Bursa Pagi: Asia Dibuka Turun, IHSG Berpotensi Menguat Rawan Terkoreksi

Bursa Pagi: Asia Dibuka Turun, IHSG Berpotensi Menguat Rawan Terkoreksi

Posted by Written on 30 September 2019


Ipotnews -Memasuki akhir September, Senin (30/9), bursa saham Asia dibuka melemah, tertekan oleh isu keluarnya investasi AS di China dan "pengusiran" emiten China dari bursa AS yang berkembang di Wall Street akhir pekan lalu. Investor juga menunggu rilis indeks PMI China hari ini. Indeks MSCI Asia ex-Jepang turun 0,1%.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan pergerakan indeks ASX 200, Australia yang cenderung mendatar di kisaran 6.175, diwarnai kenaikan harga minyak pada pembukaan pasar Asia. Indeks bergerak melemah 0,03% (-2,20poin) di posisi 6.713,90 pada pukul 8:00 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang melorot 0,49% (-106,94 poin) ke level 21.771,96, setelah dibuka turun 0,36%, dan Topix merosot 0,54%, terseret kejatuhan harga saham Softbank Group sebesar 2,99%. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melemah 0,14%, dan berlanjut turun 0,27% menjadi 2.044,46.

Melanjutkan tren pelemahan Asia, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka turun 0,42% (-110,10 poin) ke posisi 25.844,71 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China melemah 0,14% menjadi 2.917,92.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren penurunan indeks acuan di bursa saham Asia dan Wall Street, setelah gagal mempertahankan manuvernya di zona hijau, dan ditutup turun 0,54% ke level 6.196 pada akhir pekan lalu. Investor asing membukukan penjualan bersih Rp338,61 miliar.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih berpeluang untuk bergerak ke zona positif namun rentan terkoreksi. Beberapa indikator pergerakan indeks mengindikasikan adanya potensi koreksi ke bawah level 6.000 jika tidak mampu menembus level 6.230.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, kekhawatiran investor akan kembali memanasnya perang dagang AS-China seiring adanya laporan bahwa pemerintah AS akan membatasi investasi terhadap perusahaan-perusahaan asal China diprediksi akan memberikan sentimen negatif di pasar.

Sementara itu melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika serta turunnya sebagian besar harga komoditas antara lain minyak mentah, CPO, nikel, timah dan emas diprediksi akan menjadi tambahan katalis negatif di pasar. IHSG diprediksi akan bergerak melemah dengan  support  di level 6.165 dan  resistance  di level 6.230.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: JPFA (Buy, Support: Rp1.490, Resist: Rp1.540), EXCL (Buy, Support: Rp3.420, Resist: Rp3.570), 

    ERAA (Buy on Weakness, Support: Rp1.900, Resist: Rp1.950), UNVR (Buy, Support: Rp46.750, Resist : Rp47.250).

  • ETF: XMTS ( SELL , Support: Rp491, Resist: Rp498), XPLQ ( SELL , Support: Rp500, Resist: Rp508), 

    XBLQ ( SELL , Support: Rp477, Resist: Rp484).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street akhir pekan lalu ditutup melemah setelah muncul kabar bahwa pemerintah AS akan mendelisting emiten asal China dari bursa saham AS. Investor menilai kabar yang muncul jelang pertemuan AS-China, 10-11 Oktober mendatang di Washington ini, dapat meningkatkan eskalasi perang dagang AS-China dan mendorong aksi jual besar-besaran di bursa China. Sumber CNBC menyebutkan, Washington mendiskusikan cara-cara untuk menutup eksposur keuangan AS, termasuk memblok semua investasi AS ke China. Bloomberg menyebutkan, opsi lain adalah mencoret perusahaan China dan bursa saham AS. Namun sumber itu mengingatkan bahwa diskusi tersebut masih tahap awal.

Saham Alibaba rontok 5,1%, Baidu dan JD.com juga melorot. Saham Micron longsor lebih dari 11%, setelah melaporkan panduan laba kurtal pertama yang lebih rendah dari ekspektasi. Sebaliknya saham Wells Fargo melonjak 3.8%, menjad  top gainer  S&P 500. S&P 500, Dow dan Nasdaq Composite masing-masing turun 1%, 0,4% dan 2,1% dibanding akhir pekan sebelumnya.Sementara itu, rilis data belanja konsumen di AS periode Agustus melemah melebihi ekpektasi memperlihatkan mesin utama pertumbuhan ekonomi AS yang melambat melebihi perkiraan. Belanja rumah tangga periode Agustus naik 0,5%, hanya naik 0,1% dari Juli.

  • Dow Jones Industrial Average turun 0,26% (-70,87 poin) menjadi 26.820,25.

