Bursa Sore: Tekanan Jual Masih Berlanjut, IHSG Tumbang Lagi

Bursa Sore: Tekanan Jual Masih Berlanjut, IHSG Tumbang Lagi

Posted by Written on 03 September 2019


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) bergerak variatif sebelum akhirnya berujung di zona merah. Pada perdagangan hari Selasa (3/9), IHSG turun -0,46% (-29 poin) ke posisi 6.261.

bergeser ke zona merah pada perdagangan hari Selasa (3/9). Indeks tergerus -12 poin (-0,19 persen) ke level 6.278.

Indeks LQ45 -0,94% ke 977. Indeks IDX30 -0,92% ke level 535. IDX80 -0,94% ke 138. Indeks JII -0,87% ke posisi 692. Indeks Kompas100 -0,63% ke 1.262. Indeks Sri Kehati -1,00 persen ke 390 dan Indeks SMInfra18 -1,20 persen ke level 329.

Saham-saham teraktif: IPTVAPLNKEENTINSMAMIBBRIANTM

Saham-saham top gainers LQ45: ADROBRPTHMSPINDYGGRMITMGBBCA

Saham-saham top losers LQ45: TPIAMEDCINTPWSKTJSMRUNTRUNVR

Nilai transaksi mencapai Rp7,87 triliun. Volume trading sebanyak 152,00 juta lot saham. Investor asing membukukan jual bersih -Rp399,08 miliar.

Nilai tukar rupiah turun -0,21% di level Rp14.220 terhadap USD (04.00 pm).


Bursa Asia

Gesekan perang tarif impor AS vs China menghambat laju market saham Asia pada perdagangan hari Selasa (3/9). Market saham Asia bergerak ke zona merah.

AS mulai menerapkan tarif impor 15 persen terhadap berbagai produk asal China pada hari Minggu lalu. Sedangkan China mulai mengenakan tarif impor baru terhadap minyak dari AS. Hal tersebut adalah eskalasi terkini perang dagang kedua negara tersebut.

"AS dan China masih belum mengarah lebih dekat ke pelonggaran tensi. Sementara negosiasi bulan September sudah ditentukan," ujar Tapas Strickland, Analis pada National Australia Bank seperti dikutip CNBC.

"Kita tidak dapat berharap banyak kemajuan dari negosiasi konflik dagang dalam jangka pendek karena fokus China meningkat ke arah perayaan HUT dan selanjutkan menyiapkan jadwal plenon keempat Partai pada bulan Oktober," katanya.

Indeks MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk bursa Jepang) melemah sebesar 0,71 persen.

Pasar saham China berhasil menguat. Indeks Shenzhen Component naik 0,67 persen ke posisi 9.633. Indeks Shenzhen Composite menguat 0,658 persen di posisi 1.625.

Sementara itu indeks Hang Seng di bursa saham Hong Kong bergerak melemah di finis perdagangan setelah sempat menghijau di sesi pagi.

Di bursa saham Jepang, Indeks Nikkei 225 mendatar. Indeks Topix melaju positif sebesar 0,37 persen ke level 1.510.
Sempat menguat di sesi pagi, Indeks Kospi di pasar saham Korsel berubah arah melemah, turun 0,18 persen ke posisi 1.965. Indeks ASX 200 di bursa Australia turun tipis ke level 6.573, terbebani oleh sektor finansial yang turun 0,14 persen.
Indeks dolar AS menguat ke level 99,286 dibandingkan sesi kemarin pada posisi 98,8. Nilai tukar yen menguat ke posisi 106,07 terhadap USD dibanding posisi sesi sebelumnya di level 106,3 yen. Dolar Australia melaju ke posisi $0,6718 dibanding posisi sesi sebelumnya di level $0,6686.
Indeks Nikkei 225 (Jepang) +0,02% ke level 20.625.
Indeks Shanghai (China) +0,21% ke level 2.930.
Indeks Hang Seng (Hong Kong) -0,39% pada level 25.527.
Indeks Straits Times (Singapura) +0,25% pada level 3.090.

Bursa Eropa
Pasar saham Eropa melemah saat menit-menit awal pada perdagangan hari Selasa (3/9) pagi waktu setempat. 
Anggota parlemen Inggris dari kubu oposisi menawarkan kontrol terhadap majelis rendah dan menghentikan Brexit tanpa kesepakatan pada 31 Oktober.
Indeks DAX (Jerman) -0,43% ke posisi 11.902.
Indeks FTSE (Inggris) +0,14% di level 7.292.
Indeks CAC (Perancis) -0,37 pada posisi 5.472.

Minyak
Harga minyak jatuh saat sesi sore pada perdagangan hari Selasa (3/9) di tengah perang tarif impor AS-China yang sedang berlangsung mendera pasar dibarengi data perekonomian Korsel yang lesu. Hal ini menambah kekhawatiran pasar negara berkembang serta kenaikan produksi OPEC.
Minyak Brent drop 6 sen ke harga USD 58,60 per barel. Minyak WTI melorot 26 sen ke harga USD 54,84 per barel. (06.44 GMT).

(cnbc/reuters/awj/idx)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author