Bursa Pagi: Global-Regional Melemah, IHSG Bullish di Area Jenuh Beli

Bursa Pagi: Global-Regional Melemah, IHSG Bullish di Area Jenuh Beli

Posted by Written on 23 October 2019


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Rabu (23/10), dibuka turun, merespon pergerakan indeks di bursa saham utama Eropa dan AS yang kurang bergairah, terpengaruh oleh perkembangan Brexit yang kurang menggembirakan, kendati perundingan dagang AS-China menunjukkan kemajuan. Indeks MSCI Asia eks-Jepang turun 0,15%.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kejatuhan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,51%, diwarnai pelemahan harga minyak pada pembukaan pasar Asia. Indeks berlanjut turun 0,32% (-21,40 poin) menjadi 6.650,80 pada pukul 8:20 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak menguat 0,24% (54,47 poin) ke posisi 22.603,37, setelah dibuka dari libur dengan penurunan 0,27%, di tengah penguatan yen terhadap dolar AS. Indeks Kospi, Korea Selatan, juga dibuka melemah 0,27% dan ber,anjut berkurang 0,13% di level 2.086,13.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka sedikit melemah 0,05% (-14,22 poin) di posisi 26.771,98 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China juga melemah 0,05% di level 2.952,97.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada kecenderungan pelemahan indeks acuan di bursa saham global dan regional, setelah berhasil bermanuver di teritori positif pada sesi perdagangan kemarin dan ditutup lebih tinggi 0,43% ke level 6.225.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih berpeluang melanjutkan tren bullish didukung capital inflow sehingga mengurangi risiko penurunan di rentang konsolidasi. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi  bullish continuation  secara terbatas di area yang cukup mahal dengan momentum jenuh beli.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, melemahnya indeks bursa global seiring dengan mengecewakannya laporan keuangan dari sejumlah emiten, diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. Di sisi lain, menguatnya nilai tukar rupiah serta sebagian besar harga komoditas diprediksi akan menjadi katalis positif bagi indeks.

Investor juga akan mencermati pengumuman resmi kabinet pada pemerintah Jokowi periode kedua. IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan  support  di level 6.190 dan  resistance  di level 6.255.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: JSMR (Buy, Support: Rp5.575, Resist: Rp5.725), ISAT (Buy, Support: Rp3.160, Resist: Rp3.640), 
  • BBRI (Buy, Support: Rp4.080, Resist: Rp4.200), UNVR (Buy, Support: Rp43.425, Resist : Rp44.475).

  • ETF: XISI (Buy, Support: Rp349, Resist: Rp356), XISC (Buy, Support: Rp728, Resist: Rp737), 

    XPES (Buy, Support: Rp429, Resist: Rp438).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir melemah, investor mencermati laporan keuangan dari sejumlah perusahaan seperti McDonald, Travelers, Procter & Gamble dan United Technologies. Indeks berbalik lebih rendah setelah anggota parlemen Inggris menolak kerangka waktu terbatas untuk meninjau kesepakatan tentang Brexit. Investor juga mencermati perdagangan global setelah Wakil Menteri Luar Negeri China mengatakan Beijing dan Washington mencapai beberapa kemajuan dalam perundingan perdagangan.

Saham McDonald anjlok 5% dan Travelers rontok lebih dari 8% setelah melaporkan laba yang meleset dari perkiraan. Saham United Technologies melonjak 2,2% dan Procter & Gamble melejit 2,6% setelah laporan keuangannya melampaui ekspektasi. Lebih dari 19% perusahaan S&P 500 telah melaporkan kinerja triwulanan, dan hampir 80% mengalahkan ekspektasi laba. Saham Biogen melambung lebih dari 26%, mendongkrak ETF iShares Nasdaq Biotechnology (IBB) sebesar 1,7%. Under Armor melesat 6,9%, produsen mainan Hasbro longsor 16,8%.

  • Dow Jones Industrial Average melemah 0,15% (-39,54 poin) menjai 26.788,10.

  • S&P 500 turun 0,36% (-10,73 poin) ke posisi 2.995,99.

  • Nasdaq Composite melorot 0,72% (-58,69 poin) ke level 8.104,30.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,44% menjadi USD25,26.

Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup menguat, di tengah perdebatan anggota parlemen Inggris tentang RUU Brexit yang diusung PM Boris Johnson menjelang dua pemungutan suara yang sangat krusial. 

