Bursa Sore: Sempat Variatif, IHSG Finis di Zona Aman

Bursa Sore: Sempat Variatif, IHSG Finis di Zona Aman

Posted by Written on 14 October 2019


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) bangkit kembali dan finis di zona hijau pada perdagangan hari Senin (14/10). Indeks menguat 21 poin (+0,35 persen) ke level 6.126.

Indeks LQ45 +0,68% ke 954. Indeks IDX30 +0,66% ke level 519. Indeks IDX80 +0,63% ke 135. Indeks JII +0,62% ke posisi 676. Indeks Kompas100 +0,71% ke 1.225. Indeks Sri Kehati +0,55 persen ke 381. Indeks SMInfra18 +1,37 persen ke level 318.

IHSG bergerak di zona hijau hingga sesi I berakhir ditopang optimisme pasar sehubungan kesepakatan damai konflk dagang secara parsial antara AS dan China. Namun pada sesi sore, IHSG sempat variatif seiring pelaku pasar bersikap hati-hati karena kesepakatan parsial tersebut dinilai kurang detil. Sementara itu pasar regional konsisten menguat di zona hijau.

Saham-saham teraktif: FRENLMASMAMIKPIGMSINTCPIMNCN

Saham-saham top gainers LQ45: BTPSCPININTPJPFAINKPSMGRTKIM

Saham-saham top losers LQ45: ICBPERAAPGASBBNIASIIPTBASCMA

Nilai transaksi mencapai Rp8,25 triliun. Volume trading sebanyak 157,45 juta lot saham. Investor asing membukukan jual bersih -Rp383,95 miliar.

Nilai tukar rupiah turun -0,08 persen ke level Rp14.135 terhadap USD (04.00 pm).


Bursa Asia

Market saham Asia menguat pada perdagangan hari Senin (14/10) seiring sinyal kemajuan dalam negosiasi konflik dagang AS vs China memicu animo ke aset berisiko. Namun di sisi lain pasar juga masih khawatir kerusakan yang terjadi pada ekonomi global.

Indeks MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk market saham Jepang) menguat 1,1 persen.

Market saham China ke zona menguat saat akhir sesi. Indeks Shenzhen Composite menguat 1,43 persen ke 1.660. Indeks Shenzhen Component naik 1,24 persen ke posisi 9.786. Ekspor China periode September turun 3,2 persen dan impor turun 8,5 persen. Pada periode tersebut China membukukan surplus perdagangan sebesar USD 39,65 miliar.

Sentimen pasar terdorong ketika Presiden AS Donald Trump menguraikan fase pertama dari kesepakatan untuk mengakhiri perang dagang dengan China dan menangguhkan kenaikan tarif impor. Meskipun demikian para pejabat kedua negara menyatakan masih banyak PR yang harus dikerjakan.

Para analis menyarankan pelaku agar tetap berhati-hati. "Telah tampak gencatan senjata perang dagang dan kemudian rusak," kata Tai Hui, Analis JP Morgan Asset Management kawasan Asia seperti dikutip Reuters.

Menurut Hui, ancaman terhadap pertumbuhan global adalah capex emiten yang lemah dan berpotensi meluas ke sektor konsumen.

Di pasar saham Hong Kong Indeks Hang Seng juga bergerak ke zona hijau. Di bursa Korsel, Indeks Kospi naik 1,11 persen ke 2.067. Saham Samsung dan SK Hynix naik masing-masing 1,73 persen dan 0,63 persen.

Sedangkan Indeks ASX 200 di bursa Australia rebound 0,54 persen ke 6.642 dengan dukungan sektor finansial yang naik 0,65 persen.

Indeks dolar AS melorot ke level 98,436 dibandingkan sesi pekan kemarin pada posisi 98,700.

Nilai tukar yen melemah ke posisi 108,2 terhadap USD dibanding posisi sesi pekan lalu di level 107,00 yen.
Dolar Australia melaju ke posisi $0,6775 dibanding sesi sebelumnya pada level $0,6769.

Indeks Shanghai (China) +1,15% ke posisi 3.007.

Indeks Hang Seng (Hong Kong) +0,81% pada level 26.521.

Indeks Straits Times (Singapura) +0,31% pada level 3.123.


Bursa Eropa

Market saham Eropa memerah saat menit-menit awal pada perdagangan hari Senin (14/10) pagi waktu setempat. Pasar Eropa merespon pelemahan data neraca perdagangan China periode September.

Indeks DAX (Jerman) -0,48 persen ke level 12.451.

Indeks FTSE (Inggris) -0,42 persen pada posisi 7.216.

Indeks CAC (Perancis) -0,67 persen di level 5.627.


Oil

Harga minyak melemah di sesi sore pada perdagangan hari Senin (14/10) seiring kurangnya detil kesepakatan damai perang dagang fase I antara AS vs China. Mengurangi optimisme pekan lalu yang membantu penguatan pasar minyak mentah.

Minyak Brent turun 25 sen ke harga USD 60,26 per barel (04:36 GMT). Minyak WTI turun 25 sen ke harga USD 54,45 per barel.


(cnbc/reuters/awj/idx)

Sumber : admin

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author