Bursa Pagi: Global-Regional Bergerak Turun, IHSG dalam Momentum Bearish

Bursa Pagi: Global-Regional Bergerak Turun, IHSG dalam Momentum Bearish

Posted by Written on 04 September 2019


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Rabu (4/9), dibuka mixed cenderung melemah, berusaha melawan tren penurunan indeks di bursa saham utama Eropa dan Wall Street yang tertekan oleh penurunan indeks aktivitas manufaktur AS dan zona euro, di tengah ketidakpastian perang dagang AS-China dan Brexit. Indeks MSCI Asia ex-Jepang cenderung mendatar.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan tajam indeks ASX 200, Australia sebesar 0,87% menjelang rilis data PDB kuartal kedua, di tengah kenaikan harga minyak dan logam mulia. Indeks berlanjut melorot 0,74% (-48,70 poin) ke level 6.524,70 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang turun 0,24% (49,75 poin) menjadi 20.575,41, setelah dibuka melemah 0,1%, dan Topix turun 0,43%. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka menguat 0,19% dan berlanjut naik 0,27% ke posisi 1.971,04.

Menolak tekanan turun, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melaju 0,58% (147,31 poin) ke level 25.675,16 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China turun tipis 0,02% di posisi 2.929,42.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini dihadapkan pada kecenderungan pelemahan indeks di bursa saham global dan regional, setelah gagal mempertahankan manuvernya di zona hijau pada sesi perdagangan kemarin dan ditutup turun 0,46% ke level 6.261. Investor asing mencatatkan penjualan bersih Rp399,06 miliar.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih akan berada dalam tekanan koreksi, meski berpotensi melanjutkan pola uptrend jangka panjang. Secara teknikal beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi koreksi membentuk momentum bearish.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, kekhawatiran investor karena data manufaktur Amerika pada bulan Agustus yang mengecewakan akibat meningkatnya ketegangan dagang AS-China diprediksi akan menjadi sentimen negatif.

Selain itu tertekannya sejumlah harga komoditas seperti minyak mentah, CPO, nikel dan timah juga diprediksi akan menambah katalis negatif bagi indeks. IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan  support  di level 6.225 dan resistance di level 6.290.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: BNLI (Buy, Support: Rp955, Resist: Rp1.060), KLBF (Buy on Weakness, Support: Rp1.635, Resist: Rp1.670), GIAA (Buy, Support: Rp490, Resist: Rp525), BTPS (Buy, Support: Rp3.180, Resist : Rp3.260).

  • ETF: XISI ( SELL , Support: Rp349, Resist: Rp358), XPDV ( SELL , Support: Rp468, Resist: Rp474), 

    XIJI ( SELL , Support: Rp695, Resist: Rp708).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir di zona merah, merespon pemberlakuan tarif impor baru AS dan China, serta rilis data manufaktur AS yang melemah. Institute for Supply Management mengatakan aktivitas manufaktur AS mengalami kontraksi pada Agustus, untuk pertama kalinya sejak awal 2016. Situasi pasar diperkeruh oleh cuitan Trump di Twitter yang berjanji bahwa China akan menghadapi kesepakatan "jauh lebih sulit" jika dia terpilih kembali pada November 2020. The Dow and S&P 500 terpangkas 1,7% dan 1.8%, sedangkan Nasdaq terjungkal 2,6% sepanjang Agustus lalu.

Harga saham ritel turun secara luas. SPDR S&P Retail ETF merosot 1,5% dipimpin kejatuhan saham Signet Jewellers dan Guess masing-masing 9,5% dan 8,1%. Pabrikan  chip  seperti Nvidia dan Skyworks Solutions masing-masing menyusut 2% dan 1,5%. Boeing dan Caterpillar melorot lebih dari 1,6%, dan Apple merosot 1,5%. Boeing juga di bawah tekanan setelah laporan mengatakan jet 737 Max bisa tetap dikandangkan selama musim liburan.

  • Dow Jones Industrial Average anjlok 1,08% (-285,26 poin) ke level 26.118,02.

  • S&P 500 kehilangan 0,69% (-20,19 poin) menjadi 2.906,27.

  • Nasdaq Composite terperosok 1,11% (-88,72 poin) ke posisi 7.874,16.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 1,03% menjadi USD24,93.

Bursa saham utama Eropa tadi malam juga ditutup melemah, diwarnai upaya anggota parlemen oposisi Inggris untuk mengambil alih House of Commons dan menghentikan Brexit tanpa kesepakatan pada 31 Oktober. PM Johnson kehilangan mayoritas di parlemen, Selasa, ketika anggota parlemen Konservatif, Phillip Lee, membelot ke partai Demokrat Liberal yang pro-Eropa. Indeks pembelian manajer (PMI) konstruksi Inggris gagal memenuhi target proyeksi sebesar 0,9 poin, menunjukkan hambatan lebih lanjut dari ketidakpastian politik. Sementara itu harga produsen zona euro naik tipis pada Juli setelah penurunan empat bulan, karena peningkatan harga energi.
Indeks STOXX 600 turun 0,23% menjadi 379,81, dipimpin pelemahan harga saham migas sebesar 0,9%. 

