Bursa Pagi: Global-Regional Melaju, IHSG Berpeluang Bermanuver di Zona Hijau

Bursa Pagi: Global-Regional Melaju, IHSG Berpeluang Bermanuver di Zona Hijau

Posted by Written on 06 September 2019


Ipotnews - Jelang akhir pekan, Jumat (6/9), bursa saham Asia dibuka menguat, melanjutkan tren kenaikan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street, menyambut kesediaan Beijing dan Washington untuk memulai kembali perundingan dagang pada Oktober mendatang. Indeks MSCI Asia ex-Jepang menguat 0,17%.

Mengawali perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200, Australia menguat 0,28%, di tengah penurunan harga logam mulia di pasar global, dan harga minyak pada pembukaan pasar Asia. Indeks melaju 0,52% (34,70 poin) ke level 6.647,90 pada pukul 8:20 WIB.

Indeks Nikkei 225, Jepang bergerak meningkat 0,51% (107,04 poin) ke posisi 21.192,98, setelah dibuka naik 0,38%, dan Topix bertambah 0,19%, diwarnai pelemahan yen. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melaju 0,4% dan berlanjut menguat 0,26% menjadi 2.009,92.

Perkuat tren kenaikan Asia, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melonjak 0,97% (257,60 poin) ke level 26.773,13 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China menguat 0,14% di posisi 2.989,98.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren kenaikan indeks acuan di bursa saham global dan regional, setelah berhasil melaju pada sesi perdagangan kemarin ditutup naik 0,59% ke level 6.306. Investor asing membukukan penjualan bersih Rp87,94 miliar.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini berpeluang melanjutkan manuvernya di zona hijau, jelang rilis data cadangan devisa RI yang diperkirakan dalam kondisi yang stabil. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi penguatan lanjutan di area negatif.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, meredanya kekhawatiran investor menyusul berita bahwa AS dan China akan melanjutkan perundingan dagang pada bulan Oktober diprediksi akan memberikan sentimen positif di pasar.

Menguatnya nilai tukar rupiah serta beberapa harga komoditas seperti minyak mentah, timah dan batu bara juga diprediksi akan menjadi tambahan katalis positif bagi indeks. IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan  support  di level 6.270 dan  resistance  di level 6.340.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: INTP (Buy, Support: Rp21.600, Resist: Rp22.225), MAPI (Buy, Support: Rp990, Resist: Rp1.025), 

    ANTM (Buy on Weakness, Support: Rp1.080, Resist: Rp1.120), TLKM (Buy, Support: Rp4.290, Resist : Rp4.360).

  • ETF: XIHD (Buy, Support: Rp496, Resist: Rp508), XPDV (Buy, Support: Rp472, Resist: Rp481), 

    XIIT (Buy, Support: Rp549, Resist: Rp562).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup melemah, setelah muncul berita bahwa AS dan China akan melanjutkan perundingan perdagangan tingkat tinggi pada Oktober. Selain itu, data ADP dan Moody's Analytics menunjukkan adanya peningkatan penggajian sektor swasta AS sebesar 195.000, melebihi ekspektasi 140.000. Sementara itu, Institute for Supply Management mengatakan sektor jasa AS periode Agustus.berkembang lebih cepat dari perkiraan.

Sektor teknologi melesat 2,1% dan ditutup sekitar 1,7% dari rekor tertinggi. VanEck Vectors Semiconductor ETF melejit 3%, karena saham Advanced Micro Devices melonjak 1,8%. Saham perbankan seperti J.P. Morgan Chase dan Citigroup masing-masing meningkat ebih dari 2%, sementara Caterpillar dan Boeing masing-masing melonjak 3,3% dan 1%.

  • Dow Jones Industrial Average melonjak 1,41% (372,68 poin) ke level 26.728,15.

  • S&P 500 melompat 1,3% (38,22 poin) menjadi 2.976.

  • Nasdaq Composite Index melesat 1,75% (13l9,95 poin) ke posisi 8.116,83.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,92% menjadi USD25,28.

Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup cenderung menguat, setelah konfirmasi perundingan perdagangan AS-China dan upaya anggota parlemen Inggris untuk memblokir Brexit tanpa kesepakatan, serta meredanya turbulensi politik di Italia . Indeks STOXX 600 menguat 0,72% menjadi 385,92, dipimpin lonjakan harga saham sektor otomotif hampir 3% didukung ekspektasi dimulainya kembali negosiasi perdagangan AS-China. Di sisi lain, saham perawatan kesehatan berkinerja terburuk, anjlok 0,76%.

