Bursa Pagi: Asia Dibuka Cenderung Menguat, Buka Peluang Rebound IHSG

Bursa Pagi: Asia Dibuka Cenderung Menguat, Buka Peluang Rebound IHSG

Posted by Written on 24 September 2019


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (24/9) dibuka menguat, berusaha keluar dari tekanan penurunan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street, setelah rilis indeks aktivitas manufaktur Eropa yang mengindikasikan kemungkinan resesi. Indeks MSCI Asia ex-Jepang menguat 0,06%.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penguatan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,12%, yang diwarnai kenaikan harga sejumlah komoditas pertambangan. Namun harga minyak melemah pada pembukaan pasar Asia. Indeks berlanjut menguat 0,08% (5,30 poin) menjadi 6.755,00 pada pukul 8:25 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak naik 0,33% (73,89 poin) menjadi 22.152,98, setelah dibuka meningkat 0,34% dan Topix melaju 0,64%, meskipun harga saham Fast Retailing dan Softbank Group melorot 0,97% dan 0,84%.

Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka cenderung mendatar di posisi 2.085, kendati harga saham Hyundai Motor melonjak 1,13%. Indeks berlanjut melemah 0,09% di posisi 2.089,82.

Melanjutkan penguatan Asia, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik 0,30% (77,81 poin) ke level 26.300,21 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China dibuka menguat 0,14% di posisi 2.981,19.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren pergerakan indeks acuan yang melemah di bursa saham global namun berbalik arah di bursa regional, setelah kemarin gagal bermanuver ke teritori positif dan ditutup turun 0,41%ke level 6.206. Investor asing membukukan penjualan bersih Rp269,62 miliar.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini berpeluang berbaik menguat, menggeser rentang konsolidasi ke arah yang lebih baik. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan masih adanya potensi pelemahan, namun berpeluang rebound lantaran cenderung jenuh jual.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, kekhawatiran investor akan melambatnya ekonomi global akibat melemahnya data ekonomi di Eropa serta turunnya beberapa harga komoditas antara lain CPO, nikel dan timah diprediksi akan menjadi sentimen negatif.

Sementara itu dari dalam negeri, memanasnya aksi demonstrasi massa di depan gedung DPR juga diprediksi akan menjadi tambahan katalis negatif di pasar. IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan support di level 6.170 dan  resistance  di level 6.245.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: MAPI (Buy, Support: Rp1.000, Resist: Rp1.040), BBRI (Buy, Support: Rp4.140, Resist: Rp4.220), 

    UNVR (Buy, Support: Rp46.950, Resist: Rp47.650), ACES (Buy, Support: Rp1.735, Resist : Rp1.755).

  • ETF: XPDV ( SELL , Support: Rp465, Resist: Rp471), XIJI ( SELL , Support: Rp697, Resist: Rp703), 

    XPES ( SELL , Support: Rp433, Resist: Rp436).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir dengan sedikit perubahan, karena data ekonomi yang lemah dari Eropa memicu kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi global. Aktivitas manufaktur Jerman bulan ini jatuh ke level terendah sejak krisis keuangan, dan sektor jasa tumbuh dengan laju paling rendah dalam sembilan bulan. Secara keseluruhan, manufaktur di zona euro berada di level terendah lebih dari enam tahun, dan sektor jasa tumbuh paling lambat dalam delapan bulan, kata IHS Markit.

Sementara itu aktivitas sektor manufaktur AS pada September ini mencapai level tertinggi lima bulan, dan sektor jasa tumbuh pada laju tercepat dalam dua bulan. Namun IHS Markit mencatat data manufaktur tetap berada di antara yang terlemah sejak 2016. Saham Amazon melemah 0,4% setelah analis Morgan Stanley menurunkan target harga raksasa  e-commerce  itu. American Express melonjak 1,2% setelah perusahaan itu meluncurkan program pembelian kembali saham, dan menaikkan dividen sebesar 10%.

  • Dow Jones Industrial Average naik tipis 0,06% (14,92 poin) di posisi 26.949,99.

  • S&P 500 sedikit melemah 0,01% (-0,29 poin) di level 2.991,77.

  • Nasdaq Composite berkurang 0,06% (-5,21 poin) menjadi 8.112,46.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,60% menjadi USD25,05.

Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup dengan penurunan tajam, terpukul oleh rilis data ekonomi yang lebih lemah dari perkiraan, dan kejatuhan Thomas Cook salah satu operator tur paling terkenal di dunia. Indeks STOXX 600 melorot 0,8% menjadi 389,80, dipimpin kejatuhan harga saham di sektor otomotif, pertambangan, dan perbankan. Peugeot Citroen Prancis, Commerzbank Jerman dan ArcelorMittal Belanda adalah yang terburuk di sektor masing-masing. Data Markit komposit PMI Jerman berada di posisi 49,1 pada September, turun dari 51,7 pada bulan sebelumnya. Elemen manufaktur melorot ke 41,4, jauh di bawah 50 sebagai ambang indikator kontraksi.

