Bursa Pagi: Global-Regional Melaju, IHSG Bullish di Area Jenuh Beli

Bursa Pagi: Global-Regional Melaju, IHSG Bullish di Area Jenuh Beli

Posted by Written on 12 September 2019


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Kamis (12/9), dibuka menguat tajam, merespon perkembangan positif hubungan dagang AS-China setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan penundaan penerapan tarif tambahan pada impor China senilai USD250 miliar dolar. Pasar mengekspekasikan langkah pelonggaran daro keputusan rapat Bank Sentral Eropa, hari ini. Indeks MSCI Asia ex-Jepang naik 0,23%.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australi sebesar 0,57% dengan menempatkan hampir semua sektor di zona hijau. Harga minyak menguat pada pembukaan pasar Asia. Indeks berlanjut melaju 0,69% (45,80 poin) ke posisi 6.683,80 pada pukul 8:20 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak meningkat 0,97% (208,57 poin) ke level 21.806,33, setelah dibuka melaju 0,86%, dan Topix naik 0,55% di tengah tren pelemahan yen. Saham Yahoo Jepang melonjak lebih dari 4,5%. Bursa Korea Selatan hari ini libur.

Indeks Hang Seng, Hongkong juga dibuka naik 0,32% (85,62 poin) menjadi 27.244,68 pada pukul 8:40 WIB. Indeks Shanghai Composite, China menguat 0,28% ke posisi 3.017,24.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi dihadapkan pada tren kenaikan indeks acuan di bursa saham global dan regional, setelah kembali berhasil keluar dari tekanan penurunan pada pertengahan perdagangan kemarin dan ditutup dengan melaju 0,71% ke level 6.381. Investor asing kembali membukukan pembelian bersih senilai Rp238,13 miliar.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini akan berusaha melanjutkan tren bullish keluar dari fase konsolidasi. Beberapa indikator pergerakan indeks mengindikasikan adanya potensi bullish continuation  kendati sudah berada dalam kondisi jenuh beli.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, meredanya tensi dagang AS-China setelah China mengumumkan beberapa daftar produk Amerika yang dikecualikan dari tarif baru diprediksi akan menjadi sentimen positif.

Menguatnya nilai tukar rupiah serta beberapa harga komoditas seperti timah dan emas juga diprediksi akan menjadi tambahan katalis positif di pasar. IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan  support  di level 6.330 dan  resistance  di level 6.430.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: BSDE (Buy, Support: Rp1.320, Resist: Rp1.390), WIKA (Buy, Support: Rp2.050, Resist: Rp2.210), BMRI (Buy, Support: Rp7.000, Resist: Rp7.300), ASII (Buy, Support: Rp6.700, Resist : Rp7.150).

  • ETF: XPLQ (Buy, Support: Rp520, Resist: Rp527), XBLQ (Buy, Support: Rp493, Resist: Rp499), XPLC (Buy, Support: Rp510, Resist: Rp518).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir menguat, dipimpin oleh sektor teknologi yang sensitif terhadap tarif dan saham industri, setelah China membebaskan 16 jenis barang dari bea masuk tambahan, menjelang negosiasi perdagangan bulan depan dengan AS. Rilis indeks harga produsen AS naik 0,1% pada Agustus, lebih tinggi dari ekspektasi. The Fed diperkirakan menurunkan suku bunga dalam pertemuan minggu depan.

Saham Apple melejit 3,2%, mendorong kenaikan sektor teknologi sekitar 0,9% , setelah memulai pekan ini dengan penurunan 1,2%. Micron Technology melonjak 2,2%, Cisco Systems juga naik 1,5%. Boeing, eksportir Amerika terbesar berdasarkan nilai dolar, melonjak 3,6% setelah mendapatkan persetujuan pada awal kuartal keempat untuk melanjutkan pengoperasian pesawat 737 MAX.

  • Dow Jones Industrial Average melonjak 0,85% (227,61 poin) ke level 27.137,04.

  • S&P 500 meningkat 0,72% (21,54 poin) menjadi 3.000,93.

  • Nasdaq Composite Index melesat 1,06% (85,52 poin) ke posisi 8.169,68.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange nail 0,66% menjadi USD25,84.

