Bursa Pagi: Global-Regional Berguguran, IHSG Bearish di Area Jenuh Jual

Bursa Pagi: Global-Regional Berguguran, IHSG Bearish di Area Jenuh Jual

Posted by Written on 25 September 2019


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Rabu (25/9), dibuka berguguran, terseret tren penurunan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan AS, yang terpukul oleh dimulainya penyelidikan pemakzulan terhadap Presiden AS Donald Trump oleh DPR AS, dan pidato Trump di sidang PBB yang kembali menyerang China. Indeks MSCI Asia ex,Jepang turun 0,19%.

Mengawali perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200, Australia dibuka melorot 0,7%, diwarnai kejatuhan harga minyak pada pembukaan pasar Asia dan kenaikan harga emas. Indeks berlanjut turun 0,74% (-50, 20 poin) ke posisi 6.698,70 pada pukul 8:20 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang meluncur turun 0,83% (-183,01 poin) ke level 21.915,83, setelah dibuka melorot 0,57%, dan Topix tergelincir 0,48% di tengah kejatuhan harga saham Softbank Group dan Fanuc sebesar 2,11% dan 1,74%. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka turun 0,54%, dan berlanjut merosot 0,80% ke level 2.084,15.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka turun 0,45% (-118,29 poin) menjadi 26.162,71 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China dibuka turun 0,26% ke posisi 2.977,67.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren penurunan indeks di bursa saham global dan regional, setelah terperosok 1,11% ke level 6.137 pada sesi perdagangan kemarin.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih berpeluang  technical rebound  namun dengan sinyal negatif. Secara teknikal, beberapa indikator memperlihatkan adanya potensi bearish continuation di area jenuh jual.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, kekhawatiran investor akan dimulainya penyelidikan impeachment oleh partai Demokrat terhadap Donald Trump atas dugaan penyalahgunaan kekuasaan, diprediksi akan memberikan sentimen negatif di pasar.

Sementara itu melemahnya mayoritas harga komoditas yaitu minyak mentah, CPO, nikel, timah, dan batu bara juga diprediksi akan menjadi tambahan katalis negatif di pasar. IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan  support  di level 6.085 dan  resistance  di level 6.185.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: INDF (Buy on Weakness, Support: Rp7.500, Resist: Rp7.700), BBNI (Buy on Weakness, Support: Rp7.325, Resist: Rp7.575), ITMG (Buy, Support: Rp12.500, Resist: Rp13.300), TLKM (Buy on Weakness, Support: Rp4.150, Resist : Rp4.280).

  • ETF: XISC ( SELL , Support: Rp728, Resist: Rp747), XIPI ( SELL , Support: Rp168, Resist: Rp173), 

    XIIF ( SELL , Support: Rp632, Resist: Rp650).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir melorot tajam, setelah pernyataan bernada hawkish dari Presiden AS  Donald Trump. Di depan Majelis Umum PBB, Trump menuding China "menyalahgunakan" sistem perdagangan internasional. Sementara itu, Demokrat memberi isyarat akan memulai penyelidikan pemakzulan terhadap Trump, dengan tuduhan penyalahgunaan kekuasaan untuk menekan Presiden Ukraina yang baru saja dilantik guna membuka penyelidikan korupsi terhadap lawannya di pilpres 2020, Joe Biden, dan putra Biden, Hunter. Data indeks kepercayaan konsumen AS pada periode September menambah faktor negatif.

Harga saham sedikit menguat setelah Trump mengatakan akan merilis transkrip penuh percakapan telepon dengan Presiden Ukraina. Netflix terjungkal lebih dari 4% karena analis mengkhawatirkan laba perusahaan tersebut. Saham perbankan merosot terseret penurunan imbal hasil US Treasury. Citigroup anjlok 2,4%, Bank of America dan J.P. Morgan Chase melorot lebih dari 1%.

  • Dow Jones Industrial Average turun 0,53% (-142,22 poin) menjadi 26.807,77.

  • S&P 500 merosot 0,84% (-25,18 poin) ke posisi 2.966,60.

  • Nasdaq Composite anjlok 1,58% (-118,83 poin) kee level 7.993,63.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 2,32% menjadi USD24,47.

Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup sedikit melemah, para  trader  memantau perkembangan geopolitik di kedua sisi Atlantik. Indeks STOXX 600 tepat di bawah garis datar. Saham perjalanan dan wisata memimpin kenaikan dengan melonjak 1%. Para trader mencermati pernyataan  Menteri Keuangan AS bahwa perundingan antara Washington dan Beijing akan dilanjutkan dalam dua pekan. Indeks iklim bisnis Ifo Jerman periode September memperlihatkan kenaikan menjadi 94,6 poin dari 94,3 poin, namun ekspektasi perusahaan turun menjadi 90,8 poin dari 91,3 poin pada Agustus.

