Bursa Pagi: Global-Regional Melaju Cepat, Laju IHSG Dibayangi Tren Bearish

Bursa Pagi: Global-Regional Melaju Cepat, Laju IHSG Dibayangi Tren Bearish

Posted by Written on 05 September 2019


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Kamis (5/9), dibuka lebih tinggi, melanjutkan tren kenaikan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street yang didukung oleh membaiknya suhu politik di Eropa dan Hongkong. Investor mengamati indeks Hang Seng setelah melambung lebih dari 4% pada sesi perdagangan kemarin.

Indeks MSCI Asia ex-Jepang naik 0,25%. Harga minyak mentah melemah pada pembukaan pasar Asia, setelah melonjak lebih dari 4% pada penutupan pasar komoditas Eropa dan AS.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,3% dengan menempatkan mayoritas indeks sektoral di zona hijau. Indeks berlanjut meningkat 0,57% (37,60 poin) ke posisi 6.590,60 pada pukul 8:25 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang melaju 1,46% (302,28 poin) ke level 20.951,42, setelah dibuka melompat 1,15%, dan Topix melaju 1,03%, di tengah pelemahan yen. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka naik 0,49% dan berlanjut melaju 0,65% ke posisi2.001,44.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka sedikit melemah, 0,04% (-10,37 poin) di level 2.651,86 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China naik 0,52% menjadi 2.972,66.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren kenaikan indeks di bursa saham global dan regional, setelah berhasil keluar dari tekanan jual menjelang penutupan sesi perdagangan kemarin dengan menguat 0,13% menjadi 6.269. Investor asing masih melakukan aksi jual bersih sebesar Rp843,88 miliar.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih berada dalam tren konsolidasi namun berpeluang melanjutkan pola kenaikan jangka pendek. Secara teknikal, beberapa indikator indeks memperlihatkan adanya potensi penguatan lanjutan dalam bayangan tren bearish.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks bursa global dan regional seiring dengan meredanya situasi politik di Hongkong dan kembali naiknya yield obligasi AS tenor 10 tahun di atas tenor 2 tahun diprediksi akan menjadi sentimen positif.

Sementara itu menguatnya sejumlah harga komoditas seperti minyak mentah, CPO, dan timah juga diprediksi akan menambah katalis positif bagi indeks. IHSG diprediksi melanjutkan penguatannya dengan support di level 6.235 dan resistance di level 6.300.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: UNVR (Buy, Support: Rp47.000, Resist: Rp48.175), SMRA (Buy, Support: Rp1.075, Resist: Rp1.140), MNCN (Buy, Support: Rp1.235, Resist: Rp1.405), TINS (Buy, Support: Rp1.040, Resist : Rp1.105).

  • ETF: XISC (Buy, Support: Rp735, Resist: Rp745), XIPI (Buy, Support: Rp172, Resist: Rp175), 

    XPID (Buy, Support: Rp529, Resist: Rp536.


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir reboundmengabaikan kekhawatiran perang dagang, merespon menyusul perkembangan positif di Hong Kong dan proses Brexit Inggris. Kepala Eksekutif Hong Kong, Carrie Lam mencabut RUU yang akan memungkinkan ekstradisi tersangka kriminal ke daratan China menyikapi aksi unjuk rasa besar-besaran yang memicu kekhawatiran tindakan keras oleh Beijing. Sementara itu, anggota parlemen Inggris mengalahkan PM Boris Johnson yang mengusung strategi Brexit garis keras, dengan menyetujui UU yang dapat menghentikan upaya Brexit tanpa kesepakatan.

Sentimen pasar juga didukung pernyataan Presiden The Fed New York, bahwa bank sentral akan bertindak sebaik-baiknya untuk mempertahankan ekspansi ekonomi saat ini. Sektor teknologi memimpin kenaikan sebesar 1,7%; Micron Technology dan Intel melambung 4,1%. Saham bank menguat didorong kurva imbal hasil US Treasury 10 tahun yang melebihi surat utang 2-tahun. Bank of America, Citigroup, dan JP Morgan Chase meningkat lebih dari 1,2%. Namun saham JetBlue Airways anjlok 4,5% karena menurunkan perkiraan pendapatan.

  • Dow Jones Industrial Average melaju 0,91% (237,45 poin) ke posisi 26.355,47.

  • S&P 500 melonjak 1,08% (31,51 poin) ke level 2.937,78.

  • Nasdaq Composite melejit 1,3% (102,72 poin) ke level 7.976,88.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,48% menjadi USD25,05.

Bursa saham utama Eropa tadi malam juga berakhir di zona hijau, setelah anggota parlemen Inggris mengalahkan PM Boris Johnson dalam pemungutan suara, guna memblokir kemungkinan Brexit tanpa kesepakatan. Dua puluh satu anggota parlemen dari partai Konservatif mendukung oposisi dalam pemungutan suara itu. Pemimpin Partai Buruh, Jeremy Corbyn, menegaskan tidak akan mendukung pemilu dini kecuali jika RUU yang mengesampingkan Brexit tanpa kesepakatan disahkan terlebih dahulu. Bank of England menurunkan estimasi untuk skala kerusakan pada ekonomi Inggris dalam skenario Brexit tanpa kesepakatan.

