Bursa Pagi: Eropa-Asia Beda Arah, Tekanan Koreksi Ganggu Laju IHSG

Bursa Pagi: Eropa-Asia Beda Arah, Tekanan Koreksi Ganggu Laju IHSG

Posted by Written on 03 September 2019


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (3/9) dibuka sedikit melemah, gagal melanjutkan tren kenaikan di bursa saham utama Eropa. Bursa saham Wall Street libur merayakan Hari Buruh. Indeks MSCI Asia ex-Jepang turun 0,22% seiring diberlakukannya tarif impor baru AS dan China mulai Minggu lalu.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan pelemahan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,11% menjelang rilis keputusan suku bunga Reserve Bank of Australia siang nanti. Kendati demikian sektor keuangan naik lebih dari 0,3%, analis mengekspektasikan bank sentral akan menahan suku bunga. Indeks berlanjut melemah tipis 0,07% (-4,60 poin) di posisi 6.574,80 pada pukul 8:25 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang berkurang 0,04% (-9,03 poin) di level 20.611,16, setelah dibuka dengan sedikit menurun 0,1%, dan Topix cenderung mendatar. Indeks Kospi, Korea Selatan juga dibuka menyusut 0,11% dan berlanjut naik 0,20% menjadi 1.973,49.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka turun 0,31% (-80,23 poin) ke posisi 25.546,32 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China menguat tipis 0,06% di level 2.925,94.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren pergerakan indeks di nursa saham global dan regional yang bervariasi, setelah tenggelam di zona merah sepanjang sesi perdagangan kemarin, ditutup turun 0,6% ke level 6.290. Investor asing membukukan penjualan bersih Rp98,91 miliar
Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini berpeluang berbalik menguat, namun masih berada dalam kondisi tertekan. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya tekanan koreksi di area jenuh beli.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, berlanjutnya ketegangan dagang AS-China, seiring diberlakukannya tarif impor serta ketidakpastian negosiasi dagang antara kedua negara, diprediksi masih akan menjadi sentimen negatif di pasar.

Sementara itu tertekannya nilai tukar rupiah serta harga minyak mentah juga diprediksi akan menambah katalis negatif di pasar. IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan  support  di level 6.245 dan  resistance  di level 6.330.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: ISAT (Buy, Support: Rp3.620, Resist: Rp3.830), LSIP (Buy, Support: Rp1.195, Resist: Rp1.240), 

    TINS (Buy, Support: Rp1.005, Resist: Rp1.215), ACES (Buy, Support: Rp1.725, Resist : Rp1.825).

  • ETF: XPFT ( SELL , Support: Rp536, Resist: Rp546), XPLQ ( SELL , Support: Rp510, Resist: Rp519), 

    XPLC ( SELL , Support: Rp501, Resist: Rp509).


Eropa

Perdagangan saham di bursa saham utama Eropa tadi malam berakhir menguat. Pasar merespon rilis data sektor manufaktur China dan Eropa menunjukkan sedikit perbaikan. Indeks STOXX 600 menguat 0,32% menjadi 380,69, dipimpin kenaikan harga saham jasa keuangan yang melonjak 0,9%, sedangkan sektor teknologi tergelincir 0,6%. Data indeks manajer pembelian (PMI) mencapai 47,0, menunjukkan aktivitas manufaktur zona euro berkontraksi untuk bulan ketujuh pada Agustus karena melemahnya permintaan, meskipun lebih baik dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 46,5.

Data PMI manufaktur Inggris menukik pada tingkat tercepat dalam tujuh tahun, jatuh ke posisi 47,4 dari 48,0. China mengajukan pengaduan kepada WTO terkait tindakan Washington. Anggota parlemen Inggris akan mengajukan undang-undang, berusaha untuk memblokir kemungkinan Inggris meninggalkan Uni Eropa tanpa kesepakatan.

  • FTSE 100 London melejit 1,04% (74,76 poin) ke level 7.281,94.

