Bursa Sore: Investor Berburu Aset Sekoci, IHSG Lanjut Tertekan

Bursa Sore: Investor Berburu Aset Sekoci, IHSG Lanjut Tertekan

Posted by Written on 26 August 2019


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) berakhir melemah pada perdagangan hari Senin (26/8). Indeks tergerus -42 poin (-0,66 persen) ke level 6.214.

Indeks LQ45 -0,78% ke 967. Indeks IDX30 -0,70% ke level 529. IDX80 -0,69% ke 137. Indeks JII -0,65% ke posisi 674. Indeks Kompas100 -0,55% ke 1.256. Indeks Sri Kehati -0,51 persen ke 388 dan Indeks SMInfra18 -0,87 persen ke level 328.

Saham-saham teraktif: ERAA,HOMEPGASBBRIANTMCTRAADRO

Saham-saham top gainers LQ45: PGASADRO,JPFAERAA

MNCNBTPSAKRA

Saham-saham top losers LQ45: BBCAICBPCPINBBRIEXCLITMGINDF

Tekanan terhadap IHSG masih terus berlanjut seiring tekanan yang juga terjadi pada pasar saham regional. Pelemahan ini seiring sentimen perang dagang AS-China yang kembali memanas lagi sehingga memicu investor berburu aset sekoci (safe haven).

Nilai transaksi mencapai Rp8,92 triliun. Volume trading sebanyak 170,43 juta lot saham. Investor asing membukukan jual bersih -Rp904,49 miliar.
Nilai tukar rupiah turun -0,18% di level Rp14.235 terhadap USD (04.00 pm).

Bursa Asia
Pasar saham Asia tergelincir ke zona merah seiring perang dagang AS-China terkini telah mengguncang kepercayaan pasar terhadap perekonomian global. Hal ini juga telah mengantarkan para investor berburu safe haven seperti emas dan surat utang negara. Indeks MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk bursa Jepang) bergerak drop sebesar 1,56 persen.
Presiden AS Donald Trump pada Jumat akhir pekan kemarin menyatakan AS akan menaikkan tarif impor terhadap barang China senilai USD 250 miliar menjadi 30 persen dari sebelumnya 25 persen.
Tarif impor lain terhadap barang asal China senilai USD 300 miliar juga akan naik menjadi 15 persen dari 20 persen. Tarif atas barang senilai USD 250 miliar berlaku mulai 1 Oktober. Sementara terhadap barang China senilai USD 300 miliar akan berlaku dalam 2 tahap 1 September dan 15 Desember. Trump mengaku dapat menyatakan perang dagang dengan China sebagai keadaan darurat nasional.
"Eskalasi perang dagang terkini meningkatkan risiko resesi. Apa yang ada sekarang merupakan perlambatan ekonomi global yang disinkronkan," kata Eleanor Creagh, Analis pada Saxo Capital Markets.
Menurut Eleanor, saat ini berharap adanya kesepakatan perang dagang adalah kesalahan. "Emas akan terus menguat karena para investor mencari tempat aman untuk mengantisipasi volatilitas," katanya seperti dikutip Reuters.
Pasar saham Hong Kong menjadi lokomotif pelemahan regional. Indeks Hang Seng di bursa Hong Kong ke zona merah. Hal ini terjadi menyusul aksi demo massa disertai kekerasan pada akhir pekan kemarin. Bursa saham China ikut tertekan. Indeks Shenzhen Composite drop 0,768 persen ke level 1.566. Indeks Shenzhen Component drop 0,98 persen di posisi 9.270.
Di bursa saham Jepang, Indeks Nikkei 225 melemah cukup signifikan. Indeks Topix turun 1,61 persen berujung ke level 1.478.
Indeks Kospi di pasar saham Korsel tumbang ke pelemahan, turun 1,64 persen ke level 1.916. Begitu pula dengan Indeks ASX 200 di bursa Australia terkoreksi 1,27 persen ke posisi 6.440.
Di pasar finansial, Indeks dolar AS turun ke level 97,791 dibandingkan sesi akhir pekan lalu pada posisi 98,0. Nilai tukar yen drop ke posisi 105,78 terhadap USD dibanding posisi sesi sebelumnya di level 104,44 yen. Dolar Australia melorot ke posisi $0,6758 dibanding posisi pekan lalu di level $0,678.
Indeks Nikkei 225 (Jepang) -2,17% ke level 20.261.
Indeks Shanghai (China) -1,17% ke level 2.863.
Indeks Hang Seng (Hong Kong) -1,91% pada level 25.680.
Indeks Straits Times (Singapura) -1,39% pada level 3.067.

Bursa Eropa
Market saham Eropa ke zona merah saat menit-menit awal pada perdagangan hari Senin (26/8) pagi waktu setempat seiring reaksi negatif para investor terhadap eskalasi terkini perang dagang antara AS vs China.
Indeks DAX (Jerman) -0,33% ke posisi 11.573.
Indeks FTSE (Inggris) -0,47% di level 7.094.
Indeks CAC (Perancis) -0,05% ke posisi 5.324.

Minyak
Harga minyak melemah saat sesi sore pada perdagangan hari Senin (26/8) mendorong minyak WTI ke level terendah dalam lebih 2 pekan terakhir. Hal ini terjadi seiring perang dagang AS vs China yang intensif sehingga memukul kepercayaan terhadap perekonomian global.
Minyak Brent drop 52 sen ke harga USD 58,82 per barel (06:45 GMT). Minyak WTI melemah 62 sen ke harga USD 53,55 per barel.

(cnbc/reuters/awj/idx)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author