Bursa Pagi: Asia Dibuka Mixed, IHSG Berkutat di Rentang Konsolidasi

Bursa Pagi: Asia Dibuka Mixed, IHSG Berkutat di Rentang Konsolidasi

Posted by Written on 23 September 2019


Ipotnews - Mengawali pekan di pengujung September, Senin (23/9), bursa saham Asia dibuka mixed,  mewaspadai perkembangan perundingan dagang AS-China yang menyebabkan penurunan tajam indeks saham acuan di bursa saham Wall Street akhir pekan lalu. Indeks MSCI Asia ex-Jepang menguat 0,05%. Bursa saham Jepang hari ini libur.

Membuka perdagangan saham pekan ini, indeks ASX 200, Australia mencatatkan kenaikan 0,52%, di tengah kenaikan harga saham sektor energi. Saham Beach Energy melesar 1,75%, dan Santor naik 0,26% yang didukung oleh lompatan harga minyak mentah lebih dari 1% pada pembukaan pasar Asia. Indeks mencatatkan kenaikan 0,44% (29,50 poin) menjadi 6.760,30 pada pukul 8:30 WIB.

Pada jam yang sama indeks Kospi, Korea Selatan bergerak melemah 0,06% di posisi 2.090,25, setelah dibuka turun 0,2%, terseret pelemahan harga Samsung Electronics sebesar 0,2%.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka menguat 0,11% (27,95 poin) ke posisi 26.463,62 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China turun 0,27% menjadi 2.998,40.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada pergerakan indeks acuan di bursa saham global dan regional yang bervariasi, setelah gagal membukukan kenaikan pada penutupan akhir pekan kemarin dan ditutup IHSG melemah 0,21% ke posisi 6.231. Investor asing membukukan penjualan bersih Rp833,82 miliar.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih akan berkutat di rentang konsolidasi, berpotensi menguat,. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi rebound dengan menguat terbatas di area oversold.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, berkurangnya optimisme investor akan terwujudnya perdamaian dagang AS-China setelah delegasi China membatalkan kunjungannya ke kawasan pertanian AS di Montana dan kembali lebih cepat dari jadwal, diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar.

Sementara itu menguatnya bursa regional serta naiknya sejumlah harga komoditas seperti nikel, timah, dan emas diprediksi akan menjadi katalis positif di pasar. IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan  support  di level 6.195 dan  resistance  di level 6.265.


  • Saham: INCO (Buy, Support: Rp3.700, Resist: Rp4.020), BMTR (Buy, Support: Rp346, Resist: Rp370), 

    TLKM (Buy, Support: Rp4.250, Resist: Rp4.330), MAPI (Buy, Support: Rp985, Resist : Rp1.015).


  • ETF : XDIF ( SELL , Support: Rp493, Resist: Rp498), XPLC ( SELL , Support: Rp498, Resist: Rp503), 

    XPID ( SELL , Support: Rp531, Resist: Rp537).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street akhir pekan lalu ditutup dengan membukukan penurunan tajam, terpengaruh oleh munculnya pemberitaan bahwa delegasi China menunda kunjungan ke kawasan pertanian AS di Montana, dan pulang lebih awal. Penundaan tersebut dilihat para investor sebagai sinyal bahwa kedua negara tidak semakin dekat mencapai kesepakatan sengketa dagang. Wakil negosiator dari AS dan China memulai negosiasi untuk pertama kali dalam hampir 2 bulan vakum.

Secara mingguan indeks Dow Jones dan Nasdaq turun 1,1% dan 0,7%, S&P 500 berkurang 0,5%. Saham Caterpillar anjlok 1,5%, Boeing merosot 1,3 persen, dan Apple drop 1%. Presiden The Fed St.Louis dalam penjelasan tertulisnya menyebutkan, "Ada sinyak bahwa pertumbuhan ekonomi AS akan melambat dalam waktu dekat. Ketidakpastian kebijakan dagang tetap menguat, manufaktur AS mulai memperlihatkan resesi, dan banyak estimasi probabilitas resesi telah meningkat dari rendah menjadi moderat.

  • Dow Jones Industrial Average melorot 0,59% (-159,72 poin) ke posisi 26.935,07.

  • S&P 500 turun 0,49% (-14,72 poin) menjadi 2.992,07.

  • Nasdaq Composite anjlok 0,80% (-65,21 poin) ke level 8.117,67.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 0,76% menjadi USD24,90.

Bursa saham utama Eropa mengakhiri pekan lalu dengan cenderung menguat, didukung aksi beli para pemodal terhadap saham-saham sektor migas dan perbankan.Majelis Umum PBB mengindikasikan potensi pertemuan antara Presiden Iran dan AS, terkait serangan terhadap kilang minyak Arab Saudi pada pekan lalu. Investor juga berburu saham-saham defensif seperti utiliti, real estat, serta makanan dan mimnuman, menjelang rilis data perekonomian zona Eropa dan AS, termasuk survei pendahuluan indeks manufaktur serta pertumbuhan ekonomi.