Perusahaan teknologi Belgia, Umicore, melesat lebih dari 5% setelah mengumumkan kesepakatan pasokan dengan LG Chem. Saham Investec anjlok 7% dan K+S terperosok 5% karena mengantisipasi penurunan laba. 

Pengadilan tertinggi dan Mahkamah Agung Inggris memutuskan bahwa penangguhan parlemen oleh PM Boris Johnson selama lima pekan hingga 14 Oktober melanggar hukum dan dibatalkan demi hukum.

  • FTSE 100 turun 0,47% (-34,65 poin) menjadi 7.291,43.

  • DAX 30 Frankfurt berkurang 0,29% (-35,18 poin) ke posisi 12.307,15.

  • CAC 40 Paris melemah 0,04% (2,43 poin) di level 5.628,33.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup turun, terpukul oleh upaya penyelidikan  impeachment  oleh Partai Demokrat terhadap Trump. Ketua DPR Nancy Pelosi Pelosi mengumumkan bahwa DPR akan meluncurkan penyelidikan resmi terhadap pemakzulan Trump. Trump mengonfirmasi, telah menahan hampir USD400 juta bantuan AS untuk Ukraina tetapi membantah telah mendesak presiden negara itu memulai penyelidikan terhadap,Joe Biden, saingannya dalam pilpres tahun depan dari Partai Demokrat.

Tingkat kepercayaan konsumen AS periode September turun paling tajam dalam sembilan bulan, lebih dari perkiraan. Poundsterling menguat setelah Mahkamah Agung Inggris membatalkan keputusan penundaan Parlemen oleh PM Boris Johnson. Indeks dolar, ukuran kurs  greenback  terhadap enam mata uang negara maju turun 0,27% menjadi USD98,337.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.1017-0.0003-0.03%7:27 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.250.00020.02%7:27 PM
Yen (USD-JPY)107150.08+0.07%7:27 PM
Yuan (USD-CNY)7.12-0.0016-0.02%11:29:00 AM
Rupiah (USD-IDR)14113.528.5+0.20%4:39 AM

Sumber : Bloomberg.com, 24/9/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi turun lebih dari 2%, setelah Trump membangkitkan kembali kekhawatiran terhadap konflik dagang China-AS. Dalam pidato di depan Majelis Umum PBB Trump menuduh China melakukan praktik perdagangan tidak adil, dengan menghambat pasar secara "masif", manipulasi mata uang, dan pencurian kekayaan intelektual. Data kepercayaan konsumen AS yang mencapai titik terendah dalam sembilan bulan, menambah kekhawatiran dampak perang dagang China-AS yang berkepanjangan.

Data ekonomi yang lesu di Eropa dan Jepang juga membebani harga minyak mentah. Jajak pendapat Reuters memperkirakan stok minyak mentah AS pada pekan lalu turun, setelah Badai Tropis Imelda mengganggu operasi di Gulf Coast. Namun sejumlah analis juga memperkirakan ekspor minyak mentah AS akan meningkat dalam beberapa pekan mendatang setelah serangan terhadap fasilitas minyak Arab Saudi. Di Majelis Umum PBB, Trump mengecam Iran, tetapi mengatakan ada jalan menuju perdamaian, sehingga menghapus kekhawatiran akan melibatkan militer AS.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent turun USD1,35 (-2,0%) menjadi USD63,42 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI turun USD1,12 (-1,9%) menjadi USD57,52 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup naik ke level tertinggi tiga pekan, karena seruan pemakzulan terhadap Trump. Emas juga mendapatkan dukungan dari data kepercayaan konsumen AS yang mengecewakan dan memudarnya kembali harapan segera terselesaikannya perang dagang AS-China setelah pidato Trump di depan sidang PBB.

Kekhawatiran atas ekonomi global terus meningkat, survei zona euro menunjukkan pertumbuhan bisnis terhenti pada bulan ini, sementara data ekonomi yang variatif di AS menambah kekhawatiran akan resesi global. 

Kepemilikan SPDR Gold Trust GLD, ETF emas terbesar di dunia, melonjak 1,6% menjadi 908,52 ton pada sesi Senin, level tertinggi sejak November 2016. Harga logam lainnya; palladium naik 1,2% menjadi USD1.673,05 per ounce, perak turun 0,8% menjadi USD18,49, platinum melemah 0,4% menjadi USD952,91.

  • Harga emas di pasar spot naik menjadi USD1.527,40 per ounce.

  • Harga emas berjangka naik 0,6% menjadi USD1.535,60 per ouncce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author