Bursa Pagi: Global-Regional Beda Arah, Potensi Laju IHSG Dibayangi Koreksi

Bursa Pagi: Global-Regional Beda Arah, Potensi Laju IHSG Dibayangi Koreksi

Posted by Written on 15 October 2019


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (15/10), dibuka mixed cenderung menguat, investor bersikap berhati-hati seiring meredupnya optimisme kesepakatan dagang AS-China dan perundingan Brexit yang telah menekan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penguatan tipis indeks ASX 200, Australia sebesar 0,05%, didukung penguatan harga saham sektor keuangan sebesar 0,29%. Namun harga saham sektor energi dan pertambangan dasar berguguran, masing-masing sebesar 0,57% dan 0,96%. Indeks berlanjut menguat 0,11% (7,30 poin) menjadi 6.649,90 pada pukul 8:20 WIB.

Pada jam indeks Nikkei 225, Jepang melesat 1,60% (349,16 poin) ke level 22.148,03, setelah mengakhiri libur panjang akhir pekan dengan dibuka melonjak 1,33%, dan Topix melompat 1,31%. Indeks Kospi, Korea Selatan bergerak sedikit menguat di level 2.067,92, dan berlanjut menguat tipis 0,04% di posisi 2.068,30.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik 0,33% (87,28 poin) menjadi 26.609,13 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China melemah 0,07% di posisi 3.005,66.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren pergerakan indeks acuan yang bervariasi di bursa saham global dan regional, setelah kemarin berhasil mempertahankan manuvernya di zona hijau dan ditutup melaju 0,35% ke level 6.126.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih berpotensi melanjutkan tren kenaikan, didukung rilis data neraca perdagangan dari Badan Pusat Statistik hari ini. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi koreksi, dengan sinyal penguatan lanjutan yang bergerak ke area jenuh beli.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, kekhawatiran investor terkait ketidakjelasan kesepakatan AS-China - setelah China menginginkan pembicaraan tambahan dengan AS sebelum menandatangani perjanjian fase pertama -diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. Di sisi lain, menguatnya sejumlah harga komoditas seperti timah, emas dan batu bara diprediksi akan menjadi katalis positif di pasar.

Dari dalam negeri, investor juga akan mencermati data neraca dagang pada bulan September yang berdasarkan konsensus akan mencatatkan surplus sebesar USD0,1 milyar. IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan  support  di level 6.090 dan  resistance  di level 6.160.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: JSMR (Buy, Support: Rp5.550, Resist: Rp5.700), ISAT (Buy, Support: Rp2.770, Resist: Rp3.300), 

    SMRA (Buy, Support: Rp1.150, Resist: Rp1.180), UNVR (Buy, Support: Rp44.200, Resist : Rp44.800).

  • ETF: XIPI (Buy, Support: Rp168, Resist: Rp170), XIIF (Buy, Support: Rp620, Resist: Rp630), 

    XPFT (Buy, Support: Rp520, Resist: Rp527).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir melemah, tertekan oleh kekhawatiran baru seputar kesepakatan perdagangan AS-China. China dikabarkan menginginkan perundingan perdagangan tambahan sebelum menandatangani apa yang dikatakan Presiden AS Donald Trump, sebagai "kesepakatan fase pertama yang sangat substansial." Sedangkan media pemerintah China mengatakan kedua belah pihak membuat "kemajuan substansial" tetapi tidak menggunakan kata "kesepakatan". Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan kenaikan tarif Desember terhadap produk China akan dilakukan jika kesepakatan tidak tercapai saat itu.

Di sisi lain, investor bersiap untuk memulai musim laporan keuangan. Citigroup, Goldman Sachs, J.P. Morgan Chase dan Wells Fargo dijadwalkan mengumumkan laporan keuangan hari ini. Menurut Fact Set, analis memperkirakan laba kuartal ketiga saham-saham S&P 500 anjlok 4,6% (yoy). Saham Boeing turun 0,5% persen setelah mengumumkan pergantian chairman.

  • Dow Jones Industrial Average turun 0,11% (-29,23 poin) menjadi 26.787,36.

  • S&P 500 berkurang 0,14% (-4,12 poin) ke posisi 2.966,15.

  • Nasdaq Composite Index melemah 0,10% (-8,39 poin) ke level 8.048,65.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,12% menjadi USD24,30.