Bursa saham utama Eropa tadi malam berakhir di zona hijau, menunggu hasil rapat Bank Sentral Eropa (ECB) setelah China mengisyaratkan pencairan ketegangan perdagangan dengan AS. Indeks STOXX 600 naik 0,85% menjadi 389,71, harga saham sektor sumber daya dasar mencatatkan kenaikan 1%. Perbankan Eropa menyuarakan keprihatinan tentang suku bunga rendah menjelang rapat ECB yang diperkirakan akan menggandakan kebijakan yang menekan laba perbankan.

Saham London Stock Exchange (LSE) Group melesat 6,3% setelah bursa Hong Kong melakukan penawaran USD36,6 miliar untuk menggabungkan kedua perusahaan tersebut. Namun raksasa ritel Spanyol, Inditex, anjlok 3,9% setelah melaporkan laba semester I yang di bawah ekspektasi. Gejolak politik Inggris kembali menjadi perhatian, setelah pengadilan tertinggi Skotlandia memutuskan bahwa penangguhan parlemen oleh PM Boris Johnson sampai 14 Oktober merupakan pelanggaran hukum.

  • FTSE 100 London melonjak 0,96% (70,08 poin) ke level 7.338,03.

  • DAX 30 Frankfurt melaju 0,74% (90,36 poin) ke posisi 12.359,07.

  • CAC 40 Paris naik 0,44% (24,85 poin) menjadi 5.618,06.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup menguat, di tengah kejatuhan euro ke level terendah satu pekan menjelang rapat kebijakan ECB yang diperkirakan akan menambah stimulus moneter untuk mendorong perekonomian zona euro. Yen mencatat level terlemah sejak 1 Agustus merespon rencana kelanjutan perundingan perdagangan AS-China.

China mengumumkan pembebasan tarif untuk 16 jenis produk AS, di tengah upaya meredakan eskalasi perang dagang. Poundsterling juga melemah setelah pengadilan Skotlandia, memutuskan bahwa penangguhan Parlemen Inggris oleh PMenteri Boris Johnson merupakan pelanggaran hukum. Indeks dolar yang mengukur kurs  greenback  terhadap enam mata uang negara maju naik 0,32 persen menjadi 98,645.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.10130.0003+0.03%7:47 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.23330.0007+0.06%7:47 PM
Yen (USD-JPY)108.000.18+0.17%7:47 PM
Yuan (USD-CNY)7.11580.0031+0.04%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,060.007.50+0.05%4:58 AM

Sumber : Bloomberg.com, 11/9/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi anjlok lebih dari 2%. Presiden AS Donald Trump diberitakan tengah membahas pelonggaran sanksi terhadap Teheran untuk membantu mengamankan pertemuan dengan Presiden Iran Hassan Rouhani, bulan ini. Langkah tersebut dikhawtirkan akan meningkatkan pasokan minyak mentah global di tengah kekhawatiran tentang perlambatan permintaan energi.

Harga minyak menguat sepanjang bulan ini, didukung oleh penurunan persediaan global dan tanda-tanda meredanya ketegangan perdagangan antara AS-China. Namun Badan Informasi Energi (EIA) AS mengatakan stok bensin domestik turun kurang dari perkiraan pada pekan lalu, sementara stok minyak mentah jatuh ke level terendah dalam hampir setahun. Produksi mingguan AS melonjak ke rekor di 12,4 juta barel per hari sementara laporan bulanan dari EIA memperkirakan  output  rata-rata mencapai 13,23 juta bph pada 2020.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent turun USD1,57 (-2,5%) menjadi USD60,81 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI turun USD1,65 (-2,9%) menjadi USD55,75 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup menguat mengakhiri sesi penurunan empat kali beruntun, didukung ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter oleh bank sentral Eropa dan AS. Namun peningkatan minat terhadap aset berisiko membatasi kenaikan harga emas. Imbal hasil obligasi memperpanjang kenaikan yang stabil dan Wall Street menguat, dengan fokus investor beralih pada keputusan kebijakan moneter ECB.

Keputusan ECB kemungkinan akan mempengaruhi keputusan penetapan suku bunga oleh Federal Reserve dan Bank of Japan pekan depan. Harga logam mulai lainnya juga naik. Harga perak naik 0,4% menjadi USD18,09 per ounce, palladium menguat 0,3% menjadi USD1.565,87 per ounce, dan platinum meningkat 0,9% menjadi USD938,58.

  • Harga emas di pasar spot naik 0,6% menjadi USD1.494,90 per ounce.

  • Harga emas berjangka naik 0,3% menjadi USD1.503,20 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)



comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author