Bursa Pagi: Global-Regional Melaju, IHSG Bullish Masuk Area Jenuh Beli

Bursa Pagi: Global-Regional Melaju, IHSG Bullish Masuk Area Jenuh Beli

Posted by Written on 22 October 2019


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (22/10), dibuka cenderung menguat, melanjutkan tren penutupan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street. Pasar merespon positif perkembangan upaya perundingan dagang AS-China meskipun Inggris gagal memastikan kelancaran Brexit.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,26%, didukung kenaikan harga saham sektor energi sebesar 1,04% dan pertambangan 0,59%. Indeks berlanjut menguat 0,23% (15,60 poin) menjadi 6.668,10 pada pukul 8:25 WIB.

Pada jam yang sama indeks Kospi, Korea Selatan melonjak 0,91% (18,78 poin) ke level 2.083,62, setelah dibuka melaju 0,77% di tengah kenaikan harga saham produsen chips. Saham Samsung dan SK Hynix masing-masing melonjak 1,19% dan 1,03%.Bursa saham Jepang hari ini libur.

Melanjutkan tren kenaikan, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik 0,33% (88,13 poin) menjadi 26.813,81 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China menguat 0,20% ke posisi 2.945,60.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren penguatan indeks di bursa saham global dan regional, setelah berhasil mempertahankan posisinya di teritori positif pada akhir sesi perdagangan kemarin dan ditutup menguat 0,11% menjadi 6.198.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini berpeluang melanjutkan melanjutkan tren  bullish,  meski masih dibayangi serangan aksi jual, di tengah upaya keluar dari rentang koreksi. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi  bullish continuation  memasuki area jenuh beli.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, optimisme investor terkait perundingan dagang AS-China, setelah adanya pernyataan dari Wakil Perdana Menteri China Liu He bahwa kedua belah pihak telah membuat kemajuan yang substansial dalam hal perdagangan, diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar.

Sementara itu menguatnya nilai tukar rupiah serta harga batu bara juga diprediksi akan menambah katalis positif di pasar. IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan support di level 6.170 dan resistance di level 6.230.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: TBIG (Buy, Support: Rp6.375, Resist: Rp6.825), CTRA (Buy, Support: Rp1.135, Resist: Rp1.180), 

    SSIA (Buy, Support: Rp775, Resist: Rp800), ICBP (Buy, Support: Rp11.275, Resist : Rp11.600).

  • ETF: XPID (Buy, Support: Rp524, Resist: Rp533), XPDV (Buy, Support: Rp465, Resist: Rp470), 

    XIJI (Buy, Support: Rp688, Resist: Rp698).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup menguat, didorong optimisme seputar perundingan perdagangan AS-China serta musim laporan keuangan perusahaan. Saham Apple melonjak lebih dari 1,5% setelah analis menaikkan target harga raksasa teknologi itu, mengimbangi kejatuhan saham Boeing 3,8%. 

Musim laporan keuangan dimulai dengan awal yang kuat dari beberapa emiten seperti J.P. Morgan Chase, Bank of America, Netflix dan Citigroup. Lebih dari 120 emiten dalam komponen S&P 500 siap merilis laporan keuangan. Analis yang disurvei FactSet memperkirakan laba emiten S&P 500 secara keseluruhan untuk kuartal ketiga turun 4,7%.

Wakil Perdana Menteri China, Liu He, akhir pekan lalu mengatakan Beijing akan bekerja sama dengan Washington untuk mengatasi masalah perdagangan satu sama lain. Dia juga mengatakan kedua belah pihak membuat "kemajuan substansial" dalam perdagangan. Presiden AS Donald Trump berharap kesepakatan perdagangan AS-China akan dapat ditandatangani di pertemuan Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik ( APEC ) di Cile, pertengahan November.

  • S&P 500 naik 0,69% (20,52 poin) menjadi 3.006,72.

  • Nasdaq Composite melaju 0,91% (73,44 poin) ke level 8.162,99.

  • Dow Jones Industrial Average bertambah 0,21% (57,44 poin) ke posisi 26.827,64.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,88% menjadi USD25,15.

Bursa saham utama Eropa tadi malam juga berakhir menguat, meski ada ketidakpastian baru setelah parlemen Inggris menolak mengambil suara atas kesepakatan Brexit yang diusulkan PM Boris Johnson. Parleman menghendaki batas waktu Brexit hingga 31 Januari, sehingga membuka kemungkinan pemilihan umum baru di Inggris. Sejumlah pemimpin Eropa menyatakan bahwa rancangan kesepakatan Brexit yang ada merupakan skenario yang paling sedikit menimbulkan kerusakan baik bagi Inggris maupun Uni Eropa.

