Bursa Pagi: Asia Bergerak Melemah, Bebani Konsolidasi IHSG

Bursa Pagi: Asia Bergerak Melemah, Bebani Konsolidasi IHSG

Posted by Written on 29 August 2019


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Kamis (29/8), dibuka cenderung mendatar, berusaha melanjutkan kenaikan indeks acuan di bursa saham Wall Street. Investor mengkhawatirkan indikasi resesi dari inversi imbal hasil US Treasury dengan spread yang semakin melebar. Indeks MSCI Asia ex-Jepang bergerak flat.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penguatan tipis indeks ASX 200, Australia di kisaran level 6.470, di tengah kenaikan harga saham sektor energi. Saham Santos melonjak 1,35%, dan Woodside Petroleum meningkat 1,24%. Indeks berlanjut turun 0,26% (16,60 poin) menjadi 6.484,00 pada pukul 8:25 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang menyusut 0,42% (86,99 poin) ke level 20.392,43, setelah dibuka melemah 0,1%. Kenaikan harga minyak mendongkrak harga saham Japan Petroleum Exploration sebesar 1,42%, dan Fuji Holdings naik 0,35%. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka mendatar di kisaran level 1.930, namun berlanjut melemah 0,25% menjadi 1.936,27.

Melanjutkan tekanan penurunan Asia, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka merosot 040% (-101,46 poin) ke level 25.514,02 pada pukul 8:40 WIB. Indeks Shanghai Composite, China melemah 0,04% di posisi 2.892,58.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren pergerakan indeks acuan di bursa saham global dan regional yang bervariasi, setelah berhasil keluar dari tekanan jual pada sesi perdagangan kemarin dengan hanya mencatatkan kenaikan 3 poin di posisi 6.281. Investor asing membukukan penjualan bersih Rp343,64 miliar.

Sejumlah analis mengatakan, pergerakan IHSG hari ini akan berusaha keluar dari fase konsolidasi dengan sedikit menguat. Secara teknikal, beberapa indikator memperlihatkan adanya potensi koreksi, membentuk pola bearish meeting line sehingga sulit kelua dari fase konsolidasi.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks bursa global seiring kenaikan saham sektor energi akibat kenaikan harga minyak mentah diprediksi akan memberikan sentimen positif.

Selain itu, rebound nilai tukar rupiah dan sebagian besar komoditas yaitu minyak mentah, CPO, nikel dan batu bara juga diprediksi akan menjadi tambahan katalis positif di pasar. IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan support di level 6.250 dan resistance di level 6.310.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: INCO (Buy, Support: Rp3.200, Resist: Rp3.450), INTP (Buy, Support: Rp20.900, Resist: Rp21.650), SMGR (Buy, Support: Rp12.750, Resist: Rp13.075), ANTM (Buy, Support: Rp1.030, Resist : Rp1.070).

  • ETF: XIIF ( SELL , Support: Rp649, Resist: Rp658), XIIC (Buy, Support: Rp1.151, Resist: Rp1.158), 

    XPES (Buy, Support: Rp431, Resist: Rp434).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir rebound, investor melakukan bargain-hunting sehingga mendongkrak ekuitas yang dibuka di zona merah. Pelaku pasar tertarik oleh harga saham yang murah selama aksi jual pada sesi pagi. Investor mengabaikan inversi imbal hasil US Treasury 10 tahun dan 2 tahun yang memburuk. Sementara itu, pengumuman penangguhan rapat tahunan parlemen oleh Perdana Menteri Inggris Boris Johnson sampai dua pekan sebelum batas waktu Brexit 31 Oktober- memperburuk kekhawatiran akan keluarnya Inggris dari UE tanpa kesepakatan.

Saham energi menguat didukung kenaikan harga minyak lebih dari 1% menjadi USD55,78 per barel. Chevron dan Exxon Mobil masing-masing naik 0,8% dan 0,7%, Cimarex Energy melambung 10,6%. Saham konsumer seperti Tiffany dan Kohl's melesat 3% dan 3,4%. Tiffany membukukan laba kuartalan yang mengalahkan ekspektasi analis. Saham Johnson & Johnson turun 0,7 persen setelah Moody's memangkas prospek utang perusahaan terkait litigasi krisis opioid.

  • Dow Jones Industrial Average melaju 1% (258,20 poin) ke level 26.036,10.

  • S&P 500 meningkat 0,65% (18,78 poin) ke posisi 2.887,94.

  • Nasdaq Composite naik 0,38% (29,94 poin) menjadi 7.856,88.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,69% menjadi USD24,86.

Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup cenderung melemah, terpengaruh oleh inversi kurva imbal hasil US Treasury yang semakin dalam, menghidupkan kembali kekhawatiran akan terjadinya resesi. Indeks STOXX 600 turun 0,20% menjadi 372,86. Saham asuransi anjlok 1,2% sementara sektor minyak dan gas naik didukung kenaikan harga minyak. Poundsterling jatuh sekitar 0,4% terhadap dolar, setelah Ratu menyetujui rencana PM Inggris Boris Johnson untuk men- suspend  parlemen. Saham maskapai penerbangan di Inggris berjatuhan karena ada kekhawatiran Brexit tanpa kesepakatan. EasyJet anjlok 2,7%.

