Bursa Pagi: Asia Dibuka Melaju, IHSG Bearish Berpotensi Technical Rebound

Bursa Pagi: Asia Dibuka Melaju, IHSG Bearish Berpotensi Technical Rebound

Posted by Written on 04 November 2019


Ipotnews - Membuka pekan ini, di awal November (Senin, 4/11), bursa saham Asia bergerak menguat, didukung optimisme perundingan dagang AS-China, yang mengangkat indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street akhir pekan lalu. Menteri Perdagangan AS, Wilbur Ross, Minggu mengatakan, lisensi perusahaan AS untuk menjual Huawei akan diberikan, "dalam waktu yang sangat singkat."

Indeks MSCI Asia ex-Jepang naik 0,2%. Bursa saham Jepang hari ini libur. Harga minyak melemah pada pembukaan pasar Asia.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,3%, menjelang rilis data penjualan ritel periode September. Indeks berlanjut naik 0,40% (27,00 poin) ke posisi 6.696,10 pada pukul 8:10 WIB.

Pada jam yang sama indeks Kospi, Korea Selatan bergerak melaju 1,01% ke level 2.121,39, setelah dibuka melompat 0,79% di tengah lonjakan harga saham SK Hynix 1,56%.

Memperkuat tren kenaikan Asia, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melaju 0,73% (199,12 poin) ke posisi 27.299,88 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China menguat 0,22% menjadi 2.964,58.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren penguatan indeks di bursa saham global dan regional, setelah mengakhiri perdagangan pekan lalu dengan melemah 0,34% ke level 6.207. Sementara itu, harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 1,12% menjadi USD25,24.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini berpeluang berbalik menguat didukung rilis data ekonomi domestik yang positif dan capital inflow. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi technical rebound , dengan bergerak bearish mendekati area jenuh jual.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks bursa global - seiring dengan positifnya data tenaga kerja AS pada bulan Oktober -diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Sementara itu, naiknya sejumlah harga komoditas seperti minyak mentah, nikel, emas dan batu bara juga diprediksi akan menjadi tambahan katalis positif bagi indeks.

IHSG diprediksi akan bergerak menguat dengan support di level 6.175 dan  resistance  di level 6.235. Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: SMGR (Buy, Support: Rp12.550, Resist: Rp13.000), CPIN (Buy, Support: Rp6.450, Resist: Rp7.150), KLBF (Buy, Support: Rp1.595, Resist: Rp1.655), BMRI (Buy on Weakness, Support: Rp6.975, Resist: Rp7.075).

  • ETF: XIIF ( SELL , Support: Rp629, Resist: Rp644), XPFT ( SELL , Support: Rp536, Resist: Rp540), 

    XIHD ( SELL , Support: Rp488, Resist: Rp494).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street mengakhiri pekan lalu dengan kenaikan tajam. Laju indeks ditopang rilis kenaikan data lapangan kerja AS periode Oktober sebesar 128.000, jauh di atas ekspektasi 75.000, meskipun terjadi penurunan 42.000 pekerjaan di sektor otomotif karena aksi mogok di General Motors. 

Lapangan kerja bulan September direvisi naik menjadi 180.000 dari sebelumnya 136.000, sedangkan di bulan Agustus jadi 219.000 dari 168.000. Sebaliknya, data indeks manufaktur AS bulan Oktober mengalami kontraksi lebih besar dari perkiraan.

Saham Exxon Mobil melompat 3%, memimpin kenaikan indeks Dow Jones DJIA dengan kinerja kuartalan yang lebih kuat dari perkiraan. Sektor industri dan keuangan melaju masing-masing 1,4%. Saham Apple naik 2% ke rekor tertinggi mendorong naik indeks Nasdaq. Saham US Steel melesat 14,8% setelah merilis rugi yang lebih rendah dari perkiraan. Saham Qorvo melambung 20% karena kinerja kuartal III yang lebih tinggi lebih dari perkiraan. Sekitar 70% emiten S&P 500 telah merilis kinerja kuartal III, dan 75% diantaranya melampaui perkiraan para analis.

  • Dow Jones Industrial Average ( DJIA ) melaju 1,11% (301,13 poin) ke posisi 27.347,36.

  • S&P 500 naik 0,95% (29,35 poin) ke level tertinggi baru 3.066,91.

