kepastian. 

Masalah kontroversial apakah AS akan membatalkan tarif impr bagi barang asal China pada Desember sesuai rencana dan menghapus beberapa tarif saat ini sebagaimana tuntutan China tetap tidak diketahui. Dan jika masalah ini tidak terselesaikan maka kesepakatan dapat dengan mudah runtuh," kata Analis pada National Australia Bank, Rodrigo Catril seperti dikutip CNBC.

Indeks MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk pasar saham Jepang) menguat 1,09 persen.

Market saham China melaju positif saat akhir sesi. Indeks Shenzhen Composite naik 0,592 persen ke 1.646. Indeks Shenzhen Component menguat 0,67 persen di level 9.868.

Indeks Hang Seng di bursa Hong Kong menguat signifikan. Saham unggulan di bursa Hong Kong, AIA naik 2,5 persen.

Di bursa saham Korsel, Indeks Kospi menguat 1,43 persen ke 2.130 dengan dukungan saham unggulan SK Hynix yang menguat 1,93 persen.

Indeks S&P/ASX 200 (Australia) bergerak ke zona hijau, naik 0,27 persen ke 6.686 seiring penguatan seluruh sektor saham. Badan Statistik Australia mengumumkan penjualan ritel yang naik 0,2 persen di periode Oktober, meleset dari perkiraan sebesar 0,5 persen.

Indeks dolar AS melemah ke level 97,206 dibanding sesi akhir pekan kemarin pada level 97,8.

Nilai tukar yen ke posisi 108,30 terhadap USD atau menguat dibanding posisi sesi pekan lalu di 109.
Dolar Australia ke level $0,6922 atau menguat dibanding sesi pekan kemarin di level $0,684.

Indeks Nikkei (Jepang) libur.

Indeks Shanghai (China) +0,58% ke posisi 2.975.

Indeks Hang Seng (Hong Kong) +1,65% pada level 27.547.

Indeks STI (Singapura) +0,22% ke level 3.236.


Bursa Eropa

Market saham Eropa menguat saat menit-menit awal pada perdagangan hari Senin (4/11) pagi waktu setempat. Penguatan ini terjadi seiring optimisme baru negosiasi perdagangan AS vs China tampak membentuk penegasan kembali pendekatan investor terhadap risiko.

Indeks DAX (Jerman) +0,81 persen pada posisi 13.065.

Indeks FTSE (Inggris) +0,75 persen pada level 7.302.

Indeks CAC (Perancis) +0,57 persen ke posisi 5.794.


Oil

Harga minyak susut pada sesi sore perdagangan hari Senin (4/11) seiring aksi profit taking para trader menjelang rilis data terkini dari Eropa dan AS walaupun ada harapan untuk resolusi perang perdagangan AS dan China. Perang dagang tersebut telah merusak pertumbuhan ekonomi global dan menekan demand.

Minyak Brent drop 16 sen ke harga USD61,53 per barel (07:27 GMT). Sedangkan minyak WTI turun 16 sen ke level USD56,04 per barel.


(cnbc/reuters/awj/idx)

Sumber : admin

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author