Bursa Siang: Eskalasi Perang Dagang AS-China Tekan Market Regional Dan IHSG

Bursa Siang: Eskalasi Perang Dagang AS-China Tekan Market Regional Dan IHSG

Posted by Written on 26 August 2019


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) masih terus tertekan di sesi pagi pada perdagangan hari Senin (26/8). Indeks melemah -62 poin (-0,99 persen) ke level 6.193.

Indeks LQ45 -1,39% ke 961. Indeks IDX30 -1,32% ke level 525. IDX80 -1,37% ke 136. Indeks JII -1,30% ke posisi 670. Indeks Kompas100 -1,21% ke 1.247. Indeks Sri Kehati -1,15 persen ke 388 dan Indeks SMInfra18 -1,52 persen ke level 326.

Saham-saham teraktif: FRENBTPSAPICWSBPTBIGUNVRINCO

Saham-saham top gainers LQ45: ANTM,ADRO, PGASSRILJPFATPIA

Saham-saham top losers LQ45: ICBPAKRAUNVRERAABBCAEXCLBBRI

Nilai transaksi mencapai Rp3,43 triliun. Volume trading sebanyak 96,51 juta lot saham. Investor asing membukukan jual bersih -Rp309,05 miliar.

Nilai tukar rupiah turun -0,35% di level Rp14.260 terhadap USD (12.00 pm).


Bursa Asia

Pasar saham Asia bertumbangan di sesi pagi pada perdagangan hari Senin (26/8). Hal ini terjadi seiring perang dagang antara AS versus China yang memanas lagi. Indeks MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk bursa Jepang) bergerak drop sebesar 1,83 persen.

Presiden AS Donald Trump pada Jumat akhir pekan kemarin menyatakan AS akan menaikkan tarif impor terhadap barang China senilai USD 250 miliar menjadi 30 persen dari sebelumnya 25 persen.

Tarif impor lain terhadap barang asal China senilai USD 300 miliar juga akan naik menjadi 15 persen dari 20 persen. Tarif atas barang senilai USD 250 miliar berlaku mulai 1 Oktober. Sementara terhadap barang China senilai USD 300 miliar akan berlaku dalam 2 tahap 1 September dan 15 Desember. Trump mengaku dapat menyatakan perang dagang dengan China sebagai keadaan darurat nasional.

"Eskalasi saling balas ini menunjukkan betapa tidak mungkin terjadi kesepakatan dagang dan akan terjadi de-eskalasi," kata Louis Kuijs, Analis pada Oxford Economics seperti dikutip CNBC.

Pasar saham Hong Kong ke zona merah. Hal ini terjadi menyusul aksi demo massa disertai kekerasan pada akhir pekan kemarin. Bursa saham China ke zona tumbang. Indeks Shenzhen Composite drop 0,537. Indeks Shenzhen Component drop 0,72 persen.

Di bursa saham Jepang, Indeks Nikkei 225 juga ke zona merah saat sesi perdagangan siang masih berlangsung. Indeks Topix turun 1,56 persen.

Indeks Kospi di pasar saham Korsel tumbang ke pelemahan, turun 1,28 persen. Begitu pula dengan Indeks ASX 200 di bursa Australia terkoreksi 1,32 persen.
Di pasar finansial, Indeks dolar AS turun ke level 97,706 dibandingkan sesi akhir pekan lalu pada posisi 98,0. 
Nilai tukar yen drop ke posisi 105,42 terhadap USD dibanding posisi sesi sebelumnya di level 104,44 yen. Dolar Australia melorot ke posisi $0,6742 dibanding posisi pekan lalu di level $0,678.
Indeks Nikkei 225 (Jepang) -2,05% ke level 20.285. (11.47 am)
Indeks Shanghai (China) -0,95% ke level 2.869. (break)
Indeks Hang Seng (Hong Kong) -2,79% pada level 25.447. (break)
Indeks Straits Times (Singapura) -1,64% pada level 3.059. (12.00 pm)

Minyak
Harga minyak melemah saat sesi pagi pada perdagangan hari Senin (26/8) mendorong minyak WTI ke level terendah dalam lebih 2 pekan terakhir. Hal ini terjadi seiring perang dagang AS vs China yang intensif sehingga memukul kepercayaan terhadap perekonomian global.
Minyak Brent drop 63 sen ke harga USD 58,71 per barel (02:32 GMT). Minyak WTI melemah 68 sen ke harga USD 53,49 per barel.

(cnbc/reuters/awj/idx)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author