Bursa saham utama Eropa tadi malam juga ditutup melemah, para  trader  mencermati perkembangan Brexit, dan rincian perjanjian perdagangan parsial AS-China. Indeks STOXX 600 turun 0,49% menjadi 389,69, dipimpin kejatuhan harga saham sektor pertambangan dasar lebih dari 2%.China dikabarkan ingin melakukan putaran perundingan lain sebelum menandatangani fase pertama kesepakatan dan menghendaki AS membatalkan kenaikan tarif yang direncanakan untuk Desember. .

Di Inggris, investor menunggu pidato Ratu, pembukaan resmi Parlemen yang akan menetapkan rencana pemerintah di bawah Perdana Menteri Boris Johnson. Inggris dan Uni Eropa masih terpecah dalam pengaturan kepabeanan, dan mereka berusaha untuk menuntaskan kesepakatan Brexit sebelum batas waktu 31 Oktober. Ketegangan perdagangan lebih lanjut bisa terjadi setelah WTO memberi AS hak untuk memberlakukan tarif pada produk UE bulan ini. Sementara itu, rilis data perdagangan China periode September lebih buruk dari perkiraan, ekspor turun 3,2%, dan impor anjlok 8,5%

  • FTSE 100 London turun 0,46% (-33,63 poin) menjadi 7.213,45.

  • DAX 30 Frankfurt melemah 0,20% (-25,09 poin) ke posisi 12.486,56.

  • CAC 40 Paris berkurang 0,40% (-22,40 poin) ke level 5.643,08.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup menguat seiring meredupnya optimisme terhadap kesepakatan perdagangan AS-China. Para pejabat di kedua belah pihak mengatakan bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan sebelum kesepakatan dapat dicapai. Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin, juga mengatakan, Senin, putaran tambahan tarif terhadap impor China kemungkinan akan diberlakukan jika kesepakatan perdagangan belum tercapai. Investor juga mengkhawatirkan keberlanjutan perundingan Brexit.

Di Eropa, untuk memuluskan Brexit, para diplomat mengindikasikan Uni Eropa menginginkan lebih banyak konsesi dari Inggris dan menyatakan kesepakatan penuh tidak mungkin dilakukan pekan ini. Mata uang  safe-haven , franc Swiss dan yen Jepang sedikit menguat terhadap dolar AS, sementara euro dan poundsterling melemah. Indeks dolar, ukuran kurs  greenback  terhadap enam mata uang negara maju naik 0,16% menjadi 98,454.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.1025-0.0002-0.02%7:55 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.26090.0001+0.01%7:55 PM
Yen (USD-JPY)108.400.000.00%7:55 PM
Yuan (USD-CNY)7.0675-0.0217-0.31%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,139.502.00+0.01%4:51 AM

Sumber : Bloomberg.com, 15/10/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak turun, dan ditutup anjlok sekitar 2%. Pasar mengkhawatirkan bahwa permintaan global akan tetap di bawah tekanan karena minimnya detail kesepakatan perdagangan AS-China. Harga minyak juga tertekan oleh penguatan dolar AS dan kekhawatiran berkelanjutan tentang Brexit.

Optimisme bahwa negosiasi perdagangan akan segera tercapai, memudar kembali karena China mengindikasikan perlunya pembicaraan lebih lanjut, dan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan tarif impor China pada 15 Desember tetap berlaku jika kesepakatan belum tercapai. Harga minyak sedikit tertahan oleh kekhawatiran bahwa ketegangan di sepanjang perbatasan Suriah dan Turki dapat mempengaruhi  output  dan ekspor minyak Irak. Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengatakan tidak ada pembicaraan yang sedang berlangsung untuk mengubah kesepakatan OPEC+.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent, turun USD1,16 (-1,92%) menjadi USD59,35 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI, turun USD1,11 (-2,03%) menjadi USD53,59 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir menguat karena optimisme terhadap kesepakatan perdagangan AS-China memudar. Penguatan dolar AS meredam laju harga emas. Harga palladium menembus level tertinggi sepanjang masa didorong oleh minimnya pasokan.

China ingin mengadakan putaran perundingan perdagangan pada akhir Oktober untuk memaparkan rincian lebih lanjut sebelum Beijing menandatangani kesepakatan perdagangan. Di Eropa, investor akan fokus pada pertemuan puncak Uni Eropa-Inggris di Brussels, pekan ini. Para diplomat mengindikasikan UE menginginkan lebih banyak konsesi. Harga palladium melonjak sekitar 1% menjadi USD1.715,49 per ounce, perak naik 0,8% menjadi USD17,67, dan platinum menguat 0,1% menjadi USD890,12.

  • Harga emas di pasar spot naik 0,3% menjadi USD1.493,33 per ounce.

  • Harga emas berjangka naik 0,6% menjadi USD1.497,6 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author