Indeks STOXX 600 naik 0,61% menjadi 394,22, dipimpin lonjakan harga saham sektor pertambangan dasar dan perbankan sebear 2%. Harga saham makanan dan minuman tergelincir 0,3%. Saham perusahaan engineering  Swedia, Atlas Copco, melejit 9,4% ke puncak STOXX 600. Saham perusahaan teknologi daur ulang Norwegia, Tomra Systems, melejit 8%. Sedangkan Fabege,Swedia, anjlok 8,5% , dan Micro Focus terperosok 7%. Saham Smith & Nephew rontok 9% ke level terendah tiga bulan.

  • FTSE 100 London menguat 0,18% (13,07 poin) menjadi 7.163,64.

  • DAX 30 Frankfurt melompat 0,91% (114,36 poin) ke level 12.747,96.

  • CAC 40 Paris naik 0,22% (12,10 poin) ke posisi 5.648,35.


Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup menguat, diuntungkan oleh ketidakjelasan kelanjutan negosiasi Brexit, dan dolar Kanada menguat sebelum hasil pemilihan perdana menteri diumumkan. Dolar sempat terpuruk di awal sesi karena penguatan poundsterling dan euro yang didorong oleh optimisme Brexit. Dolar berbalik arah setelah Parlemen Inggris, menolak untuk menggelar pemungutan suara Brexit.

Dolar AS tertekan oleh sejumlah data AS yang melemah, termasuk penurunan penjualan ritel pada periode September karena rumah tangga mengurangi pembelian kendaraan, bahan bangunan, hobi, dan belanja online. 

Indeks dolar, yang mengukur kurs  greenback  terhadap enam mata uang negara maju menguat 0,05% menjadi 97,328.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.1149-0.0001-0.01%7:29 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.29650.0005+0.04%7:30 PM
Yen (USD-JPY)108.620.000.00%7:29 PM
Yuan (USD-CNY)7.0730-0.0087-0.12%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,080.50-67.00-0.47%4:55 AM

Sumber : Bloomberg.com, 21/10/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi tadi bergerak melemah. Harga minyak anjlok hampir 1% setelah komentar dari pejabat AS tentang perang dagang AS-China. Meski Presiden Trump menginginkan penandatanganan kesepakatan dengan China pada KTT APEC November nanti, Menteri Perdagangan AS mengatakan kesepakatan perdagangan awal tidak harus diselesaikan bulan depan.

Sementara itu, China mengupayakan sanksi pembalasan senilai USD2,4 miliar terhadap AS karena ketidakpatuhannya terhadap keputusan WTO dalam kasus tarif di era Presiden Barack Obama. Rusia mengakui tidak memenuhi komitmen pengurangan pasokan pada September karena peningkatan output  kondensat gas alam menjelang musim dingin. Data Euroilstock menyebutkan produksi kilang Eropa pada September turun 4% dari bulan sebelumnya, atau 4,2% ( year-on-year ). Produksi mencapai 10,451 juta barel per hari (bph), dengan  output  menurun di semua produk olahan.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent turun 46 sen (0,8%) menjadi USD58,96 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI turun 47 sen (0,9%) menjadi USD53,31 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi juga berakhir melemah di tengah meningkatnya minat terhadap aset berisiko. Investor menunggu kejelasan lebih lanjut dari Federal Reserve tentang kemungkinan penurunan suku bunga tahun ini. Minat terhadap aset berisiko meningkat pada harapan resolusi bagi perang perdagangan AS-China yang berkepanjangan dan Inggris menghindari keluar dari Uni Eropa tanpa kesepakatan. Dolar sedikit rebound, menekan emas.

Emas melonjak sekitar 16% sepanjang tahun ini , terutama didorong oleh harapan penurunan suku bunga lebih lanjut oleh The Fed. Federal fund futures menunjukkan pedagang melihat peluang 87% untuk penurunan suku bunga 25 basis poin dalam rapat kebijakan The Fed akhir bulan ini. Sementara itu, hedge fund dan money manager memangkas posisi  bullish  mereka pada kontrak emas dan perak COMEX dalam pekan hingga 15 Oktober. Harga perak naik 0,1% menjadi USD17,56 per ounce, platinum turun 0,2% menjadi USD887,09, dan palladium menguat 0,1% menjadi USD1.756,55.

  • Harga emas di pasar spot turun 0,3% menjadi USD1.485,03 per ounce.

  • Harga emas berjangka melemah 0,4% menjadi USD1.488,10 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author