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri China Le Yucheng, Selasa, mengatakan resolusi kemajuan perundingan AS-China dapat dicapai jika rasa saling menghormati dipertahankan. Indeks STOXX 600 naik tipis 0,09% menjadi 394,54, dipimpin kenaikan harga saham minyak dan gas sebesar 1,3%, namun sektor perjalanan dan wisata anjlok 1%.

Saham Novartis naik 1%, karena melaporkan kenaikan laba kuartal III-2019. Saham Just Eat melonjak 24% setelah Prosus mengumumkan penawaran senilai USD6,34 miliar untuk layanan pengiriman makanan, melampaui tawaran perusahaan Belanda, Takeaway.com. Saham Takeaway dan rivalnya, Delivery Hero, masing-masing naik 2% dan 3,4%. Saham perusahaan travel, Tui, anjlok 7% setelah Morgan Stanley menurunkan rekomendasi dan target harga sahamnya. Emiten  healthcare  Jerman, Fresenius, meorosot 6% sementara pabrikan  chip  adal Austria, AMS,melorot 3,6%.

  • FTSE 100 London naik 0,68% (48,85) ke posisi 7.212,49.

  • DAX 30 Frankfurt menguat tipis 0,05% (6,73 poin) di level 12.754,69.

  • CAC 40 Paris bertambah 0,17% (9,34 poin) menjadi 5.657,69.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir menguat di tengah pelemahan poundsterling dan euro, setelah anggota parlemen Inggris menolak jadwal waktu Brexit yang diusulkan pemerintah, Namun pasar menilai peluang Brexit tanpa kesepakatan dengan Uni Eropa dipandang sangat kecil.

Poundsterling melorot setelah PM Boris Johnson mengancam Parlemen Inggris, jika legislasi Brexit tertunda dia mengabaikan upayanya untuk meratifikasi kesepakatan Brexit dan mendorong pemilu. Euro turun selain karena terpengaruh Brexit juga oleh perselisihan dagang AS-China. Indeks dolar, ukuran kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju menguat 0,20% menjadi 97,526.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.11290.0004+0.04%7:53 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.28830.0011+0.09%7:53 PM
Yen (USD-JPY)108.490.000.00%7:53 PM
Yuan (USD-CNY)7.07690.0039+0.06%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,040.50-40.00-0.28%4:58 AM

Sumber : Bloomberg.com, 22/10/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak menguat, setelah OPEC + diberitakan akan mempertimbangkan pengurangan produksi yang lebih besar dalam pertemuan akhir tahun ini. Harga minyak juga menguat di sesi awal setelah Wakil Menteri Luar Negeri China Le Yucheng, mengisyaratkan kemajuan dalam perundingan perdagangan dengan AS.

Namun kenaikan harga minyak dibatasi oleh perkiraan peningkatan stok minyak mentah AS. Jajak pendapat Reuters memperkirakan, stok minyak mentah AS diperkirakan meningkat selama enam minggu berturut-turut, sementara stok bensin dan produk penyulingan kemungkinan turun hingga akhir pekan lalu. Goldman Sachs memangkas perkiraan pertumbuhan  shale-oil  AS pada 2020, dan sedikit mengurangi prospek pertumbuhan permintaan minyak global tahun 2020

  • Harga minyak mentah berjangka Brent, naik 1% menjadi USD59,59 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik 1,6% menjadi USD54,16 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup dalam kisaran ketat, karena investor berhati-hati menjelang pemungutan suara Brexit, sementara fokus bergeser ke sikap Federal Reserve tentang penurunan suku bunga. PM Inggris menghadapi dua pemungutan suara krusial di parlemen yang akan memutuskan apakah dia dapat memenuhi janjinya untuk memimpin Inggris keluar dari Uni Eropa dalam waktu sembilan hari. Investor juga menunggu pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve, akhir bulan ini, untuk kejelasan lebih lanjut tentang penurunan suku bunga 2019.

Optimisme seputar perdagangan AS-China sedikit menekan harga emas, namun kepemilikan ETF emas yang dilacak oleh Refinitiv melonjak ke level tertinggi sejak pertengahan 2013. Harga perak tergelincir 0,5% menjadi USD17,48 per ounce, platinum naik 0,3% menjadi USD890,50, dan palladium melemah 0,1% menjadi USD1.756,03.

  • Harga emas di pasar spot stabil di posisi USD1.484,60 per ounce.

  • Harga emas berjangka sebagian besar tidak berubah di level USD1.487,5 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author