Saham perusahaan komunikasi SES anjlok 3,5% setelah mengumumkan pengunduran diri CFO nya. Operator telekomunikasi Prancis, Iliad, rontok 6% setelah laporan keuangan semester pertama menunjukkan kehilangan 127.000 pelanggan. Pabrikan peralatan rumah sakit asal Denmark, Ambu, melejit 7,8%. Bank Sentral Eropa (ECB) dikabarkan akan menerbitkan paket stimulus yang terdiri dari penurunan suku bunga dan kompensasi untuk pemberi pinjaman karena suku bunga negatif.

  • FTSE 100 London menyusut 0,19% (-13,75 poin) di posisi 7.268,19.

  • DAX 30 Frankfurt turun 0,36% (-42,92 poin) menjadi 11.910,86.

  • CAC 40 Paris drop 0,49% (26,97 poin) ke level 5.466,07.


Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup sedikit menguat, diwarnai meningkatnya permintaan  safe-haven  di tengah kekhawatiran ketegangan perdagangan AS-China dan Brexit tanpa kesepakatan. Penguatan dolar tertahan oleh laporan yang menunjukkan kontraksi sektor manufaktur AS periode Agustus untuk pertama kalinya sejak 2016. Penurunan indeks aktivitas pabrik dari Institute for Supply Management memicu kenaikan di pasar obligasi AS, mendorong imbal hasil US Treasury 10-tahun ke level terendah sejak Juli 2016.

Poundsterling melemah, terpengaruh hilangnya dukungan mayoritas di Parlemen terhadap PM Inggris Boris Johnson ketika salah satu anggota parlemen Konservatif membelot ke Demokrat Liberal yang pro-Eropa. Euro stabil setelah jatuh ke tingkat terendah 28-bulan terhadap dolar, Selasa pagi. Investor memperhitungkan suku bunga negatif yang lebih dalam di zona euro. Suku bunga ECB saat ini tercatat minus 0,40%. Survei PMI, Senin, menunjukkan aktivitas manufaktur Eropa mengalami kontraksi selama tujuh bulan berturut-turut. Indeks dolar yang mengukur kurs  greenback  terhadap mata uang negara maju naik 0,08% menjadi 99,00.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.0971-0.0003-0.03%7:42 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.20900.0009+0.07%7:42 PM
Yen (USD-JPY)105.93-0.01-0.01%7:42 PM
Yuan (USD-CNY)7.17890.0069+0.10%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,227.5033.50+0.24%4:54 AM

Sumber : Bloomberg.com, 3/9/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak turun. Minyak WTI anjlok hingga 3% karena data manufaktur AS dan Eropa memperkuat kekhawatiran tentang pelemahan ekonomi global, sementara sengketa perdagangan AS-China terus membebani sentimen investor. Rilis data aktivitas manufaktur AS sepanjang Agustus mengalami kontraksi untuk kali pertama dalam tiga tahun. Data lain menunjukkan aktivitas manufaktur zona euro berkontraksi untuk bulan ketujuh pada Agustus.

Harga minyak sudah anjlok sekitar 20% sejak mencapai puncaknya pada April lalu, terpukul oleh kekhawatiran perang dagang akan mengurangi permintaan minyak. Produksi minyak Rusia untuk periode Agustus naik menjadi 11,294 juta barel per hari (bph), menembus level tertinggi sejak Maret dan melampaui tingkat yang dijanjikan Moskow dalam kesepakatan dengan OPEC.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI turun USD1,68 (-3,1%) menjadi USD53,42 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent turun 92 sen (-1,6%%) menjadi USD57,74 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi melonjak lebih dari 1%, setelah rilis data manufaktur AS yang lemah, memperkuat kekhawatiran perlambatan ekonomi. Ketidakpastian perundingan dagang AS-China dan Brexit semakin meningkatkan daya tarik emas sebagai safe-haven. Emas juga melepaskan tekanan dari dolar yang menguat terhadap mata uang negara maju lainnya.

Analis mengatakan, emas secara agresif memperhitungkan pemotongan suku bunga The Fed dan Bank Sentral Eropa. BNP Paribas memperkirakan harga emas rata-rata akan naik di atas USD1.600 didorong oleh siklus pelonggaran moneter. Harga perak mengikuti reli emas dan melambung 3,7%, melampaui level USD19 untuk pertama kalinya sejak Oktober 2016 di posisi USD19,14 per ounce. Platinum melejit 2,3% menjadi USD951,35 dan Palladium naik 0,2% menjadi USD1.533,70.

  • Harga emas di pasar spot naik 0,8% menjadi USD1.543,11 per ounce.

  • Harga emas berjangka melonjak 1,5% menjadi USD1.552,40 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author