Bursa Sore: Penjualan Ritel Lesu, IHSG Terkoreksi Lagi

Bursa Sore: Penjualan Ritel Lesu, IHSG Terkoreksi Lagi

Posted by Written on 09 October 2019


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) finis di zona merah pada perdagangan hari Rabu (09/10). Indeks melemah -11 poin (-0,17 persen) ke level 6.029.

Indeks LQ45 -0,35% ke 934. Indeks IDX30 -0,41% ke level 509. Indeks IDX80 -0,36% ke 133. Indeks JII -0,79% ke posisi 664. Indeks Kompas100 -0,33% ke 1.199. Indeks Sri Kehati -0,36 persen ke 375. Indeks SMInfra18 -0,37 persen ke level 307.

Tim Analis Indo Premier Sekuritas menilai pelemahan IHSG dipicu tekanan pada saham konsumer seiring data penjualan ritel periode Agustus yang mengecewakan. Penjualan ritel hanya tumbuh 1,1 persen (YoY) dibandingkan bulan lalu yang naik 2,4 persen (YoY).

Saham-saham teraktif: MAMIMNCNFRENIPTVTCPIIPTV-W, PSAB

Saham-saham top gainers LQ45: ANTMMNCNLPPFTPIABSDEINKPITMG

Saham-saham top losers LQ45: EXCLINTPSCMABBCA,PGASTKIMKLBF

Nilai transaksi mencapai Rp7,76 triliun. Volume trading sebanyak 157,71 juta lot saham. Investor asing membukukan jual bersih -Rp33,37 miliar.

Nilai tukar rupiah melemah -0,11 persen ke level Rp14.165 terhadap USD (04.00 pm).


Bursa Asia

Sebagian besar market saham Asia melemah pada perdagangan hari Rabu (09/10). AS dan China buntu dalam penyelesaian konflik dagang, sebaliknya kedua negara memperluas konflik dagang dan kebijakan luar negeri. Konflik menunjukkan sedikit sinyal akan berakhir, membebani pertumbuhan ekonomi global.

"Sengketa perdagangan antara AS versus China tidak menunjukkan tanda-tanda berakhir. Kami kehilangan kepercayaan terhadap ekonomi AS. Ada lebih banyak ketidakpastian tentang ke mana arah the Fed sebenarnya," kata Kiyoshi Ishigane, Analis pada Mitsubishi UFJ Kokusai Asset Management Co seperti dikutip Reuters.

Departemen Luar Negeri AS mengumumkan pembatasan visa sehari setelah Departemten Perdagangan AS mengutip kekerasan terhadap muslim Uighur di China. Langkah AS tersebut mengacaukan negosiasi konflik dagang kedua negara di Washington. Wakil kedua negara mempersiapkan pertemuan tingkat menteri pertama pada akhir pekan ini.

Presiden AS Donald Trump mengatakan tarif impor terhadap produk asal China akan naik pada 15 Oktober jika tidak ada kemajuan dalam negosiasi.

Indeks MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk market saham Jepang) turun -0,58 persen.

Market saham China finis menguat setelah sempat ke zona merah saat akhir sesi pagi. Indeks Shenzhen Composite naik -0,65 persen 1.609. Indeks Shenzhen Component melaju 0,34 persen ke level 9.506.

Di pasar saham Hong Kong Indeks Hang Seng bergerak ke zona merah. Raksasa teknologi China yang listing di bursa Hong Kong, Tencent melemah 1,42 persen.

Di bursa Jepang, Indeks Nikkei 225 melemah saat akhir perdagangan. Indeks Topix melorot -0,3 persen ke 1.581. Sedangkan Indeks ASX 200 di bursa Australia bergerak negatif sebesar -0,71 persen ke level 6.546.
Indeks dolar AS melorot ke level 99,131 dibandingkan sesi kemarin pada posisi 99,2.
Nilai tukar yen menguat ke posisi 107,13 terhadap USD dibanding posisi awal di level 107,3 yen.
Dolar Australia melaju ke posisi $0,6735 dibanding sesi sebelumnya pada level $0,6721.
Indeks Nikkei 225 (Jepang) -0,61% ke level 21.456.
Indeks Shanghai (China) +0,39% ke posisi 2.924.
Indeks Hang Seng (Hong Kong) -0,81% pada level 25.682.
Indeks Straits Times (Singapura) -0,57% pada level 3.093.

Bursa Eropa
Market saham Eropa bergerak ke zona positif saat menit-menit awal pada perdagangan hari Rabu (9/10) pagi waktu setempat. Sikap hati-hati investor berlanjut di tengah surutnya harapan resolusi secara cepat dalam negosiasi konflik dagang AS vs China.
Indeks DAX (Jerman) +0,40% ke posisi 12.018.
Indeks FTSE (Inggris) +0,30% di level 7.164.
Indeks CAC (Perancis) +0,24% pada posisi 5.469.

Oil
Harga minyak tergelincir saat sesi sore pada perdagangan hari Rabu (09/10) karena eskalagi ketegangan antara AS dan China sebelum pertemuan negosiasi konflik dagang berlangsung pekan ini. Hal ini meningkatkan ketidakpastian demand terhadap oil serta pertumbuhan ekonomi global.
Minyak Brent turun 24 sen ke harga USD 58,00 per barel (04.42 GMT). Minyak WTI melemah 24 sen ke harga USD 52,39 per barel.

(cnbc/reuters/awj/idx)

Sumber : admin

#YukNabungETF

#IPOTKaryaAnakBangsa

#BanggaPakeIPOT

#IPOTPionner



comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author