  • Nasdaq melonjak 1,13% (94,04 poin) ke posisi 8.386,40.
Bursa saham utama Eropa juga menutup pekan lalu di zona hijau merespon rilis data lapangan kerja AS yang lebih baik dari perkiraan, dan hasil survei aktivitas pabrik di China yang secara tak terduga naik tercepat dalam lebih dari 2 tahun terakhir. Penasehat ekonomi pemerintah AS, Larry Kudlow menyatakan, negosiasi damai perang dagang AS-China mencapai kemajuan. AS masih bertujuan menandatangani kesepakatan di awal bulan ini meskipun perjanjian fase I belum selesai dan beberapa masalah akan didorong ke fase kedua.

Indeks STOXX 600 naik 0,7% menjadi 399,43, saham sektor otomotif dan pertambangan menjadi lokomotif penguatan. Saham pertambangan melesat 3,2%. Saham jasa transportasi dan logistik DSV Panalpina (Denmark), melesat 7,4% dan Novo Nordisk melonjak 3,6% karena kinerja keuangan kuartal III yang kuat. Namun Danske Bank (Denmark) anjlok 4% setelah menyatakan prospek laba tahunan melemah.

  • DAX 30 Fraknfurt meningkat 0,73% (94,26 poin) ke posisi 12.961.

  • FTSE 100 London melaju 0,75% (54,04 poin) ke level 7.302,42.

  • CAC 40 Paris naik 0,56% (32,03 poin) menjadi 5.761,89.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York akhir pekan lalu ditutup melemah. Pasar masih mencerna penurunan suku bunga ketiga tahun ini oleh The Fed AS. Investor juga mempertimbangkan pidato terbaru oleh Wakil Ketua the Fed Richard Clarida, yang mengatakan meskipun ekspektasi dasar ekonomi AS menguntungkan, namun ada beberapa risiko penurunan yang jelas Indeks dolar AS, yang mengukur kurs  greenback  terhadap enam mata uang negara maju, turun 0,12% menjadi 97,239. ar AS.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.11660.0014+0.13%11/1/2019
Poundsterling (GBP-USD)1.29460.0004+0.03%11/1/201
Yen (USD-JPY)108.190.16+0.15%11/1/2019
Yuan (USD-CNY)7.0342-0.0049-0.07%11/1/2019
Rupiah (USD-IDR)14,038.50-4.00-0.03%11/1/2019

Sumber : Bloomberg.com, 1/11/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges akhir pekan lalu ditutup menguat signifikan. Harga minyak menguat, seiring sinyal kemajuan dalam negosiasi perang dagang AS-China serta data indikator perekonomian di kedua negara yang lebih baik dari perkiraan. Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross mengatakan bahwa kesepakatan damai perdagangan AS vs China fase I mungkin ditandatangani pertengahan Nopember ini.

Harga minyak juga mendapat dukungan setelah kebocoran di North Dakota memaksa TC Energy Corp menutup pipa dengan aliran sebanyak 590 ribu barel per hari. Namun, survei Reuters mengindikasikan harga minyak diperkirakan akan tetap di bawah tekanan hingga tahun depan. Jajak pendapat 51 ekonom dan analis memperkirakan minyak mentah Brent akan rata-rata $ 64,16 per barel pada 2019 dan $ 62,38 tahun depan.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent naik USD2,12 (3,6%) menjadi USD 61,74 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik USD2,02 (3,73%) menjadi USD 56,20 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange mengakhiri pekan lalu dengan melemah karena data pekerjaan AS yang lebih baik dari perkiraan, dan data aktivitas pabrik yang kuat dari China. The Fed memotong suku bunga untuk ketiga kalinya tahun ini, tetapi mengisyaratkan tidak akan ada pengurangan lebih lanjut kecuali jika ekonomi mengambil giliran untuk menjadi lebih buruk. Harga logam lain seperti perak turun 0,3% menjadi USD18,07 per ounce, platinum naik 2% menjadi USD950,95, palladium naik 0,8% menjadi USD1,808.01.

  • Harga emas di pasar spot turun 0,2% menjadi USD 1.510,82 per ounce.

  • Harga emas berjangka sedikit berubah di posisi USD 1.513,20 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author