Bursa Pagi: Global Regional Rontok, Redupkan Potensi Penguatan IHSG

Bursa Pagi: Global Regional Rontok, Redupkan Potensi Penguatan IHSG

Posted by Written on 26 August 2019


Ipotnews - Mengawali pekan terakhir Agustus, Senin (26/8), bursa saham Asia dibuka berguguran, melanjutkan tren kejatuhan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street akhir pekan lalu, yang kembali tertekan oleh memanasnya sengketa dagang AS-China. Membalas ancaman Washington, Beijing merencanakan penambahan tarif impor 5-10% terhadap produk AS senilai USD75 miliar per 1 September nanti. Washington melanjutkan dengan menaikkan lagi tarif impor sebesar 25-30% senilai USD250 miliar.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 1,18%, di tengah kejatuhan harga minyak pada pembukaan pasar Asia lebih dari 1,5%. Indeks berlanjut terpangkas 1,56% (101,90 poin) ke level 6.421,20 pada pukul 8:05 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang meluncur turun 2,24% (-463,49 poin) ke posisi 20.247,42, setelah dibuka terperosok 2,36%, dan Topix anjlok 2,18%. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka merosot 1,8% dan berlanjut tergerus 1,70% menjadi 1.915,22.

Melanjutkan tren penurunan global, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka longsor 3,17% (-857,33 poin) ke level 25.322,00 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China melorot 1,60% menjadi 2.851,02.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) dihadapkan pada tren kejatuhan harga saham global dan regional, setelah berhasil keluar dari tekanan jual pada akhir sesi perdagangan pekan lalu dan ditutup menguat 0,26% menjadi 6.255. Investor asing membukukan penjualan bersih Rp318,27 miliar.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini berpotensi melanjutkan pola uptrend,  namun berisiko terseret sentimen jual global yang memicu capital outflow. Secara teknikal beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi penguatan lanjutan di area netral.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, kekhawatiran investor akan ketegangan dagang AS-China, setelah China mengenakan tarif baru terhadap barang-barang AS senilai USD75 miliar dan pernyataan Donald Trump yang memerintahkan perusahaan AS untuk segera mencari alternatif bisnis selain China, diprediksi akan menjadi sentimen negatif.

Sementara itu melemahnya nilai tukar rupiah serta beberapa harga komoditas seperti minyak mentah dan timah juga diprediksi akan menjadi tambahan katalis negatif di pasar. IHSG diprediksi akan bergerak melemah dengan support di level 6.225 dan resistance di level 6.285.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: BSDE (Buy, Support: Rp1.370, Resist: Rp1.430), MNCN (Buy on Weakness, Support: Rp1.215, Resist: Rp1.295), MYOR (Buy, Support: Rp2.420, Resist: Rp2.440), ASRI (Buy on Weakness, Support: Rp308, Resist : Rp320).

  • ETF: XISC ( SELL , Support: Rp747, Resist: Rp752), XPFT (Buy, Support: Rp532, Resist: Rp537), 

    XPLQ (Buy, Support: Rp508, Resist: Rp520).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street akhir pekan lalu tumbang pada akhir perdagangan, setelah Presiden AS Donald Trump memerintahkan perusahaan-perusahaan AS mencari alternatif operasional selain China. 

Trump uring-uringan setelah China menyatakan akan menerapkan tarif impor tambahan baru senilai USD75 miliar di antaranya pada produk otomotif AS. Tarif 5-10% akan diterapkan dalam 2 tahap yaitu per 1 September dan 15 Desember. Penurunan indeks saham acuan AS memasuki pekan keempat berturut-turut. Dow Jones anjlok 1% pada pekan lalu, S&P 500 terperosok 1,4%, dan Nasdaq terpuruk 1,8%.

Saham Apple rontok 4,6%, Nvidia dan Broadcom terjerembab 5%, dan Caterpillar terperosok 3,3%. Pasar bereaksi datar terhadap pidato Chairman the Fed, Jerome Powell pada simposium tahunan bank sentral di Jackson Hole, yang menyatakan untuk terus menjaga ekspansi ekonomi semampunya. Inversi kurva yield kembali terjadi pada akhir pekan ini tetapi sebagian besar bergerak flat.

  • Dow Jones Industrial Average terpangkas 2,4% (-623,34 poin) ke posisi 25.628,90.

  • S&P 500 terpenggal 2,59% (-75,84 poin) ke level 2.847,11.

  • Nasdaq Composite terjungkal 3,0% (-239,62 poin) menjadi 7.751,77.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 1,18% menjadi USD24,26.