Indeks STOXX 600 naik 0,3% menjadi 392,95, naik 0,3% dibanidng akhir pekan sebelumnya. Saham sektor migas melesat 3,4%, kenaikan mingguan tertinggi dalam 4 bulan terakhir. Saham ritel menjadi penggerak kenaikan indeks Stoxx 600. Saham Airbus terperosok 3,2%, British American Tobacco merosot 1,5%. Jyske Bank, Denmark melonjak 5,3%, menjadi top gainer Stoxx 600. Novo Nordisk naik 2,6% setelah BPOM AS menyetujui obat diabetes versi oral yang dibuat oleh perusahaan tersebut. Saham Investec rontok 8% karena menginformasikan kemungkinan laba semesatr I yang lebih rendah dari perkiraan.

  • FTSE 100 London turun 0,16% (-11,50 poin) ke posisi 7.344,92.

  • DAX 30 Frankfurt menguat 0,08% (10,31 poin) menjadi 12.468,01.

  • CAC 40 Paris naik 0,56% (31,70 poin) ke level 5.690,78.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York akhir pekan lalu ditutup menguat ditopang oleh kedatangan delegasi China ke AS untuk mempersiapkan kerangka kerja negosiasi tingkat pejabat tinggi AS-China pada awal Oktober mendatang, dan the Fed tidak akan memangkas suku bunga acuan secara agresif. Data pembangunan rumah baru AS ke level tertinggi dalam 12 tahun terakhir serta  rebound output  pabrik di bulan Agustus, diyakini sebagai ekspansi terkuat AS sehingga memperkuat ekonomi AS.

Poundsterling melemah dari posisi tertinggi dalam 2 bulan terakhir setelah Kementerian Luar Negeri Inggris mengatakan London dan Uni Eropa belum mencapai kesepakatan Brexit. Financial Times yang memberitakan PM Inggris menyatakan bahwa tidak berharap mencapai kesepakatan hukum operasional mencakup perbatasan dengan Irlandia dalam rapat para pemimpin UE. Indeks Dolar AS naik 0,25% menjadi 98,513., naik sekitar 0,3% dibanding akhir pekan sebelumnya.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.1017-0.0024-0.22%9/20/2019
Poundsterling (GBP-USD)1.2478-0.0048-0.38%9/20/2019
Yen (USD-JPY)107.56-0.46-0.43%9/20/2019
Yuan (USD-CNY)7.0909-0.0056-0.08%9/20/201
Rupiah (USD-IDR)14055-5-0.04%9/20/2019

Sumber : Bloomberg.com, 20/9/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges akhir pekan lalu bergerak relatif mendatar, namun sukses mencatatkan penguatan mingguan tertinggi sejak Juni lalu. Naiknya tensi geopolitik Timur Tengah dan kekhawatiran terhadap suplai setelah insiden serangan drone ke fasilitas kilang minyak Arab Saudi menjadi sentimen penguat. Secara mingguan, minyak WTI naik 5,9%.

Namun banjir akibat badai tropis Imelda memaksa sejumlah kilang minyak utama menghentikan produksi. Sementara itu, pipa penyalur, terminal dan jalur pengiriman di Texas ditutup. Exxon Mobil Corp menutup beberapa unit kilang Beaumont berkapasitas 369.024 barel per hari, dan Valero Energy Corp menurunkan produksinya di kilang Port Arthut sebanyak 335.000 bph. Harga minyak kembali bergerak naik hingga pagi ini.

  • Harga WTI untuk pengiriman November naik 61 sen (1,05%) menjadi USD58,70 per barel.

  • Harga Brent untuk pengiriman November naik 62 sen (0,96%) menjadi USD64,90 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange akhir pekan lalu ditutup menguat, ditopang oleh sentimen ketegangan geopolitik Timur Tengah, naik 0,9% dibanding akhir pekan sebelumnya. 

Kenaikan harga emas juga ditopang oleh minat membeli emas sebagai  safe haven  karena meningkatnya tensi politik di Timur Tengah. Para analis mengatakan, secara keseluruhan prospek global mendukung harga emas, ketika bank sentral global akan terus melonggarkan moneter dan prospek negosiasi damai perang dagang AS-China belum menunjukkan titik terang.

Sementara itu, harga perak naik 0,1% ke USD17,78 per ounce, atau naik 2% secara mingguan. Platinum naik 0,6% menjadi USD942,16 per ounce. Palladium naik 1,2% menjadi USD1.642,96, per ounce, naik 2,3% dibanding akhir pekan sebelumnya.

  • Emas di pasar spot menguat 0,3% menjadi USD1.502,86 per ounce,

  • Harga emas berjangka juga naik 0,3% menjadi USD 1.510,20 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author