Bursa Pagi: Global-Regional Menguat, IHSG Bullish Dibayangi Sinyal Bearish

Bursa Pagi: Global-Regional Menguat, IHSG Bullish Dibayangi Sinyal Bearish

Posted by Written on 29 October 2019


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (29/10), dibuka menguat, melanjutkan tren positif kenaikan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street, yang didukung pengumuman perpanjangan Brexit oleh Uni Eropa, dan optimisme pejabat AS dan China untuk segera menyelesaikan perundingan "fase satu". Indeks MSCI Asia ex-Jepang menguat 0,12%.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penguatan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,2%, di tengah perdagangan yang bervariasi, dan diwarnai kenaikan harga minyak pada pembukaan pasar Asia. Indeks menguat 0,17% (11,40 poin) menjadi 6.752,10 pada pukul 8:10 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang meningkat 0,59% (134,89 poin) ke level 23.002,16 setelah dibuka naik 0,42%, dan Topix melaju 0,65%, di tengah pelemahan yen. Indeks Kospi, Korea Selatan juga naik 0,31%, dan berlanjut naik 0,29% ke posisi 2.099,72.

Melanjutkan tren kenaikan global, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka meningkat 0,51% (136,30 poin) ke level 27.027,56 pada pukul 8:35 WIB. Namun indeks Shanghai Composite, China melemah tipis 0,03% di posisi 2.979,04.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren kenaikan indeks di bursa saham global dan regional, setelah mampu melawan tekanan jual pada sesi sebelumnya dan ditutup menguat 0,21% menjadi 6.265.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini berpeluang melanjutkan tren kenaikan, pembelian saham berkapitalisasi besar dan lapis dua diperkirakan akan mampu menahan indeks saham gabungan di atas level 6.250. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi penguatan lanjutan yang diimbangi dengan sinyal bearish.

Tim Riset Indi Premier berpendapat, optimisme investor kemajuan negosiasi dagang AS-China akan menjadi sentimen positif. Sementara itu melemahnya nilai tukar rupiah serta tertekannya sejumlah harga komoditas seperti minyak mentah, nikel, emas dan batu bara diprediksi akan menjadi katalis negatif di pasar.

IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan  support  di level 6.235 dan  resistance  di level 6.295.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: BMRI (Buy, Support: Rp6.875, Resist: Rp7.125), SMGR (Buy, Support: Rp12.550, Resist: Rp13.325), ICBP (Buy, Support: Rp11.450, Resist: Rp11.950), INKP (Buy, Support: Rp7.025, Resist: Rp7.425).

  • ETF: XPLQ (Buy, Support: Rp506, Resist: Rp509), XBLQ (Buy, Support: Rp487, Resist: Rp490), 

    XIIT (Buy, Support: Rp556, Resist: Rp560).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir menguat. Indeks S&P 500 mencapai rekor tertinggi, didukung laporan keuangan emiten yang kuat dan kemajuan dalam perundingan perdagangan AS-China.

Pejabat AS dan China mengatakan bahwa mereka "hampir menyelesaikan" beberapa bagian dari perjanjian perdagangan. Menurut FactSet, dari 206 perusahaan S&P 500 yang melaporkan kinerja keuangannga, hingga pagi tadi, 78% melampaui ekspektasi analis. Pasar menunggu rapat The Fed yang diperkirakan akan memotong suku bunga sebesar 25 basis poin untuk ketiga kalinya tahun ini.

Saham Microsoft melesat 2,5% karena memenangkan kontrak  cloud  senilai USD10 miliar dari Departemen Pertahanan AS. AT&T melejit lebih dari 4% setelah mengumumkan rencana tiga tahun. Walgreens melaju 0,7%, dan Spotify melambung 16,2%. Sepanjang Oktober, Apple melambung lebih dari 11% di tengah optimisme seputar penjualan iPhone 11, United Health meroket 13,7%, sementara J.P. Morgan Chase melonjak 7,5% di tengah ekspektasi bahwa suku bunga telah mencapai titik terendah.

  • S&P 500 meningkat 0,56% (16,87 poin) menjadi 3.039,42.

  • Dow Jones Industrial Average naik 0,49% (132,66 poin) ke posisi 27.090,72.

  • Nasdaq Composite Index melonjak 1,01% (82,87 poin) ke level 8.325,99.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,71% menjadi USD25,65.

