Bursa Pagi: Global-Regional Bergerak Turun, Sinyal Bearish Hambat Laju IHSG

Bursa Pagi: Global-Regional Bergerak Turun, Sinyal Bearish Hambat Laju IHSG

Posted by Written on 30 October 2019


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Rabu (30/10), dibuka cenderung melemah, terseret tekanan penurunan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street, jelang pengumuman penetapan suku bunga Federal Reserve AS yang dijadwalkan Rabu ini. Indeks MSCI Asia ex-Jepang turun 0,19%, dan harga minyak melemah pada pembukaan pasar Asia.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,5%, investor menunggu rilis indeks harga konsumen kuartal III pagi ini. Indeks berlanjut melorot 0,51% (-34,50 poin) ke level 6.710,90 pada pukul 8:00 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak turun 0,39% (-88,87 poin) ke posisi 22.885,87, setelah dibuka tergelincir 0,28%, kendati rilis data penjualan ritel periode September memperlihatkan kenaikan 9,1% (yoy), jauh melebihi ekspektasi kenaikan 6,9%. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka turun 0,35%, di tengah kemerosotan harga saham Samsung Electronics 1,17%, dan berlanjut menyusut 0,39% menjadi 2.084,57.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren pelemahan indeks acuan di bursa saham global dan regional, setelah berhasil mempertahankan manuvernya di zona hijau pada sesi perdagangan kemarin dan ditutup menguat 0,25% menjadi 6.281.

Indeks Hang Seng, Hongkong juga dibuka melemah 0,07% (-19,78 poin) menjadi 26.766,98 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China berkurang 0,16% ke posisi 2.949,46.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih tertahan di rentang konsolidasi berusaha mempertahankan tren  bullish  jangka pendek. Beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya peluang penguatan lanjutan dengan dibayangi sinyal bearish.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, melemahnya indeks bursa global seiring dengan sikap hati-hati investor menjelang pertemuan The Fed diprediksi akan menjadi sentimen negatif bagi indeks.

Sementara itu berlanjutnya rilis laporan keuangan emiten dalam negeri di 3Q19 serta menguatnya beberapa harga komoditas seperti CPO, timah dan batu bara diprediksi akan menjadi katalis positif di pasar. IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan  support  di level 6.250 dan resistance di level 6.310.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

Saham: BBCA (Buy, Support: Rp30.850, Resist: Rp31.350), SMRA (Buy, Support: Rp1.160, Resist: Rp1.215), 

MAPI (Buy, Support: Rp1.105, Resist: Rp1.165), GIAA (Buy, Support: Rp565, Resist: Rp615).

ETF: XIIC (Buy, Support: Rp1.129, Resist: Rp1.143), XDIF (Buy, Support: Rp499, Resist: Rp504), 

XPLC (Buy, Support: Rp502, Resist: Rp505).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir di zona merah. Investor berbalik arah sebelum keputusan suku bunga dari Federal Reserve yang diperkirakan akan diturunkan Rabu ini. Pasar juga mencerna laporan keuangan terbaru sejumlah emiten, termasuk saham  blue-chip  seperti Pfizer dan General Motors. Data FactSet menunjukkan 78% dari emiten S&P 500 yang telah melaporkan kinerjanya, mengalahkan ekspektasi analis. Investor juga berspekulasi bahwa kesepakatan perdagangan parsial AS-China akan ditandatangani bulan depan.

Saham Alphabet anjlok 2,2% karena membukukan laba di bawah ekspektasi. Sebaliknya Merck dan Pfizer melaporkan laba yang mengalahkan ekspektasi, kedua saham melonjak setidaknya 2,5%. Saham GM melonjak 4,3% karena melampaui ekspektasi laba tetapi memotong perkiraan setahun penuh. Boeing naik 2,4%, setelah CEO Boeing meminta maaf atas kecelakaan pesawat 737 MAX, tetapi membela tindakan perusahaan dalam mengembangkan pesawat pembawa maut itu.

  • S&P 500 melemah 0,08% (-2,53 poin) menjadi 3.036,89.

  • Dow Jones Industrial Average turun tipis 0,07% (-19,30 poin) di posisi 27.071,42.

