Bursa Sore: Sepanjang Sesi Memerah, IHSG Gagal Lepas Dari Tekanan

Bursa Sore: Sepanjang Sesi Memerah, IHSG Gagal Lepas Dari Tekanan

Posted by Written on 02 September 2019


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) bergeser ke zona merah pada perdagangan hari Senin (2/9). Indeks tergerus -38 poin (-0,60 persen) ke level 6.290.

Indeks LQ45 -0,94% ke 986. Indeks IDX30 -0,96% ke level 539. IDX80 -0,85% ke 140. Indeks JII -0,55% ke posisi 698. Indeks Kompas100 -0,95% ke 1.270. Indeks Sri Kehati -1,25 persen ke 394 dan Indeks SMInfra18 -0,92 persen ke level 333.

IHSG mengekor pelemahan yang terjadi di bursa regional seiring AS dan China yang telah memulai perang tarif impor sejak hari Minggu kemarin. Sementara katali dalam negeri berupa inflasi Agustus yang lebih rendah dari bulan Juli tidak mampu menjadi katalis positif bagi IHSG . Inflasi Agustus tercatat sebesar 0,12 persen atau turun dibanding Juli sebesar 0.31 persen.

Saham-saham teraktif: IPTVMNCNINCOMAMIANTMFRENTINS

Saham-saham top gainers LQ45: INCOBRPTANTMEXCLPGASADROINDF

Saham-saham top losers LQ45: INKPBSDESRILBTPSICBPAKRASCMA

Nilai transaksi mencapai Rp7,81 triliun. Volume trading sebanyak 155,29 juta lot saham. Investor asing membukukan jual bersih -Rp98,91 miliar.

Nilai tukar rupiah stagnan di level Rp14.190 terhadap USD (04.00 pm).


Bursa Asia

Market saham Asia mix pada perdagangan hari Senin (2/9) seiring perang tarif impor antara AS dan China resmi berlaku pada hari Minggu kemarin. Para pemodal mencemaskan pertumbuhan ekonomi global melambat.

Indeks MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk bursa Jepang) melemah sebesar 0,32 persen.

AS mulai menerapkan tarif impor pada Minggu kemarin terhadap barang impor asal China senilai USD 112 miliar. Sedangkan China membalas dengan penetapan tarif impor terhadap produk AS senilai USD 75 miliar.
Analis pada Port Shelter Investment Management, Richard Harris menilai tampak hampir mustahil untuk berpikir AS dan China menuju penyelesaian konflik dengan sesuatu yang berarti pada negosiasi perang dagang di bulan September.

Pasar saham China melaju positif saat sesi berakhir. Indeks Shenzhen Component naik 2,18 persen ke level 9.569. Indeks Shenzhen Composite naik 2,259 persen di posisi 1.614.

Sektor tekno di bursa China naik 3,04 persen ke level 1.944. Dewan Negara China mengumumkan kebijakan stimulus guna menopang perekonomian. Stimulus tersebut menyertakan catatan sangat penting pada pengembangan sektor seperti infrastruktur, teknologi tinggi dan transformasi industri tradisional.

Sementara itu indeks Hang Seng di bursa saham Hong Kong bergerak melemah. Tekanan tersebut seiring tensi yang meningkat sehubungan aksi demo yang kembali terjadi. Saham operator KA, MTR melemah 3 persen disertai kerusakan beberapa fasilitas stasiun.

Di bursa saham Jepang, Indeks Nikkei 225 ke pelemahan perdagangan berakhir. Indeks Topix melemah 0,44 persen ke posisi 1.505.
Sementara Indeks Kospi di pasar saham Korsel menguat tipis ke level 1.969. Sedangkan Indeks ASX 200 di bursa Australia melorot 0,38 persen pada level 6.579.
Indeks dolar AS menguat ke level 98,854 dibandingkan sesi pekan lalu pada posisi 97,8.
Nilai tukar yen terkoreksi ke posisi 106,16 terhadap USD dibanding posisi sesi pekan kemarin di level 105 yen. Dolar Australia melemah ke posisi $0,6729 dibanding posisi pekan kemarin di level $0,676.
Indeks Nikkei 225 (Jepang) -0,41% ke level 20.620.
Indeks Shanghai (China) +1,31% ke level 2.924.
Indeks Hang Seng (Hong Kong) -0,38% pada level 25.626.
Indeks Straits Times (Singapura) -0,86% pada level 3.079.

Bursa Eropa
Market saham Eropa bergeser ke zona hijau saat menit-menit awal pada perdagangan hari Senin (2/9) pagi waktu setempat. Pasar Eropa merespon penerapan perang tarif impor yang dimulai hari Minggu kemarin.
Indeks DAX (Jerman) +0,02% ke posisi 11.942
Indeks ( FTSE ) +0,53% pada level 7.245.
Indeks (CAC) +0,10% di posisi 5.485.

Minyak
Harga minyak melorot saat sesi sore pada perdagangan hari Senin (2/9) pasca AS dan China saling menerapkan tarif impor tambahan. Hal ini mendorong kekhawatiran tentang pertumbuhan global dan perlambatan demand.
Minyak Brent drop 22 sen ke harga USD 59,03 per barel (06:20 GMT). Minyak WTI melorot 2 sen ke harga USD 55,083 per barel.

(cnbc/reuters/awj/idx)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author