Bursa Pagi: Global-Regional Melemah, Perberat Tekanan Koreksi IHSG

Bursa Pagi: Global-Regional Melemah, Perberat Tekanan Koreksi IHSG

Posted by Written on 01 November 2019


Ipotnews - Jelang akhir pekan, mengawali November, Jumat (1/11), bursa saham Asia dibuka mixed cenderung melemah, terpengaruh oleh tekanan penurunan indeks acuan pada penutupan bursa saham utama Eropa dan Wall Street, karena kekhawatiran baru tentang kemungkinan akan tercapainya kesepakatan jangka panjang dalam perundingan dagang AS-China. Indeks MSCI Asia ex-Jepang melemah 0,16%. Pasar menunggu rilis data PMI manufaktur China, Jepang dan India.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,26%. Indeks berlanjut melemah 0,10% (-6,50 poin) menjadi 6.656,90 pada pukul 8:25 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak turun 0,61% (-140,23 poin) ke level 22.786,81, setelah dibuka anjlok 0,79%, dan Topix melorot 0,6%, diwarnai lonjakan harga saham Nintendo sebesar 4%. 

Indeks Kospi, Korea Selatan menguat 0,1%, dan berlanjut naik 0,21% ke posisi 2.087,80.

Melanjutkan tren penurunan global, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka turun 0,37% (-100,28 poin) ke posisi 26.806,44 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China melemah 0,16% menjadi 2.924,34.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren pelemahan indeks di bursa saham global dan regional setelah terpental dari teritori positif pada sesi perdagangan kemarin, dan ditutup merosot 1,07% ke level 6.228. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange rontok 2,73% menjadi USD24,96.

Sejumlah analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini, masih berpeluang menguat didukung sentimen positif rilis data inflasi Oktober. Namun secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks yang cenderung bearish, memperlihatkan adanya potensi koreksi memasuki area jenuh beli.

Tim Riset indo Premier berpendapat, kekhawatiran investor terkait kesepakatan dagang AS-China karena para pejabat China pesimistis akan adanya kesepakatan dagang dalam jangka panjang diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. Sementara itu melemahnya nilai tukar rupiah serta sebagian besar harga komoditas juga diprediksi akan menambah katalis negatif bagi indeks.

Dari dalam negeri, investor juga akan mencermati data inflasi pada bulan Oktober dimana berdasarkan konsensus akan berada di level 3,52% yoyIHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan  support  di level 6.180 dan resistance  di level 6.280.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: INDF (Buy, Support: Rp7.600, Resist: Rp7.825), BJBR (Buy, Support: Rp1.790, Resist: Rp1.830), 

    MNCN (Buy, Support: Rp1.285, Resist: Rp1.345), BBCA (Buy, Support: Rp31.325, Resist: Rp31.550).

  • ETF: XISI ( SELL , Support: Rp337, Resist: Rp362), XISC ( SELL , Support: Rp703, Resist: Rp748), 

    XIPI ( SELL , Support: Rp171, Resist: Rp176).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir melemah, kekhawatiran pertumbuhan global dan perang perdagangan AS-China mengimbangi laporan keuangan yang kuat dari Apple dan Facebook. Kendati demikian indeks utama Wall Street membukukan kenaikan yang solid untuk Oktober; Dow dan S&P 500 masing-masing naik 0,3% dan 0,5%, sedangkan Nasdaq melaju 0,6%. Bloomberg memberitakan para pejabat China meragukan kemungkinan kesepakatan perdagangan jangka panjang dengan AS karena "sifat impulsif" Presiden AS.

Saham Caterpillar, anjlok 1,8% sementara Micron Technology melorot 0,9%. Saham Apple melonjak 2,3%, dan Facebook naik 1,8% karena membukukan laba per saham yang lebih besar dari ekspektasi. Sejauh ini, dua pertiga dari S&P 500 telah melaporkan kinerja kuartalan, 75% nya membukukan hasil yang lebih baik dari perkiraan. Kekhawatiran tentang perdagangan dan ekonomi, mengurangi antusiasme tentang laba yang kuat dari Apple dan Facebook.

  • Dow Jones Industrial Average turun 0,5% (-140,46 poin) menjadi 27.046,23.

  • S&P 500 menyusut ,3% (-9,21 poin) ke posisi 3.037,56.

  • Nasdaq Composite melemah 0,14% (-11,61 poin) ke level 8.292,36.
Bursa saham utama Eropa tadi malam juga berakhir turun terbebani kejatuhan sektor pertambangan dan otomotif karena meningkatnya keraguan terhadap prospek kesepakatan perdagangan AS-China. Laba yang lemah dari Royal Dutch Shell menambah kesuraman tersebut. Laporan tersebut memupus optimisme di awal sesi yang dipicu oleh langkah Federal Reserve yang menurunkan suku bunga. Indeks STOXX 600 turun 0,49% menjadi 396,75, tetapi mencatat kenaikan bulanan kedua berturut-turut.