  • S&P 500 merosot 0,53% (-15,83 poin) ke posisi 7.939,63.

  • Nasdaq Composite anjlok 1,13% (-91,03 poin) ke leve 2.961,79.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 1,05% menjadi USD24,41.

Bursa saham utama Eropamengakhir pekan lalu dengan menguat, optimisme tentang perundingan perang dagang AS-China kembali ke pasar, namun dibatasi oleh ketidakpastian politik di AS. Indeks STOXX 600 naik 0,47% menjadi 391,79, didorong oleh kenaikan harga saham-saham pertambangan di bursa London sebesar 1,6%. Namun saham utilitas turun 0,4%. Emiten semikonduktor tertekan setelah saham Micron mengeluarkan perkiraan laba kuartal pertama yang di bawah target.

Produsen alumunium Norwegia, Norsk Hydro naik 1,4% setelah pengadilan Brazil mengakhiri embargo pabriknya. Saham Ashmore Group melesat 2,5% setelah Morgan Stanley meningkatkan rekomendasi menjadi  overweight . Sentimen ekonomi zona euro mencapai titik terendah sejak Februari 2015, menukik dari 103,1 pada Agustus menjadi 101,7 pada Februari. Kepercayaan konsumen sedikit membaik menjadi -6,5 dari -7,1 pada Agustus lalu. Survei kepercayaan pabrikan Komisi Eropa, periode September memperlihatkan titik terendah 6 tahun menjadi -8,8 dari -5,8 pada Agustus lalu.

  • FTSE 100 London melesat 1,02% (75,13 poin) ke level 7.426,21.

  • DAX 30 Franfurt melaju 0,75% (92,40 poin) ke posisi 12.380,94.

  • CAC 40 Paris naik 0,36% (20,01 poin) menjadi 5.640,58.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York akhir pekan lalu ditutup sedikit melemah, karena para pedagang mencerna sejumlah data ekonomi AS terbaru. Pasar mencermati kelanjutan upaya pemakzulan Presiden Trump. Euro turun 0,1% mencapai titik terendah dalam lebih dua tahun. 

Pounsterling turun tajam setelah seorang pejabat Bank of England mengindikasika kebijakan moneter yang lebih longgar jika ketidakpastian Brexit terus berlangsung.

Biro Analisis Ekonomi melaporkan, pendapatan pribadi periode Agustus meningkat 0,4%. Pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) indikator pengeluaran rumah tangga naik 0,1%. Sementara itu, pesanan baru untuk barang-barang tahan lama yang diproduksi pada Agustus naik 0,2 persen, menandai pertumbuhan bulanan ketiga berturut-turut. Indeks dolar AS, yang mengukur kurs  greenback  terhadap enam mata uang negara maju turun tipis 0,02% menjadi 99,109.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% Change0.0000
Euro (EUR-USD)1.09400.00190.00170.7076
Poundsterling (GBP-USD)1.2292-0.0036-0.00290.7076
Yen (USD-JPY)107.92000.09000.00080.7076
Yuan (USD-CNY)7.1227-0.0098-0.00140.4785
Rupiah (USD-IDR)14172.50007.50000.00050.2069

Sumber : Bloomberg.com, 27/9/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges menutup pekan lalu dengan penurunan tajam, setelah Presiden Iran Hassan Rouhani mengklaim bahwa AS menawarkan penghapusan sanksi dengan imbalan negosiasi.

Trump membantah hal tersebut dan Deplu AS menyebut laporan tersebut tidak berdasar. Trump tahun lalu mencabut perjanjian nuklir dengan Iran. Perjanjian tersebut menghapus sanksi ekonomi bagi Iran sebagai imbalannya mengakhiri program nuklir.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI turun 0,9% menjadi USD 55,91 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent turun 1,4% menjadi USD 61,89 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange ditutup melemah pada perdagangan akhir pekan ini, turun 1% dibanding akhiri pekan sebelumnya, di jalur pelemahan mingguan ketiga. Pelemahan emas, seiring rilis data ekonomi AS yang melampaui perkiraan para analis, dan dolar AS bertahan dekat level tertinggi mingguan. Indeks penjualan rumah di AS naik 1,6% menjadi 107,3 pada periode Agustus, diatas perkiraan 0,9%.

Investor berhati-hati merespon sinyal  mixed  perang dagang AS-China, yang telah mendorong kenaikan emas hingga 17%. Sementara itu harga perak turun 1,34% ke USD 17,56 per ounce, platinum turun 0,2% menjadi USD 928,34, dan palladium turun 0,5% menjadi USD 1.659.

  • Harga emas di pasar spot turun 0,4% menjadi USD 1.499,20 per ounce.

  • Harga mas berjangka turun 0,6% menjadi USD 1.506,01 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author