Bursa Sore: Sedang Bearish, IHSG Menyimpang Dari Penguatan Market Regional

Bursa Sore: Sedang Bearish, IHSG Menyimpang Dari Penguatan Market Regional

Posted by Written on 01 November 2019


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) melanjutkan pelemahan pada perdagangan hari Jumat (1/11). Indeks melemah -22 poin (-0,34 persen) ke level 6.207.

Indeks LQ45 -0,48% ke 980. Indeks IDX30 -0,44% ke level 534. Indeks IDX80 -0,58% ke 139. Indeks JII -0,24% ke posisi 685. Indeks Kompas100 -0,56% ke 1.245. Indeks Sri Kehati -0,54 persen ke 389. Indeks SMInfra18 -1,74 persen ke level 319.

IHSG melemah seiring inflasi periode Oktober yang meningkat dibanding deflasi yang terjadi di periode September. Market regional terkerek sentimen rebound data aktivitas manufaktur China.

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka inflasi pada Oktober 2019 sebesar 0,02 persen. Inflasi pada periode ini lebih tinggi dibandingkan dengan bulan September 2019 yang terjadi deflasi sebesar 0,27 persen. Namun jika dibandingkan dengan periode Oktober 2018 lebih kecil lantaran pada periode tersebut angka inflasi sebesar 0,28 persen.

Saham-saham teraktif: IPTVMAMIPGASKPIGMNCNTCPI,BCAP

Saham-saham top gainers LQ45: CPININTPKLBFSMGRBRPTBSDE,INDF

Saham-saham top losers LQ45: UNVRJPFA

BBTNBMRIBBRITLKMMEDC

Nilai transaksi mencapai Rp9,14 triliun. Volume trading sebanyak 188,13 juta lot saham. Investor asing membukukan jual bersih -Rp215,30 miliar.

Nilai tukar rupiah naik tipis +0,01 persen ke level Rp14.030 terhadap USD (04.00 pm).


Bursa Asia

Market saham Asia berbalik menguat dari pelemahan di sesi pagi pada perdagangan saham hari Jumat (1/11). Hal ini terjadi seiring aktivitas manufaktur di China secara tak terduga rebound mengimbangi sentimen negatif keraguan AS dan China dapat mencapai kesepakatan damai konflik dagang dalam jangka panjang."Data PMI Manufaktur dan kemudian non payrolls di AS malam ini (waktu setempat) akan menjadi faktor penting di mana pasar akan menguat selanjutnya," kata Greg Mc Kenna, Analis pada MCKenna Macro seperti dikutip reuters.

Indeks MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk pasar saham Jepang) menguat 0,41 persen.

Market saham China berbalik menguat setelah lesu di sesi pagi. Indeks Shenzhen Composite naik 1,288 persen ke 1.637. Indeks Shenzhen Component menguat 1,73 persen di 9.802. Indeks Caixin/PMI di China periode Oktober di level 51,7 atau melampaui ekspektasi sebesar 51,0.

Indeks Hang Seng di bursa Hong Kong menguat ke zona hijau.

Indeks Nikkei 225 di pasar saham Jepang melaju ke area negatif saat finis sesi. Indeks Topix flat ke 1.666. Harga saham Nintendo naik 7,46 persen setelah perseroan mengumumkan laba kuartal II melampaui perkiraan.
Di bursa saham Korsel, Indeks Kospi menguat 0,8 persen ke leve 2.100. Indeks S&P/ASX 200 (Australia) bergerak menguat tipis ke level 6.669.
Indeks dolar AS melemah ke level 97,212 dibanding sesi kemarin pada level 97,4.
Nilai tukar yen ke posisi 107,98 terhadap USD atau menguat dibanding posisi sesi sebelumnya di 108,5.
Dolar Australia ke level $0,6906 atau melemah dibanding sesi kemarin di level $0,692.
Indeks Nikkei (Jepang) -0,33% ke level 22.850.
Indeks Shanghai (China) +0,99% ke posisi 2.958.
Indeks Hang Seng (Hong Kong) +0,72% pada level 27.100.
Indeks STI (Singapura) -0,11% ke level 3.226.

Bursa Eropa
Market saham Eropa ke zona hijau saat menit-menit awal pada perdagangan hari Jumat (1/11) pagi waktu setempat. Para pemodal di bursa Eropa memantau perkembangan konflik dagang AS vs China.
Indeks DAX (Jerman) +0,39% pada posisi 12.916.
Indeks FTSE (Inggris) +0,44% di level 7.280.
Indeks CAC (Perancis) +0,40% ke posisi 5.752.

Oil
Harga minyak variatif pada perdagangan sesi pagi, hari Jumat (1/11). Namun secara mingguan harga minyak masih melemah hingga 4 persen, tertekan oleh sentimen kenaikan suplai global serta kekhawatiran terhadap demand di masa mendatang.
Minyak Brent drop 12 sen ke harga USD59,50 per barel. Sedangkan minyak WTI naik 3 sen ke level USD54,22 per barel. (07.42 GMT).

(cnbc/reuters/awj/idx)

Sumber : admin
#YukNabungETF 
#IPOTKaryaAnakBangsa 
#BanggaPakeIPOT 
#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author