  • Nasdaq Composite melorot 0,59% (-49,13 poin) ke level 8.276,85.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 0,74% menjadi USD25,46.
Bursa saham utama Eropa tadi malam juga ditutup melemah, para  trader  mencermati laporan keuangan emiten dan kemajuan perundingan dagang AS-China. Indeks STOXX 600 turun 0,16% menjadi 398,37, dipimpin kejatuhan harga saham telekomunikasi 1,8%, sementara sektor konstruksi dan bahan baku naik 0,7%. Perwakilan Dagang AS, mengatakan Washington sedang mengeksaminasi apakah akan memperpanjang pengecualian tarif impor China senilai USD34 miliar. Inggris kemungkinan akan menggelar pemilu sebelum Natal.

Saham BP anjlok 3,1% karena melaporkan penurunan laba bersih kuartal ketiga sebesar 41%. Saham developer energi angin lepas pantai, Orsted, terjungkal 7,4% setelah menurunkan target keuangan jangka panjang. Stora Enso, Finlandia, terpangkas 5% karena melaporkan penjualan dan laba operasional yang lebih rendah dari perkiraan. Perusahaan healthcare Jerman, Fresenius, melonjak 4,6% karena laba kuartal ketiga melampaui ekspektasi.

  • FTSE 100 London turun 0,34% (-25,02 poin) menjadi 7.306,26.

  • DAX 30 Frankfurt turun tipis 0,02% (-2,09 poin) di posisi 12.939,62.

  • CAC 40 Paris menguat 0,17% (9,57 poin) ke level 5.740,14

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup melemah sebelum rapat The Fed yang diperkirakan memangkas suku bunga. Pelemahan dolar juga dipicu oleh melemahnya kepercayaan konsumen AS pada Oktober. Poundsterling merosot setelah PM Boris Johnson mengantongi persetujuan awal parlemen untuk menggelar pemilu pada Desember.

Investor akan mencermati kesimpulan dari pertemuan dua hari bank sentral Amerika itu, dan dolar akan menguat jika The Fed mengindikasikan keengganan untuk menurunkan suku bunga. Indeks dolar, ukuran kurs  greenback  terhadap enam mata uang negara maju turun 0,08% menjadi 97,69.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.11140.0002+0.02%7:25 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.28670.0005+0.04%7:25 PM
Yen (USD-JPY)108.87-0.02-0.02%7:25 PM
Yuan (USD-CNY)7.0658-0.0025-0.04%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,035.007.50+0.05%4:31 AM

Sumber : Bloomberg.com, 29/10/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges pagi tadi berakhir melemah, investor fokus pada sinyal penurunan ketegangan perdagangan AS-China. Seorang pejabat pemerintah AS dikabarkan, mengatakan bahwa Washington dan Beijing terus menggarap perjanjian perdagangan sementara, tetapi mungkin tidak selesai sebelum para pertemuan pemimpin AS dan China di Cile, bulan depan.

Persediaan produk olahan AS diperkirakan menurun pekan lalu karena kilang beroperasi relatif rendah. Jajak pendapat Reuters memperkirakan, stok bensin kemungkinan turun 2,2 juta barel, sementara produk sulingan yang mencakup solar dan minyak pemanas, diperkirakan merosot 2,4 juta barel. Badan Informasi Energi AS menyatakan, produksi pengilangan AS melambat pada September karena perawatan musiman, dan hingga 18 Oktober lalu produksinya masih di kisaran 85% dari total kapasitas.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent turun 3 sen menjadi USD61,54 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI turun 27 sen menjadi USD55,54 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi juga ditutup turun, karena harapan untuk kesepakatan perdagangan AS-China mendongkrak sentimen risiko. Investor emas mencermati reaksi pasar keuangan terhadap rapat The Fed Rabu ini, dengan peluang 94% untuk penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin. Presiden AS Donald Trump memperkirakan akan menandatangani kesepakatan awal perdagangan dengan China lebih cepat dari jadwal.

Washington juga mempertimbangkan perpanjangan suspensi tarif atas barang-barang China senilai USD34 miliar. Harga palladium anjlok 1,1% menjadi USD1.780,17 per ounce, perak turun 0,3% menjadi USD17,81, dan platinum stabil di posisi USD918,79.

  • Harga emas di pasar spot turun 0,4% menjadi USD1.487,08 per ounce.

  • Harga emas berjangka turun 0,4% menjadi USD1.489,40 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author