Saham sektor perjalanan dan wisata bergerak lebih tinggi, setelah operator tur Inggris, Thomas Cook mengumumkan kejatuhannya karena tidak dapat mengamankan paket penyelamatan dari pemberi pinjaman. 

Saham maskapai penerbangan dan operator tur Eropa, TUI, dan EasyJet Inggris melonjak karena berita tersebut. Runtuhnya Thomas Cook memangkas kelebihan kapasitas yang membebani harga paket wisata dalam beberapa tahun terakhir

  • FTSE 100 London turun 0,26% (-18,84 poin) menjadi 7.326,08.

  • DAX 30 Frankfurt anjlok 1,01% (-125,68 poin) ke posisi 12.342,33.

  • CAC 40 Paris merosot 1,06% (-60,02 poin) ke level 5.630,76.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir menguat, setelah rilis data manufaktur dan jasa Eropa yang suram, mengangkat kekhawatiran tentang kondisi ekonomi zona euro. Bahkan ketika data ekonomi Amerika tercatat variatif. Euro melemah, tertekan oleh penurunan pertumbuhan bisnis zona euro yang terseret oleh penurunan aktivitas ekonomi di Jerman karena resesi di sektor manufaktur yang semakin dalam. Sementara itu, data ketenagakerjaan AS di sektor jasa di September, menyusut untuk pertama kalinya dalam sembilan setengah tahun. Namun, data aktivitas manufaktur AS menunjukkan kenaikan pada September, melampaui ekspektasi.

Indeks Pembelian Manajer (PMI) Komposit Zona Euro versi IHS Markit, merosot ke posisi 50,4 pada September dari 51,9 pada Agustus, memupus harapan bahwa yang terburuk sudah berlalu. Penurunan yang berkelanjutan dalam aktivitas manufaktur berisiko menginfeksi seluruh perekonomian, kata Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi. Indeks dolar, ukuran kurs  greenback  terhadap enam mata uang negara maju naik 0,09% menjadi 98,599.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.099300.00%7:24 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.24330.0004+0.03%7:24 PM
Yen (USD-JPY)107.580.03+0.03%7:24 PM
Yuan (USD-CNY)7.11800.0271+0.38%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)1408530+0.21%3:47 AM

Sumber : Bloomberg.com, 23/9/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi tadi bergerak menguat. Harga minyak melambung hampir 7% pekan lalu, karena berlarutnya kekhawatiran atas pasokan global setelah serangan terhadap fasilitas minyak Saudi. Penurunan pasokan minyak global mengimbangi prospek pemulihan output yang lebih cepat dari perkiraan dan tanda-tanda perlambatan ekonomi Eropa. Arab Saudi memulihkan sekitar 75% dari produksi minyak mentahnya pasca serangan drone yang menghanguskan 5,7 juta barel perhari pasokan minyak Saudi. 

Serangan itu menarik kembali perhatian investor, yang selama ini kurang peduli terhadap risiko pasokan karena persediaan yang melipah, pada prospek gangguan pasokan produsen OPEC lainnya.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent naik 40 sen menjadi USD64,68 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik 0,95% menjadi USD58,64 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup menguat, melesat ke level tertinggi dalam lebih dari dua pekan. Data ekonomi yang lemah dari zona euro memicu kekhawatiran resesi global dan memaksa investor untuk mencari emas sebagai  safe haven.  Analis mengatakan, emas bisa mencapai USD1.550 dengan "dukungan" suku bunga yang lemah, meningkatnya risiko geopolitik, dan tidak adanya perjanjian (perdagangan) AS-China yang mendorong ekonomi global dalam resesi.

Sementara itu, data PMI manufaktur AS yang lebih baik dari perkiraan membantu pasar saham mengurangi kerugian, tetapi gagal untuk menghentikan momentum kenaikan emas. Investor juga mencermati hubungan perdagangan AS-China, setelah delegasi China membatalkan kunjungan mereka ke sejumlah kawasan pertanian AS. Sementara, harga palladium naik 0,6% menjadi USD1.650,60 per ounce, setelah melonjak ke rekor tertinggi USD1.664,50 di awal sesi. Harga perak melonjak 3,5% menjadi USD18,61 per ounce dan platinum melejit 1,1% menjadi USD955,85.

  • Harga emas di pasar spot naik 0,5% menjadi USD1.523,51 per ounce.

  • Harga emas berjangka melonjak 1,1% menjadi USD1.531,50 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


#YukNabungETF 
#IPOTKaryaAnakBangsa
#BanggaPakeIPOT 
#IPOTPionner

comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author