Indeks STOXX 600 naik 0,89% menjadi 383,18, dipimpin kenaikan harga saham berbasis sumber daya alam sebesar 2,9%. Saham Valeo, Prancis melesat 7,6% dan produsen elektronik Prancis, Thales, melejit 5,4% didukung laporan keuangan semester pertama yang kuat. Saham Ambu, produsen peralatan medis Denmark anjlok 6,8%, Iliad merosot 5,5%, dan Barratt Developments menciut 3,6%. Saham Italia menguat setelah Perdana Menteri Giuseppe Conte mengumumkan calon menteri-menteri utama dari Partai Demokrat dan Five Star Movement dalam pemerintahan yang baru

  • FTSE 100 London naik 0,59% (43,07 poin) menjadi 7.311,26.

  • DAX 30 Frankfurt melaju 0,96% (114,18 poin) ke posisi 12.025,04.

  • CAC 40 Paris melonjak 1,21% (66,00 poin) ke level 5.532,07.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup melemah, seiring meredanya kekhawatiran politik global, menyusul berita positif dari Hong Kong, Italia dan Inggris. 

Poundsterling menembus level tertinggi satu pekan terhadap dolar, setelah anggota parlemen Inggris memblokir kemungkinan Brexit tanpa kesepakatan. Pemimpin Hong Kong, Carrie Lam, menarik RUU ekstradisi yang menjadi pemicu aksi demonstrasi berbulan-bulan yang kerap disertai kekerasan. PM Italia Giuseppe Conte memperkenalkan kabinet baru yang menyatukan partai anti-kemapanan dan kubu kiri tengah, sehingga berpeluang meningkatkan hubungan dengan Uni Eropa.

Direktur Pelaksana IMF, Christine Lagarde, yang kemungkinan akan menjadi Presiden Bank Sentral Eropa berikutnya, mengatakan kebijakan moneter yang sangat akomodatif untuk jangka waktu lama diperlukan, tetapi ECB perlu memperhatikan efek samping negatif dari langkah tersebut. Euro meningkat terhadap dolar AS, sedangkan yen melemah terhadap dolar dan euro. Indeks Dolar turun 0,55% menjadi 98,45.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.10350.000.00%7:34 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.2247-0.0006-0.05%7:35 PM
Yen (USD-JPY)106.34-0.05-0.05%7:34 PM
Yuan (USD-CNY)7.1460-0.0329-0.46%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,159.50-68.00-0.48%4:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 4/9/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak naik, melonjak lebih dari 4%. Penguatan harga minyak didorong optimisme pasar yang lebih luas, setelah tiga hari pelemahan akibat kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi global. Indeks saham di seluruh dunia  rebound  seiring meredanya kekhawatiran geopolitik di Eropa dan Hongkong. Indeks aktivitas sektor jasa China berekspansi dengan laju tercepat dalam tiga bulan pada Agustus. Pesanan baru naik, mendorong peningkatan terbesar pada perekrutan dalam lebih dari setahun. China adalah konsumen minyak terbesar kedua dan importir terbesar di dunia.

Jajak pendapat Reuters menjelang rilis data mingguan dari American Petroleum Institute (API) dan data resmi pemerintah, memperkirakan stok minyak mentah AS turun untuk pekan ketiga berturut-turut. Namun beberapa analis mencatat, bahwa fundamental pasar minyak secara keseluruhan tetap mengecewakan. Televisi pemerintah Iran melaporkan, Teheran akan membebaskan tujuh awak kapal tanker berbendera Inggris.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent naik USD2,44 (4,2%) menjadi USD60,70 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik USD2,32 (4,3%) menjadi USD56,26 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup menguat setelah sempat melesat ke level tertinggi enam tahun, pasar kembali fokus pada gonjang-ganjing ekonomi dengan imbal hasil US Treasury. Imbal hasil US Treasury 10-tahun turun ke level terendah sejak Juli 2016, setelah data manufaktur Amerika menunjukkan kontraksi pertama sejak 2016 di tengah kekhawatiran tentang pelemahan ekonomi global dan ketegangan perdagangan AS-China. Laju emas tertahan oleh perbaikan situasi politik di Eropa dan Hongkong indeks sektor jasa China yang mendongkrak harga saham global.

Sementara itu, para  trader  memperhitungkan sepenuhnya pemotongan suku bunga 25 basis poin pada pertemuan Federal Reserve, bulan ini, menurut alat FedWatch CME. Kepemilikan SPDR Gold Trust, ETF emas terbesar di dunia, naik menjadi 890,04 ton pada Selasa lalu, tertinggi sejak November 2016. Harga logam mulai lainnya juga melonjak, perak di pasar spot melonjak 1,4% menjadi USD19,50 per ounce, platinum melesat 2,5% menjadi USD982,00, dan palladium melaju 0,9% menjadi USD1.556,25.

  • Harga emas di pasar spot naik 0,3% menjadi USD1.551,14 per ounce.

  • Harga emas berjangka naik USD4,40 menjadi USD1.560,40 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author