Bursa Pagi: Global-Regional Rontok, IHSG Terpuruk di Rentang Konsolidasi

Bursa Pagi: Global-Regional Rontok, IHSG Terpuruk di Rentang Konsolidasi

Posted by Written on 03 October 2019


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Kamis (3/10), dibuka melemah, melanjutkan tekanan penurunan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street. Bursa global terpukul oleh pengumuman Washington yang tengah menyiapkan tarif impor baru terhadap barang-barang Uni Eropa terkait subsidi Airbus yang akan dirilis 18 Oktober nanti. Indeks MSCI Asia ex-Jepang turun 0,34%.

Mengawali perdagangan saham hari ini, bursa saham Asia dibuka terperosok 2,08%, dipimpin kejatuhan harga saham sektor perbankan lebih dari 2%. Indeks berlanjut semakin menukik 2,31% (-153,50 poin) ke level 6.486,40 pada pukul 8:20 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang terjungkal 2,10% (-456,27 poin) ke level 21.322,34, setelah dibuka anjlok 1,75%, dan Topix melorot 1,69%. saham Fast Retailig Softbank dan Fanuc semuanya merosot lebih dari 1,5%.

Indeks Hang Seng, Hongkong juga dibuka di zona merah, merosot 0,81% (-211,25 poin) ke level 25.831,44 pada pukul 8:35 WIB. Bursa saham China dan Korea Selatan hari ini libur.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada penurunan tajam indeks acuan di busa saham global dan regional, setelah gagal mempertahankan manuvernya di zona hijau pada sesi perdagangan kemarin. IHSG ditutup terpangkas 1,35% ke level 6.055, meskipun investor asing membukukan pembelian bersih Rp788,98 miliar.

Sejumlah analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini cenderung masih tertekan di rentang konsolidasi mengharapkkan dorongan aksi beli asing. Beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi  bearish continuation  menuju area jenuh jual.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, berlanjutnya kekhawatiran investor terkait resesi ekonomi seiring dengan mengecewakannya aktivitas manufaktur AS pada bulan September, serta melemahnya sejumlah harga komoditas antara lain minyak mentah, CPO dan batu bara diprediksi masih akan menjadi sentimen negatif di pasar.

IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan  support  di level 5.995 dan  resistance  di level 6.115.
Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: TLKM (Buy on Weakness, Support: Rp4.140, Resist: Rp4.260), ASII (Buy on Weakness, Support: Rp6.375, Resist: Rp6.525), INDF (Buy, Support: Rp7.625, Resist: Rp7.750), EXCL (Buy, Support: Rp3.410, Resist : Rp3.490).

  • ETF: XISI ( SELL , Support: Rp323, Resist: Rp338), XIJI ( SELL , Support: Rp675, Resist: Rp690), 

    XPES ( SELL , Support: Rp418, Resist: Rp427).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir di zona merah, rilis data ketenagakerjaan AS yang lesu semakin menambah kekhawatiran resesi di tengah konflik perdagangan AS-China. Perusahaan penggajian ADP memperkirakan AS menambah 135.000 pekerjaan sektor swasta pada September, di bawah ekspektasi sehingga meningkatkan kecemasan setelah rilis data manufaktur sehari sebelumnya. Kekhawatiran seputar Brexit tanpa kesepakatan dan potensi penerapan tarif baru AS terhadap Eropa menambah kekhawatiran akan resesi global.

Pejabat senior perdagangan AS mengumumkan tarif hukuman terhadap Uni Eropa mulai 18 Oktober, setelah WTO menetapkan adanya subsidi untuk Airbus. Saham perusahaan teknologi berkapitalisasi besar berguguran. Amazon, Apple dan Alphabet merosot setidaknya 1,3%. Microsoft melorot 1,8%.

  • Dow Jones Industrial Average terperosok 1,86% (-494,42 poin) ke level 26.078,68.

  • S&P 500 anjlok 1,79% (-52,64 poin) ke posisi 2.887,61.

  • Nasdaq Composite drop 1,56% (-123,44 poin) menjadi 7.785,25.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 1,57% menjadi USD23,82.

Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup dengan membukukan penurunan tajam, lebih dari 3% karena ancaman perang dagang trans atlantik dan data makro yang suram. Bursa saham Inggris mengalami sesi terburuk dalam tiga setengah tahun setelah PM Boris Johnson memperkenalkan proposal Brexit yang meredupkan peluang Inggris meninggalkan Uni Eropa dengan kesepakatan. Indeks STOXX 600 anjlok 2,70% menjadi 377,52, dipimpin penurunan harga saham sektor konstruksi dan bahan baku. Saham Airbus menukik 2%, karena WTO menyetujui langkah AS untuk mengenakan tarif terhadap impor barang Eropa senilai USD7,5 miliar.

