Bursa Sore: Pelemahan IHSG Sedikit Tertahan, Aksi Jual Masih Terjadi

Bursa Sore: Pelemahan IHSG Sedikit Tertahan, Aksi Jual Masih Terjadi

Posted by Written on 03 October 2019


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) berada di zona merah pada akhir perdagangan hari Kamis (03/10). Indeks melorot -17 poin (-0,28 persen) ke level 6.038.

Indeks LQ45 -0,67% ke 935. Indeks IDX30 -0,73% ke level 510. Indeks IDX80 -0,44% ke 133. Indeks JII -0,09% ke posisi 671. Indeks Kompas100 -0,36% ke 1.203. Indeks Sri Kehati -0,80 persen ke 375. Indeks SMInfra18 -0,27 persen ke level 306.

Saham-saham teraktif: MAMIBAPISRILBBRIOPMS,FRENBMRI

Saham-saham top gainers LQ45: INCOANTMPTPP

AKRABTPSWSKTINTP

Saham-saham top losers LQ45: BBCA,ITMGBBNIUNVRSMGRINDYKLBF

Nilai transaksi mencapai Rp8,43 triliun. Volume trading sebanyak 163,85 juta lot saham. Investor asing membukukan jual bersih -Rp795,59 miliar.

Nilai tukar rupiah naik 0,14 persen ke level Rp14.170 terhadap USD (04.00 pm).


Bursa Asia

Market saham Asia tergelincir pada perdagangan hari Kamis (03/10) setelah AS membuka konflik perang dagang baru dengan Eropa dengan memberlakukan tarif impor bagi produk asal Eropa. Hal ini makin menambah kekhawatiran pasar terhadap pertumbuhan global.

Pada hari Rabu kemarin, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa pemerintah AS akan memberlakukan tarif impor bagi produk asal Uni Eropa senilai USD7,5 miliar. AS akan memberlakukan tarif impor 10% terhadap Airbus dan 25% tarif impor bagi anggur asal Perancis. Wiski dan keju Irlandia serta keju dari seluruh UE. Tindakan ini sebagai hukuman atas subsidi penerbangan UE yang dinilai AS ilegal.

"Kebijakan tarif impor ini bisa menjadi sumber ketegangan AS vs Uni Eropa," kata Masayuki Kichikawa, Analis Sumitomo Mitsui Asset Management seperti dikutip Reuters.

Menurut Masayuki, ekonomi AS akhirnya mulai melambat karena konflik perang dagang dan masalah di sektor manufaktur.

Indeks MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk market saham Jepang) drop -0,4 persen.

Indeks Nikkei 225 di market saham Jepang melemah saat akhir perdagangan. Saham unggulan, softbank Group dan Saham Fanuc serta Fast Retailing turun masing-masing 2 persen. Indeks Topix melemah 1,72 persen ke 1.568.

Sedangkan Indeks ASX 200 di bursa Australia terkoreksi turun -2,21 persen ke 6.493. Sebagian besar sektor saham melemah. Saham sektor finansial menjadi lokomotif pelemahan setelah turun 2,61 persen. Emiten bank papan atas tumbang. Saham Australian and New Zealand Bank (ANZ) Banking Group turun 2,67 persen. Commonwealth Bank of Australia melorot 2,84 persen. Westpac tumbang 2,43 persen dan National Australia Bank turun 3,51 persen.
Pasar saham Hong Kong ke zona hijau setelah Indeks Hang Seng keluar dari tekanan setelah sempat melemah di sesi pagi. Penguatan bursa saham Hong Kong terjadi setelah muncul pemberitaan di media Hong Kong bahwa otoritas setempat akan melarang masker dalam demonstrasi melalui UU Darurat.
Tidak terdapat aktivitas trading di market saham China seiring hari libur nasional. Pasar saham China akan libur selama 7 hari terhitung sejak hari Selasa merayakan 70 tahun berdirinya Republik Rakyat China. Selain China, pasar saham Korsel juga libur.
Indeks dolar AS menguat ke level 99,151 dibandingkan sesi sebelumnya pada posisi 98,975.
Nilai tukar yen melemah ke posisi 107,22 terhadap USD dibanding posisi sesi sebelumnya di level 106,95 yen.
Dolar Australia melaju ke posisi $0,6710 dibanding sesi kemarin pada level $0,67.
Indeks Nikkei 225 (Jepang) -2,01% ke 21.341.
Indeks Hang Seng (Hong Kong) +0,26% di posisi 26.110.
Indeks Straits Times (Singapura) -0,55% pada level 3.086.

Bursa Eropa
Market saham Eropa bergerak mixed saat menit-menit awal pada perdagangan hari Kamis (3/10) pagi waktu setempat. Hal tersebut terjadi setelah AS mengumumkan akan menerapkan tarif impor terhadap produk asal Uni Eropa senilai miliar dolar AS.
Indeks DAX (Jerman) stagnan ke posisi 11.925.
Indeks FTSE (Inggris) -0,27% pada level 7.103.
Indeks CAC (Perancis) +0,70 di posisi 5.460.

Oil
Harga minyak berbalik arah menguat saat sesi sore pada perdagangan hari Kamis (03/10) seiring kekhawatiran atas prospek ekonomi global yang memburuk yang menekan harga minyak secara tajam pada sesi sebelumnya.
Minyak Brent naik 10 sen ke harga USD 57,79 per barel (02.09 GMT). Minyak WTI melaju 23 sen ke harga USD 52,87 per barel.

(cnbc/reuters/awj/idx)

Sumber : admin

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author