Sektor pertambangan merosot 1,4%, sementara otomotif kehilangan 1,3%. Namun, penurunan terbesar adalah produsen minyak dan gas, yang terperosok 1,7% karena Royal Dutch Shell rontok 4%. Maskapai penerbangan juga membukukan angka yang mengecewakan. Air France-KLM turun 1% setelah mengatakan perlambatan permintaan perjalanan. Di sektor otomotif, kesepakatan Fiat Chrysler dan Peugeot, PSA, untuk menciptakan produsen mobil terbesar keempat dunia mengangkat saham Fiat Chrysler 8,2%, tapi Peugeot longsor 12,2%.

  • FTSE 100 London anjlok 1,12% (-82,40 poin) ke level 7.248,38.

  • DAX 30 Frankfurt turun 0,34% (-43,44 poin) menjadi 12.866,79.

  • CAC 40 Paris melorot 0,63% (-36,01 poin) ke posisi 5.729,86.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir di level terendah 10-hari, karena investor mengevaluasi apakah The Fed akan terus menurunkan suku bunga, dan setelah data Eropa mengalahkan ekspektasi. Pelaku pasar juga mengkhawatirkan perlambatan ekonomi AS karena berlanjutnya perang dagang dengan China yang bisa memaksa The Fed untuk campur tangan.

Data yang dirilis Kamis menunjukkan pertumbuhan ekonomi zona euro tidak berubah pada kuartal ketiga, mengalahkan ekspektasi pasar yang memperkirakan perlambatan. Di AS belanja konsumen naik pada September sementara upah tidak berubah sehingga menimbulkan keraguan apakah konsumen akan terus mendorong perekonomian. Yen melesat ke posisi tertinggi dua minggu, euro dan poundsterling menguat. Indeks dolar, turun 0,30% menjadi 97,352.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.11550.0003+0.03%7:36 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.2935-0.0007-0.05%7:36 PM
Yen (USD-JPY)108.01-0.02-0.02%7:36 PM
Yuan (USD-CNY)7.0391-0.0162-0.23%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,042.5012.00+0.09%4:56 AM

Sumber : Bloomberg.com, 31/10/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak melemah, setelah rilis data perlambatan aktivitas pabrik di China. Harga minyak WTI menghadapi tekanan ekstra setelah pasokan dari pusat penyimpanan Cushing, Oklahoma mengalami gangguan. Lebih dari 9.000 barel minyak diperkirakan telah tumpah dari Keystone setelah kebocoran ditemukan Selasa malam. Sepanjang Oktober, Brent berada di jalur untuk penurunan kurang dari 1% dan WTI naik kurang dari 1%.

Data resmi China menunjukkan aktivitas pabrik menyusut selama enam bulan berturut-turut pada Oktober, sementara pertumbuhan di sektor jasa negara itu melambat paling tajam sejak Februari 2016. Perundingan dagang AS-China menghadapi hambatan baru karena rencana pertemuan di KTT APEC , Chile dibatalkan karena aksi demonstrasi besar-besaran di Cile. Survei  Reuters  menunjukkan harga minyak kemungkinan akan tetap tertekan pada tahun ini dan berikutnya. Jajak pendapat 51 ekonom dan analis memperkirakan minyak mentah Brent rata-rata mencapai USD64,16 per barel pada 2019 dan USD62,38 tahun depan.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent turun 38 sen (-0,6%) menjadi USD60,23 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI turun 88 sen (-1,6%) menjadi USD54,18 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup melonjak lebih dari 1%, didukung pemotongan suku bunga The Fed yang diikuti pelemahan dolar. Ketidakpastian baru perundingan dagang AS-China karena pembatalan KTT APEC di Chile ikut mendongkrak harga emas. Sepanjang Oktober harga emas naik lebih dari 2%.

Sementara itu, klaim pengangguran mingguan AS pada pekan lalu menunjukkan jumlah warga AS yang mengajukan aplikasi untuk tunjangan pengangguran naik melebihi perkiraan. Harga palladium turun 0,6% menjadi USD1.793,96 per ounce, perak menguat 0,8% menjadi USD18,01, dan platinum naik 0,2% menjadi USD927,00.

  • Harga emas di pasar spot naik 0,77% menjadi USD1.506,2 per ounce.

  • Harga emas berjangka juga naik 0,82% menjadi USD1.508,9 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author