Rilis data sentimen konsumen Jerman menunjukkan moral konsumen tetap stabil pada September, meski prospek pertumbuhan ekonomi negara itu memburuk. Investor merespon positif perkembangan politik di Italia ketika Five Star Movement (M5S) dan Partai Demokrat (PD) membuat kemajuan menuju kesepakatan koalisi. Produsen bir Denmark, Royal Unibrew, melesat 10,8% ke puncak Stoxx 600, setelah membukukan laba kuartal kedua lebih tinggi dari perkiraan. Pabrikan perhiasan Denmark, Pandora, merosot 6,9%, dan John Wood Group, London menyusut 6,5%. Saham Thomas Cook longsor 16,5% setelah menyetujui paket penyelamatan Fosun China.

  • FTSE 100 London naik 0,35% (25,13 poin) ke level 7.114,71.

  • DAX 30 Frankfurt berkurang 0,25% (-29,00 poin) menjadi 11.701,02.

  • CAC 40 Paris turun 0,34% (-18,29 poin) ke posisi 5.368,80.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir menguat, tetapi pergerakannya relatif kecil dan terbatas karena inversi kurva imbal hasil AS yang semakin dalam memicu kegelisahan investor tentang resesi. Spread imbal hasil US Treasury bertenor dua tahun meningkat di atas  yield  surat utang 10 tahun menuju minus 6,5 basis poin.

Investor mengkhawatirkan dampak perang perdagangan AS-China terhadap pemburukan ekonomi global, menjelang penerapan tambahan tarif impor 5% pada produk China senilai USD300 miliar mulai 1 September nanti. Mata uang  safe-haven  yen sedikit melemah terhadap dolar namun masih dekat dengan level tertinggi dua setengah tahun di 104,44. Poundsterling melorot 1% terhadap euro dan dolar merespon langkah PM Inggris untuk membatasi peluang parlemen untuk menggagalkan rencana Brexit. Indeks dolar, yang mengukur kurs  greenback  terhadap enam mata uang negara maju naik 0,22% menjadi 98,21.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.10850.0007+0.06%7:23 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.22170.0005+0.04%7:23 PM
Yen (USD-JPY)106.04-0.08-0.08%7:23 PM
Yuan (USD-CNY)7.16520.0035+0.05%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,259.004.00+0.03%4:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 28/8/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak naik hampir 2%. Badan Informasi Energi (EIA) AS menyebutkan, stok minyak mentah pekan lalu turun sebesar 10 juta barel, jauh melebihi ekspektasi penurunan 2,1 juta barel, membantu meredakan kekhawatiran tentang melemahnya permintaan akibat perang dagang AS-China. Kenaikan harga minyak tertahan oleh penguatan dolar dan kekacauan rencana Brexit.

Net impor minyak mentah AS turun 1,51 juta barel per hari menjadi 2,9 juta bph, sementara impor di wilayah Gulf Coast jatuh ke rekor terendah 1,2 juta bph. Selama empat pekan terakhir, impor minyak mentah rata-rata sekitar 7 juta bph, 12,3% lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu. Stok bensin AS menyusut 2,1 juta barel, lebih besar dari ekspektasi penurunan 388.000 barel. Morgan Stanley menurunkan prospek harga Brent menjadi sekitar USD60 per barel dari USD65, dan WTI menjadi USD55 per barel dari USD58, setelah men- downgrade  perkiraan pertumbuhan permintaan minyak untuk tahun ini dan berikutnya.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent naik 98 sen (1,7%) menjadi USD60,49 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik 85 sen (1,6%) menjadi USD55,78 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup melemah tertekan penguatan dolar AS dan aksi ambil untung investor setelah lonjakan lebih dari 1% di sesi terakhir. Namun ketidakpastian sengketa perdagangan AS-China dan ekonomi global menjaga harga aset  safe-haven  ini di dekat level tertinggi multi-tahun. Sentimen pasar secara luas tetap rapuh karena inversi yang semakin tajam pada kurva imbal hasil US Treasury, menandakan kemungkinan resesi, dan minimnya kejelasan kelanjutan perundingan dagang AS-China.

Para trader melihat peluang 91% untuk penurunan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin bulan depan, dan pemotongan 100 basis poin pada 2020. Kekhawatiran Brexit tanpa kesepakatan meningkat setelah PM Inggris Boris Johnson men- suspend  parlemen selama lebih dari sebulan sebelum Brexit. Harga logam mulai lainnya; perak naik 1,2% menjadi USD18,38 per ounce, platinum melesat 4,8% menjadi USD907, dan palladium turun 0,8% menjadi USD1.469,60.

  • Harga emas di pasar spot turun 0,4% menjadi USD1.536,83 per ounce.

  • Harga emas berjangka melemah USD2,70 menjadi USD1.549,10 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author