Parlemen Inggris mensahkan RUU yang diperkenalkan oleh partai oposisi untuk menghalangi PM Boris Johnson melakukan Brexit tanpa kesepakatan pada 31 Oktober. RUU itu diperkirakan bisa melewati majelis tinggi parlemen, House of Lords dan akan diajukan untuk diajukan ke Kerajaan, Jumat ini. Saham John Wood Group, London melonjak 9%, diikuti oleh developer Inggris, Melro sesebesar 8,7%. Equinor juga membukukan kenaikan 7,5%. Namun saham Clydesdale Bank longsor lebih dari 21% setelah membuat ketentuan lebih lanjut mengenai biaya warisan 300-450 poundsterling untuk menyelesaikan klaim PPI.

  • FTSE 100 London turun 0,55% (-40,09 poin) menjadi 7.271,17).

  • DAX 30 Frankfurt melaju 0,85% (101,74 poin) ke posisi 12.126,78.

  • CAC 40 Paris meningkat 1,11% (61,30 poin) ke level 5.593,37.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York ditutup sedikit melemah, di tengah penurunan yen seiring menurunnya ketegangan global termasuk konflik perdagangan AS-China sehingga mengurangi permintaan untuk mata uang  safe-haven . China dan Amerika Serikat, Kamis, sepakat untuk mengadakan pembicaraan tingkat tinggi pada awal Oktober di Washington. Poundsterling menguat terhadap dolar didukung harapan terhindarkannya Brexit tanpa kesepakatan. Pelemahan dolar dibatasi oleh peningkatan data penggajian AS periode Agustus sebesar 195.000 pekerja melebihi perikiraan kenaikan 158.000 pekerja. Indeks dolar, ukuran  greenback  terhadap sekeranjang enam mata uang negara maju melemah 0,04% menjadi 98,414.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.10350.000.00%7:32 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.2323-0.0011-0.09%7:32 PM
Yen (USD-JPY)107.020.08+0.07%7:32 PM
Yuan (USD-CNY)7.14890.0029+0.04%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,155.00-4.50-0.03%4:55 AM

Sumber : Bloomberg.com, 5/9/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak sedikit menguat, didukung penurunan tajam stok minyak mentah AS. Badan Informasi Energi menyebutkan, persediaan minyak mentah dan produk minyak AS turun pekan lalu, untuk minggu ketiga berturut-turut meski ada lonjakan impor. Stok minyak mentah turun 4,8 juta barel, hampir dua kali lipat dari ekspektasi analis, menjadi 423 juta barel, terendah sejak Oktober 2018.

Harga minyak melonjak lebih dari 2% setelah laporan EIA tersebut, tetapi harga berangsur-angsur turun karena tingginya skeptisisme terhadap prospek kesepakatan perdagangan AS-China. Sengketa perdagangan yang berkepanjangan membebani harga minyak, tetapi Brent masih naik sekitar 12% tahun ini, ditopang pengurangan produksi minyak OPEC +. Namun OPEC dan Rusia disebutkan telah meningkatkan produksi pada Agustus.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent naik 25 sen menjadi USD60,95 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik 4 sen menjadi USD56,30 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir turun lebih dari 2% dan perak anjlok lebih dari 4% penurunan harian terburuk dalam dua setengah tahun. Harga logam mulia tertekan oleh rilis data ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan dan harapan mencairnya ketegangan perdagangan AS-China. Imbal hasil US Treasury meningkat, mengurangi kekhawatiran perlambatan ekonomi, dan mendorong minat investor terhadap aset berisiko. Investor mengalihkan perhatiannya ke data penggajian non-pertanian AS yang akan dirilis Jumat ini. Harga perak rontok 4,2% menjadi USD18,74 per ounce, platinum melorot sekitar 2,3% menjadi USD963, palladium naik 0,6% menjadi USD1.562,93

  • Harga emas di pasar spot merosot 2,1% menjadi USD1.520,60 per ounce.

  • Harga emas berjangka melorot 2% menjadi USD1.528,90 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author