Pasar semakin mencekam setelah data Refinitiv terbaru mengindikasikan bahwa perusahaan-perusahaan Eropa berada di jalur pencatatan laba kuartalan terburuk dalam tiga tahun karena pendapatan turun untuk pertama kalinya sejak awal 2018. Lembaga ekonomi Jerman memangkas turun laju pertumbuhan PDB tahun 2019 motor utama ekonomi Eropa dari 0,8% menjadi 0,5%, dan proyeksi 2020 dari 1,8% menjadi 1,1%. Harga saham terkait minyak berguguran terseret kejatuhan harga minyak mentah Brent sebesar 2,5%.

  • FTSE 100 London rontok 3,23% (-237,78 poin) ke level 7.122,54.

  • DAX 30 Frankfurt terjungkal 2,76% (-338,58 poin) ke posisi 11.925,25.

  • CAC 40 Paris terpenggal 3,12% (-174,86 poin) menjadi 5.422,77.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi juga ditutup turun, di tengah kekhawatiran terhadap pertumbuhan global. Dolar mengikuti kejatuhan dalam ekuitas Amerika Serikat dan imbal hasil US Treasury. Data dari ADP menunjukkan sektor swasta AS untuk September menambahkan 135.000 pekerjaan bulan lalu, lebih rendah dari perkiraan 140.000.

Namun data tersebut tidak seburuk yang ditakutkan banyak orang terkait rilis data manufaktur yang sangat buruk sehari sebelumnya. Data aktivitas manufaktur AS periode September mengalami kontraksi pada laju tercepat dalam lebih dari satu dekade. Indeks dolar, ukuran kurs  greenback  terhadap enam mata uang negara maju, turun 0,11% menjadi 99,019


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.0960.0001+0.01%7:38 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.23030.000.00%7:38 PM
Yen (USD-JPY)107.17-0.01-0.01%7:39 PM
Yuan (USD-CNY)7.14830.0256+0.36%9/30/2019
Rupiah (USD-IDR)14,196.50-19.00-0.13%4:45 AM

Sumber : Bloomberg.com, 2/10/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak turun, dan ditutup merosot lebih dari 2%. 

Data Badan Informasi Energi AS menunjukkan persediaan minyak mentah AS pekan lalu melonjak 3,1 juta barel jauh melampaui ekspektasi kenaikan 1,6 juta barel. Stok minyak mentah di Cushing, Oklahoma turun 201.000 barel. Lonjakan stok minyak mentah AS, menambah kekhawatiran tentang kelebihan pasokan, seiring lemahnya sejumlah data ekonomi AS dan Eropa.

Indeks saham Wall Street anjlok lebih dari 2% karena data menunjukkan bahwa perang dagang AS-China membebani pasar tenaga kerja AS. Tanda-tanda meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah juga membebani harga. Menteri Perminyakan Iran Bijan Zanganeh berusaha meredakan ketegangan dengan Arab Saudi, menyebut rekannya di Riyadh sebagai "seorang teman" dan mengatakan Teheran berkomitmen untuk stabilitas di kawasan itu.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent, turun USD1,2 (-2%) menjadi USD57,69 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI, turun 98 sen (-1,8%) menjadi USD52,64 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir melaju, melonjak lebih dari 1%, merespon laporan penyerapan tenaga kerja pengusaha swasta AS yang lebih lemah dari perkiraan. Data tersebut menambah kekhawatiran terhadap ekonomi, setelah rilis data manufkatur AS yang melambat ke level terendah dalam 10 tahun. Investor menunggu pertemuan The Fed berikutnya, bulan ini. 

Harga logam lainnya juga naik. Perak melejit 2,3% menjadi USD17,62 per ounce, platinum naik 1,5% menjadi USD889,44 per ounce, dan palladium melesat 2,1% menjadi USD1.686,98.

  • Harga emas di pasar spot melesat 1,6% menjadi USD1.502,66 per ounce.

  • Harga emas berjangka naik sekitar 1,3% menjadi USD1.507,90 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 
#IPOTKaryaAnakBangsa 
#BanggaPakeIPOT 
#IPOTPionner

comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author