Bursa Pagi: Global-Regional Variatif, IHSG Jenuh Jual Berpeluang Rebound

Bursa Pagi: Global-Regional Variatif, IHSG Jenuh Jual Berpeluang Rebound

Posted by Written on 04 October 2019


Ipotnews - Jelang akhir pekan, Jumat (4/10), bursa saham Asia dibuka cenderung mendatar, sedikit merespon pergerakan indeks acuan pada penutupan bursa saham utama Eropa dan AS yang berlawanan arah. Investor menunggu rilis data tenaga kerja AS, setelah rilis data sektor jasa AS dan zona euro yang melemah sehingga menimbulkan ekspektasi penurunan suku bunga AS. Indeks MSCI Asia ex-Jepang naik 0,1%.

Mengawali perdagangan saham hari ini, bursa saham Australia dibuka dengan mencatatkan kenaikan tipis indeks ASX 200 sebesar 0,1% menjelang rilis data penjualan ritel periode September. Harga saham bioteknologi , CSL melompat 2,73%. Indeks bergerak menguat 0,14% (9,10 poin) di posisi 6.502,10 pada pukul 8:20 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang turun 0,21% (-45,54 poin) menjadi 21.296,54, setelah dibuka melemah 0,22%, dan Topix turun 0,34%. Indeks Kospi, Korea Selatan juga dibuka turun 0,32%, di tengah kejatuhan harga saham Hyundai Motor 1,56%, dan berlanjut berkurang 0,10 poin menjadi 2.031,81.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik 0,23% (59,20 poin) ke level 26.169,51 pada pukul 8:35 WIB. Bursa saham China melanjutkan libur selama sepekan. Harga minyak menguat pada pembukaan pasar Asia.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren pergerakan indeks di bursa saham global dan regional yang bervariasi, setelah kembali terpuruk di zona merah pada sesei perdagangan kemarin. IHSG ditutup melemah 0,28% menjadi 6.038.

Sejumlah analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini berpeluang mengalami  technical rebound  menguat didukung capital inflow dan rilis hasil survei kepercayaan konsumen oleh Bank Indonesia. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks mengindikasikan adanya potensi  bullish reversal momentum  di area jenuh jual.

Tim Riset IndoPremier berpendapat, ekspektasi investor akan diturunkannya suku bunga acuan oleh The Fed pada bulan ini diprediksi akan menjadi sentimen positif. Selain itu menguatnya nilai tukar rupiah serta beberapa harga komoditas seperti nikel dan emas juga diprediksi akan menambah katalis positif di pasar.

IHSG diprediksi akan bergerak menguat dengan  support  di level 6.000 dan  resistance  di level 6.070.
Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: MYOR (Buy, Support: Rp2.250, Resist: Rp2.360), BSDE (Buy on Weakness, Support: Rp1.295, Resist: Rp1.345), INCO (Buy, Support: Rp3.330, Resist: Rp3.850), AKRA (Buy, Support: Rp3.740, Resist : Rp4.100).

  • ETF: XISC (Buy, Support: Rp693, Resist: Rp711), XIPI ( SELL , Support: Rp164, Resist: Rp166), 

    XIIF (Buy, Support: Rp611, Resist: Rp626).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir menguat, di tengah meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga bulan ini. Indeks sempat melemah, setelah rilis data ISM sektor jasa AS periode September turun ke level terendah sejak Agustus 2016. Ekspektasi untuk penurunan suku bunga The Fed pada rapat Oktober melonjak menjadi 93,5% dari 77%, menurut alat FedWatch CME Group. Pasar menunggu laporan ketenagakerjaan bulanan terbaru. 

Saham teknologi memimpin kebangkitan, Facebook melejit 2,7%, Facebook, Alphabet dan Amazon masing-masing meningkat 1% dan 0,7%. Apple melompat 0,9%. Perusahaan ritel sebagian besar menguat setelah National Retail Federation memproyeksikan penjualan selama musim liburan akan naik antara 3,8%-4,2%. Namun secara mingguan, S&P 500 melorot 1,7%, Dow Jones anjlok 2,3%, dan Nasdaq turun 0,9% menuju penurunan mingguan ketiga berturut-turut.

  • Dow Jones Industrial Average naik 0,47% (122,42 poin) menjadi 26.201,04.

