Bursa Pagi: Global-Regional Menguat, Dukung Potensi Laju IHSG

Bursa Pagi: Global-Regional Menguat, Dukung Potensi Laju IHSG

Posted by Written on 31 October 2019


Ipotnews - Bursa saham Asia di pengujung Oktober, Kamis (31/10), dibuka cenderung menguat melanjutkan tren kenaikan indeks acuan pada penutupan bursa saham Wall Street, setelah Federal Reserve AS menurunkan suku bunga untuk kali ketiga pada tahun ini. Indeks MSCI ex-Jepang naik 0,23%. Pasar menunggu rilis data PMI China dan kebijakan suku bunga bank sentral Jepang.

Mengawali perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200, Australia dibuka melemah 0,15%, terbebani penurunan harga saham sektor keuangan lebih dari 1%. Saham ANZ Banking Group anjlok lebih dari 3% setelah melaporkan penurunan laba 7% (yoy). Indeks berlanjut turun 0,33% (-22,20 poin) menjadi 6.667,30 pada pukul 8:30 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang naik 0,43% (99,22 poin) ke level 22.942,34, setelah dibuka melaju 0,49% didukung lonjakan harga saham Fast Retailing lebih dari 2%. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka meningkat 0,58% di tengah kenaikan harga saham Samsung Electronics lebih dari 1%, dan berlanjut melaju 0,70% ke level 2.094,83.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka menguat 0,15% (40,74 poin) ke posisi 26.708,45 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China naik 0,19% menjadi 2.944,90.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada kecenderungan kenaikan indeks acuan di bursa saham global dan regional, setelah berhasil melanjutkan tren kenaikan pada sesi perdagangan kemarin dan ditutup menguat 0,23% menjadi 6.295.

Sejumlah analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini masih berpeluang melanjutkan kenaikan meski masih dibayangi aksi jual. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks mengindikasikan adanya potensi penguatan lanjutan meskipun masih menyiratkan sinyal bearish.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, optmisme investor terkait pemangkasan suku bunga acuan oleh The Fed sebesar 25 bps di rentang 1,5% - 1,75% diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar.

Sementara itu menguatnya nilai tukar rupiah serta beberapa harga komoditas yaitu CPO dan emas juga diprediksi akan menjadi tambahan katalis positif bagi indeks. IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan  support  di level 6.265 dan  resistance  di level 6.325.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: BBNI (Buy, Support: Rp7.575, Resist: Rp7.900), UNTR (Buy, Support: Rp21.275, Resist: Rp22.075), ISAT (Buy, Support: Rp3.170, Resist: Rp3.280), ERAA (Buy, Support: Rp1.675, Resist: Rp1.925).

  • ETF: XPID (Buy, Support: Rp538, Resist: Rp544), XPDV (Buy, Support: Rp475, Resist: Rp480), 

    XIJI (Buy, Support: Rp705, Resist: Rp713).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir menguat, menyambut pemotongan suku bunga The Fed sebesar 25 bps, dan komentar Chairman Jerome Powell. Ia mengatakan bahwa The Fed perlu melihat kenaikan inflasi yang "sangat signifikan" sebelum berpikir untuk menaikkan suku bunga. Rilis data PDB AS kuartal ketiga tumbuh 1,9%, melampaui ekspektasi 1,6%, didorong pengeluaran konsumen dan pemerintah. Penggajian swasta AS naik 125.000 pada Oktober, melampaui estimasi 100.000. Namun, daftar penggajian September terpangkas 42.000 menjadi 93.000.

Indeks S&P 500 tembus level 3.000, mencatatkan rekor tertinggi baru dipimpin kenaikan harga saham sektor utilitas dan kesehatan, masing-masing sebesar 0,9% dan 0,8%. Saham Johnson & Johnson melambung 2,9% setelah menyatakan tidak menemukan asbes dalam bedak bayi setelah pengujian. General Electric melambung 11,5% karena melaporkan kinerja yang melampaui ekspektasi analis. Menurut data FactSet, sekitar 74% emiten S&P 500 melaporkan laba lebih baik dari perkiraan.

  • S&P 500 naik 0,33% (9,88 poin) menjadi 3.046,77.

  • Dow Jones Industrial Average meningkat 0,43% (115,27 poin) ke level 27.186,69.

  • Nasdaq Composite menguat 0,30% (27,12 poin) ke posisi 8.303,98.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,79% menjadi USD25,66.

Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup cenderung mendatar, para  trader  menunggu keputusan suku bunga The Fed, sambil mencermati laporan keuangan emiten. Indeks saham global bergerak lamban terbebani laporan bahwa China enggan untuk berkomitmen memenuhi tuntutan AS untuk membeli produk pertanian AS senilai USD50 miliar. Pejabat AS menyebutkan, kesepakatan sementara "fase pertama" mungkin tidak bisa ditandatangani pada KTT di Cile bulan depan. PM Inggris Boris Johnson memperoleh persetujuan dari Parlemen untuk menggelar pemilu dini pada 12 Desember demi memecahkan kebuntuan Brexit.

Indeks STOXX 600 naik tipis 0,08% menjadi 398,70, dipimpin lonjakan harga saham sektor keperluan rumah tangga sebesar 1,5%. Namun sektor perbankan turun sekitar 2%. Saham Deutsche Bank anjlok hampir 8% karena merugi 832 juta euro. Credit Suisse tergelincir 2,6% kendati melaporkan laba bersih kuartal ketiga lebih tinggi dari perkiraan. Standard Chartered naik 2,6% setelah mengumumkan kenaikan laba bersih 3% (yoy). 

Saham Fiat Chrysler dan PSA Peugeot Citroen masing-masing naik 9,5% dan 4,5% setelah mengonfirmasi sedang mendiskusikan potensi merger. Saham Convatec, Fuchs Petrolub, dan L'Oreal melambung 10,8%, 9,3% dan 7,6% setelah merilis kinerja kuartal ketiga yang solid.

  • FTSE 100 London naik 0,34% (24,52 poin) menjadi 7.330,78.

  • DAX 30 Frankfurt melemah 0,23% (29,39 poin) ke posisi 12.910,23.

  • CAC 40 Paris meningkat 0,45% (25,73 poin) ke level 5.765,87.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York mengakhiri perdagangan pagi tadi dengan melemah, membalikkan laju kenaikan awal, setelah The Fed memangkas suku bunga untuk ketiga kalinya tahun ini meskipun mengisyaratkan kemungkinan penghentian siklus penurunan suku bunga. The Fed menurunkan suku bunga 25 bps ke kisaran target 1,50% dan 1,75%.

Pelemahan dolar juga terpengaruh oleh beredarnya laporan bahwa Cile menarik diri sebagai tuan rumah KTT APEC , November, di mana AS dan China diperkirakan akan mengambil langkah besar dalam upaya mengakhiri perang dagang. Poundstreling sedikit menguat, setelah parlemen Inggris menyetujui usulan untuk menggelar pemilu dini pada Desember nanti. Indeks dolar, ukuran kurs  greenback  terhadap enam mata uang negara maju, sempat naik menjadi 98,00 namun berlanjut turun 0,05% ke posisi 97,646.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.11550.0004+0.04%7:26 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.29050.0003+0.02%7:26 PM
Yen (USD-JPY)108.79-0.06-0.06%7:27 PM
Yuan (USD-CNY)7.0553-0.0105-0.15%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,030.50-4.50-0.03%4:58 AM

Sumber : Bloomberg.com, 30/10/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak turun, setelah rilis persediaan minyak mentah AS. Badan Informasi Energi AS menyebutkan, persediaan minyak mentah naik 5,7 juta barel dari pekan sebelumnya menjadi 438,9 juta barel, sekitar 1% di atas rata-rata lima tahun. Sebelumnya, kelompok industri American Petroleum Institute menyebutkan, persediaan minyak mentah AS hingga akhir pekan lalu turun 708.000 barel menjadi 436 juta, jauh di bawah ekspektasi kenaikan 494.000 barel.

Sementara, stok minyak mentah di titik pengiriman WTI di Cushing, Oklahoma, naik 1,2 juta barel dibandingkan pekan sebelumnya. Kekhawatiran tentang kemungkinan penundaan penyelesaian perang dagang AS-China memicu trader untuk melakukan aksi jual.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent turun USD1,07 menjadi USD60,52 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI turun 48 sen (0,9%) menjadi USD55,06 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir menguat, sejalan dengan tingginya ekspektasi penurunan suku bunga The Fed. Tapi harga emas bertahan dalam kisaran yang ketat karena investor berhati-hati menunggu kejelasan kebijakan The Fed di masa mendatang. Masih adanya hambatan dalam perundingan fase pertama perjanjian dagang AS-China yang kemungkinan tidak siap untuk ditandatangani di Cile bulan depan, mendukung harga emas. Harga palladium melonjak hampir 2% menjadi USD1.815,78 per ounce, perak naik 0,3% menjadi USD17,85, dan platinum menguat 0,3% menjadi USD922,93.

  • Harga emas di pasar spot naik 0,5% menjadi USD1.494,16 per ounce.

  • Harga emas berjangka naik 0,4% menjadi USD1.496,70 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author