  • DAX 30 Frankfurt menguat 0,12% (14,50 poin) di posisi 11.953,78.

  • CAC 40 Paris naik 0,23% (12,56 poin) menjadi 5.493,04.



Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia tadi malam bergerak mendatar. Di pihak lain, euro anjlok ke level terendah 16-bulan, terdamrilis data sektor manufaktur zona euro periode Agustus yang menunjukkan kontraksi. Sektor manufaktur yang bergantung pada ekspor Jerman tetap berkontraksi pada Agustus, seiring melemahnya permintaan mendorong perusahaan untuk mengurangi produksi dan memangkas lapangan kerja. Iklim perdagangan yang memburuk, perlambatan ekonomi global, kekacauan Brexit, dan hilangnya momentum pertumbuhan Jerman sebagai motor ekonomi Eropa, menekan prospek pertumbuhan kawasan itu.

Poundstreling memimpin pelemahan terhadap  greenback  setelah media Inggris mengatakan Perdana Menteri Boris Johnson mengadakan pertemuan kabinet darurat dan sedang bersiap untuk mengadakan pemilihan umum. Investor mencermati arah kebijakan ekspansi Bank Sentral Eropa dan Federal Reserve, bulan ini. Indeks dolar AS bergeming di posisi 98.87.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.0966-0.0016-0.15%9:49 AM
Poundsterling (GBP-USD)1.2061-0.0095-0.78%9:49 AM
Yen (USD-JPY)106.330.05+0.05%9:49 AM
Yuan (USD-CNY)7.17200.0155+0.22%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,194.00-3.50-0.02%4:58 AM

Sumber : Bloomberg.com, 2/8/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea hingga tadi malam bergerak melemah, AS dan China saling memberlakukan tarif impor baru antara kedua negara yang meningkatkan kekhawatiran tentang tekanan lebih lanjut terhadap pertumbuhan ekonomi global dan permintaan minyak. Presiden AS Donald Trump mengatakan kedua belah pihak masih akan bertemu untuk perundingan bulan ini, dan kembali mendesak perusahaan-perusahaan AS untuk mencari pemasok alternatif di luar China. Aktivitas perdagangan relatif tipis karena pasar AS libur Hari Buruh.

Produksi minyak OPEC pada Agustus naik untuk pertama kalinya secara bulanan pada tahun ini, karena pasokan yang lebih tinggi dari Irak dan Nigeria. Badai Dorian menuju pantai Atlantik Florida sebelum bergerak ke utara di sepanjang pantai Georgia, dan Carolina diperkirakan akan membawa hujan lebat dan gelombang badai Senin sampai Rabu malam. Perusahaan energi AS juga mengurangi operasional  rig  pengeboran selama sembilan bulan berturut-turut ke level terendah sejak Januari tahun lalu.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent turun 64 sen menjadi USD58,61 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI turun 33 sen menjadi USD54,77 per barel.
Harga emas di bursa berjangka tadi malam berakhir sedikit menguat setelah Washington dan Beijing saling menerapkan tarif impor baru terhadap satu sama lain. Pada sesi sebelumnya harga emas sempat turun menjadi USD1.517,11, level terendah dalam sepekan. Analis mengatakan, pasar tidak terlalu berlebihan merespon tarif impor AS dan China karena sudah mengantisipasi sebelumnya.

Pasar mengekspektasikan, The Fed akan menurunkan suku bunga 25 basis poin pada bulan ini dan bank sentral Eropa jug akan memangkas suku bunga acuan. Kepemilikan SPDR Gold Trust, ETF emas terbesar di dunia naik 12% sepanjang tahun ini. Harga perak melemah 0,2% menjadi USD18,31 per ounce, platinum turun 0,3% menjadi USD927,71, dan palladium menyusut 0,2% di harga USD1.528,63.

  • Harga emas di asar spot naik 0,2% menjadi USD1.522,17 per ounce.

  • Harga emas berjangka naik 0,1% menjadi USD1.531 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author