  • S&P 500 melaju 0,8% (23,02 poin) ke posisi 2.910,63.

  • Nasdaq Composite melonjak 1,12% (87,02 poin) ke level 7.872,26.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,50% menjadi USD23,94.

Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup  mixed , di tengah  rebound  saham Airbus dan produsen minuman beralkohol. Indeks STOXX 600 melemah 0,02% menjadi 377,46, setelah merosot hampir 3% pada sesi sebelumnya setelah WTO menyetujui tarif AS sebesar 10% terhadap pesawat Airbus, dan 25% atas berbagai barang. Namun para  trader  menilai daftar detail produk yang terkena imbas menunjukkan dampak ekonomi yang minimal. Saham Airbus, dan pabrikan minuman alkohol, Remy Cointreau dan Pernod, menguat antara 0,8% dan 6,4%.

Namun indeks tertekan oleh rilis data penurunan harga produsen zona euro yang lebih besar dari perkiraan dan melambatnya aktivitas bisnis. Indeks PMI Komposit zona euro untuk September turun menjadi 50,1, dari 51,9 pada Agustus lalu. Indeks PMI sektor jasa melemah menjadi 51,6 dari 53,5 pada bulan sebelumnya. Indeks PMI sektor jasa Jerman dan Prancis juga turun, lebih rendah dari ekspektasi. Bursa saham Frankfurt bergeming karena libur.

  • FTSE 100 London merosot 0,63% (-44,90 poin) menjadi 7.077,64.

  • CAC 40 Paris naik 0,30% (16,00 poin) ke posisi 5.438,77.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir melemah.Investor mengkhawatirkan pelemahan di sektor manufaktur dan jasa AS. Indeks sektor jasa ISM turun menjadi 52,6 pada September dari 56,4 di bulan sebelumnya. Indeks ketenagakerjaan dalam survei itu juga merosot ke posisi 50,4, terlemah sejak Februari 2014, dari 53,1 pada Agustus.Laporan sektor manufaktur AS sebelumnya juga memperlihatkan penurunan tajam indeks PMI ke level terendah dalam lebih dari 10 tahun.

Penurunan kinerja sektor manufaktur dan jasa AS, menggoyahkan anggapan bahwa ekonomi AS akan lebih baik dibanding negara maju lainnya, yang menjadi alasan The Fed untuk memperlambat penurunan suku bunga. Investor menunggu laporan ketenagakerjaan, untuk mengonfirmasi atau meredakan kekhawatiran mengenai resesi. Indeks dolar, ukuran kurs greenback  terhadap enam mata uang negara maju turun 0,16% menjadi 98,864.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.09740.0009+0.08%7:27 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.23380.0006+0.05%7:27 PM
Yen (USD-JPY)106.88-0.04-0.04%7:27 PM
Yuan (USD-CNY)7.14830.0256+0.36%9/30/2019
Rupiah (USD-IDR)14,172.00-24.50-0.17%4:52 AM

Sumber : Bloomberg.com, 3/10/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi tadi bergerak melemah, setelah sempat menyentuh posisi terendah hampir dua bulan karena rilis data ekonomi AS dan zona euro yang memburuk. Harga minyak sedikit terangkat oleh harapan bahwa AS-China bisa membuat kemajuan dalam menyelesaikan sengketa perdagangan, karena pelemahan data ekonomi AS.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI turun 19 sen menjadi USD52,45 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent, turun 1 sen menjadi USD57,68 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup melonjak lebih dari 1% ke level tertinggi dalam sepekan. Rilis data ekonomi AS dan zona euro yang melemah,memperdalam kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi sehingga mendongkrak permintaan  safe haven,  termasuk emas. Plemahan dolar ikut mendongkrak harga emas.

Kepemilikan ETF emas terbesar di dunia, SPDR Gold Share, naik menjadi 923,76 ton pada sesi Rabu, sedikit di bawah level tertinggi pada pertengahan November 2016 sebesar 924,94 ton.Harga platinum naik 0,2% menjadi USD888,59 per ounce, perak menguat 0,3% menjadi USD17,60, dan paladium anjlok 2% menjadi USD1.653,17 per ounce.

  • Harga emas di pasar spot naik 0,5% menjadi USD1.507,43 per ounce.

  • Harga emas berjangka 0,4% lebih tinggi menjadi USD1.513,30 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author