Bursa saham utama Eropa tadi malam juga ditutup lebih tinggi, setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa perjanjian perdagangan "fase pertama" dengan China bakal ditandatangani lebih cepat dari jadwal. Di sisi lain, Presiden Dewan Eropa Donald Tusk mengumumkan bahwa Inggris bisa meninggalkan UE kapan saja sebelum 31 Januari, asalkan PM Boris Johnson dapat memperoleh persetujuan Brexit dari Parlemen. Pasar juga mengantisipasi rapat Komite Pasar Terbuka Federal ( FOMC ), Rabu besok.

Indeks STOXX 600 naik 0,25% menjadi 398,99, dipimpin kenaikan harga saham otomotif sebesar 1,9%. 

Sedangkan saham perbankan tergelincir 0,4% karena laporan laba yang mengecewakan dari HSBC . Saham HSBC anjlok 3,7% karena melaporkan penurunan laba sebelum pajak kuartal ketiga sebesar 18% (yoy). Philips melorot 1,3%, meskipun mampu meningkatkan EBITDA kuartal ketiga. Perusahaan biofarma Prancis, Eurofins Scientific, melonjak 3,6% setelah mengumumkan laba kuartal ketiga dan raksasa  game,  Ubisoft melambung 11,6% bangkit dari level terendah dua tahun pada Jumat lalu.

  • FTSE 100 London menguat 0,09% (6,81 poin) di posisi 7.331,28.

  • DAX 30 Frankfurt naik 0,37% (47,20 poin) ke level 12.941,71.

  • CAC 40 Paris bertambah 0,15% (8,42 poin) menjadi 5.730,57.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup melemah, tertekan optimisme bahwa AS dan China akan mencapai kesepakatan perdagangan, The Fed akan menggelar rapat Rabu pekan ini, sehingga mengurangi permintaan dolar sebagai  safe haven. The Fed diperkirakan akan memangkas suku bunga dan investor akan mencermati setiap indikasi kemungkinan pemotongan lebih lanjut. 

Poundsterling dan euro menguat setelah Uni Eropa menyetujui penundaan Brexit hingga 3 bulan. Indeks dolar, ukuran kurs  greenback  terhadap enam mata uang negara maju melemah 0,07% menjadi 97,764.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.1098-0.0002-0.02%7:30 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.2857-0.0006-0.05%7:30 PM
Yen (USD-JPY)108.970.02+0.02%7:30 PM
Yuan (USD-CNY)7.06830.0029+0.04%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,027.50-10.00-0.07%4:52 AM

Sumber : Bloomberg.com, 28/10/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak melemah, setelah kenaikan empat sesi berturut-turut. Pasar mengekspektasikan stok minyak mentah AS bakal naik dan kekhawatiran tentang data industri China yang lemah, mengimbangi harapan kenaikan permintaan minyak karena kemajuan dalam perundingan perdagangan AS-China. Harga Brent dan WTI sempat melesat ke level tertinggi dalam sebulan di awal sesi, menembus USD62,34 dan USD56,92 per barel.

Para pedagangan mengungkapkan, data Genscape memperlihatkan adanya lonjakan stok minyak mentah AS, sebesar 1,5 juta barel pada akhir pekan lalu. Jajak pendapat Reuters memperkirakan, total persediaan minyak mentah AS meningkat sekitar 700.000 barel pada pekan lalu. Keuntungan perusahaan industri China turun untuk bulan kedua berturut-turut pada September karena harga produsen terus merosot.

Harga minyak mentah berjangka Brent, turun 45 sen (-0,7%) menjadi USD61,57 per barel.

Harga minyak mentah berjangka WTI turun 85 sen (-1,5%) menjadi USD55,81 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir dengan menurun hampir 1% karena optimisme seputar kesepakatan AS-China. Namun menurut survei Reuters, pertumbuhan global yang rapuh dan prospek suku bunga lebih rendah untuk waktu yang lebih lama, akan tetap meningkatkan daya tarik emas. Pedagang juga menunggu pertemuan Federal Reserve 29-30 Oktober, yang diperkirakan akan memangkas suku bunga.

Palladium melonjak 2,1% menembus USD1.800 per ounce untuk kali pertama, memperpanjang rekor yang dipicu oleh kekurangan pasokan dan diperkirakan akan menembus USD2.000 tahun depan. Sementara itu platinum merosot sekitar 1% menjadi USD917,39 per ounce, dan harga perak turun 0,9% menjadi USDD 17,86.

  • Harga emas di pasar spot, turun 0,8% menjadi USD1,492.17 per ounce.

  • Harga emas berjangka turun 0,6%menjadi USD1.495,80 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author