Bursa saham utama Eropa akhir pekan lalu juga terpuruk di zona merah tersengat kemarahan Trump akibat pernyataan Beijing untuk mengenakan tarif impor baru 5-10% terhadap ratusan produk AS senilai USD75 miliar mulai awal September nanti. Pasar kecewa terhadap pidato Powell karena tidak menawarkan indikasi yang jelas tentang penurunan suku bunga di masa mendatang. Indeks STOXX 600 turun 0,78% ke level 371,76, dipimpin kejatuhan harga saham sektor otomotif sekitar 2%.

Saham Deutsche Bank naik 0,8% karena menyetujui untuk membayar USD16 juta ke pengawas bursa saham AS lantaran melanggar peraturan praktek korupsi perusahaan asing. KTT G-7 digelar di Prancis, Sabtu lalu dan diperkirakan akan berakhir tanpa adanya komunike bersama untuk pertama kalinya dalam 44 tahun kelompok negara-negara maju ini. Financial Times memberitakan, Uni Eropa tengah mempertimbangkan rencana pendanaan 100 miliar euro untuk industri keuangan Eropa agar mampu bersaing dengan korporasi besar AS.

  • FTSE 100 London turun 0,47% (-33,20poin) menjadi 7.094,98.

  • DAX 30 Frankfurt terperosok 1,15% (-135,53 poin) ke level 11.611,51.

  • CAC 40 Paris anjlok 1,14% (-61,38 poin) ke posisi 5.326,87.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York akhir pekan lalu ditutup melemah merespon memanasnya perang dagang AS-China, setelah Beijing berencana menerapkan tarif impor tambahan 5-10% ada produk impor dari AS senilai USD75 miliar. Yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun tajam, namun USD menguat terhadap yuan di pasar offshore.
Pasar kecewa terhadap pidato Chairman the Fed Jerome Powell pada forum simposium tahunan bank sentral di Jackson Hole yang tidak menyebutkan langkah stimulus untuk melonggarkan prospek ekonomi global yang memburuk, yang lagi-lagi mengundang kemarahan Trump. Ia menghendaki The Fed bertindak untuk menurunkan dolar AS. Indeks Dolar AS turun 0,54% menjadi USD97,64.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% Change
Euro (EUR-USD)1.11440.0064+0.58%
Poundsterling (GBP-USD)1.22660.0015+0.12%
Yen (USD-JPY)105.39-1.05-0.99%
Yuan (USD-CNY)7.09560.009+0.13%
Rupiah (USD-IDR)14,215.00-24.00-0.17%

Sumber : Bloomberg.com, 23/8/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges akhir pekan lalu ditutup turun tajam. China mengumumkan tarif impor baru terhadap terhadap 5.078 produk dari AS senilai USD 75 miliar, di antaranya produk agri seperti kedelai, minyak sawit dan produk kerajinan UMKM. Pidato pimpinan The Fed tidak banyak memberi petunjuk kemungkinan kenaikan suku bunga pada September nanti, sehingga tidak menimbulkan optimisme baru prospek pertumbuhan permintaan minyak. Sementara itu, Iran mengancam tidak akan mematuhi perjanjian nuklir jika Eropa tidak dapat menemukan solusi yang memungkinan Teheran untuk menjual minyaknya karena sanksi AS.

  • Harga minyak berjangka Brent turun 50 sen (-0,8%) menjadi USD 59,40 per barel.

  • Harga minyak berjangka WTI turun USD1,18 (-2,1%) menjadi USD 54,17 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange akhir pekan lalu ditutup menguat, para investor menafsirkan pidato Jerome Powell cenderung dovish. Powell mengatakan ekonomi AS masih kondusif dan memberikan sinyal penurunan suku bunga pada meeting rutin the Fed mendatang. Namun Powell menegaskan, the Fed mendata serangkaian risiko ekonomi dan geopolitik, mencatat bahwa hal tersebut tidak terkait dengan isu konflik dagang.

Secara kumulatif harga emas telah menguat 8% sepanjang Agustus, atau naik 19% dibanding tahun lalu. Harga logam berharga lainnya seperti perak naik 2,4% menjadi USD17.41 per ounce, palladium turun 1,8% menjadi USD1.460 dan platinum mendatar di posisi USD857,28.

  • Harga emas di pasar spot naik 2% menjadi USD 1.528,53 per ounce.

  • Harga emas berjangka naik 2% menjadi USD 1.538 ,6 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author