Bursa Pagi: Asia Cenderung Mendatar, IHSG Bearish Berpeluang Rebound

Bursa Pagi: Asia Cenderung Mendatar, IHSG Bearish Berpeluang Rebound

Posted by Written on 23 August 2019


Ipotnews - Jelang akhir pekan, Jumat (23/8), bursa saham Asia dibuka cenderung mendatar berusaha keluar dari tekanan penurunan indeks acuan pada penutupan bursa saham utama Eropa dan Wall Street. Investor menunggu pidato pimpinan Federal Reserve AS, Jerome Powell di simposium tahunan Jackson Hole, akhir pekan ini. Indeks MSCI Asia-Pasifik ex-Jepang bergerak mendatar.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan pergerakan indeks ASX 200, Australia yang cenderung mendatar di kisaran level 6.510. Harga minyak melemah pada pembukaan pasar Asia. Indeks berlanjut menguat 0,11% (7,10 poin) ke posisi 6.508,90 pada pukul 8:25 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak naik 0,27% (55,92 poin) menjadi 20.683,93, setelah dibuka menguat tipis 0,09%, dan Topix bertambah 0,15% , di tengah meningkatnya ketegangan Jepang-Korea Selatan. Indeks Kospi, Korea Selatan turun 0,25% dan berlanjut merosot 0,45% ke level 1.942,28.

Namun indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melemah 0,19% (-50,77 poin) ke posisi 25.997,95 pada pukul 8:40 WIB. Indeks Shanghai Composite, China turun tipis 0,03% di level 2.882,68.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini dihadapkan pada tren pelemahan indeks acuan di bursa saham global namun mereda di bursa regional, setelah gagal mengakhiri sesi perdagangan kemarin dengan membukukan kenaikan, turun 0,22% menjadi 6.239. Investor asing membukukan penjualan bersih Rp334,46 miliar.

Sejumlah analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini berpeluang kembali ke zona hijau meski masih berkutat di rentang konsolidasi . Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks masih memperlihatkan adanya tekanan bearish , namun berpotensi rebound.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, kembali munculnya kekhawatiran investor akan perlambatan ekonomi global seiring turunnya yield obligasi tenor 10 tahun dibawah 2 tahun, dan melemahnya data aktivitas manufaktur AS pada bulan Agustus diprediksi akan menjadi sentimen negatif.Melemahnya nilai tukar rupiah serta turunnya sebagian besar harga komoditas seperti minyak mentah, nikel, timah, emas, batu bara juga diprediksi akan menjadi tambahan katalis negatif.

Investor juga akan mencermati pidato Gubernur The Fed Jerome Powell mengenai penentuan tingkat suku bunga acuan yang akan berlangsung pada akhir pekan ini. IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan support di level 6.205 dan resistance di level 6.275.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: LSIP (Buy, Support: Rp1.170, Resist: Rp1.215), AALI (Buy, Support: Rp10.325, Resist: Rp10.800), 
  • UNVR (Buy, Support: Rp45.000, Resist: Rp45.600), ACES (Buy, Support: Rp1.760, Resist : Rp1.800).

  • ETF: XISI ( SELL , Support: Rp352, Resist: Rp357), XPSG (Buy, Support: Rp446, Resist: Rp452), 

    XPID (Buy, Support: Rp525, Resist: Rp534).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir cenderung melemah, diwarnai pergerakan indeks yang bergejolak, dengan data ekonomi Amerika yang lemah menjelang pidato Chairman Federal Reserve, Jerome Powell di simposium tahunan bank sentral di Jackson Hole. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump terus menekan The Fed untuk menurunkan suku bunga. Ekspektasi pasar untuk penurunan suku bunga September berada di posisi 93,5%, menurut alat FedWatch CME Group. Presiden The Fed Kansas City mengatakan bank sentral seharusnya tidak memangkas suku bunga bulan lalu. Sedangkan Presiden The Fed Philadelphia menilai, tidak ada keperluan untuk memotong suku bunga lagi.

Kekhawatiran resesi kembali menghantui pasar karena inversi imbal hasil US Treasury 10 tahun dan 2 tahun kembali terjadi. Indeks aktivitas manufaktur AS periode Agustus dari IHS Markit menunjukkan mengalami kontraksi untuk pertama kalinya dalam hampir 10 tahun. Saham Nordstrom melambung lebih dari 15% dan Dick Sporting Goods melonjak 3,6% setelah melaporkan kinerja triwulanan yang melampaui ekspektasi. Saham Boeing melesat 4,3% setelah menetapkan untuk secara bertahap meningkatkan produksi pesawat 737 menjadi 57 unit pada 2020 dari 42 saat ini.

  • Dow Jones Industrial Average menguat 0,2% (49,51 poin) di level 26.252,24.

  • S&P 500 turun tipis 0,05% (-1,48 poin) di posisi 2.922,95.

  • Nasdaq Composite Index turun 0,36% (-28,82 poin) menjadi 7.991,39.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange mendatar di kisaran USD24,55.

Bursa saham utama Eropa tadi malam juga ditutup melemah karena meningkatnya kekhawatiran resesi setelah kurva imbal hasil US Treasury 2-tahun dan 10-tahun kembali mengalami inversi. Pelaku pasar menunggu pidato Chairman The Fed di Jackson Hole, Jumat waktu setempat. Rilis risalah rapat Bank Sentral Eropa (ECB) dari pertemuan 25 Juli, menunjukkan bahwa para pejabat ECB menilai perlunya kombinasi sejumlah tindakan untuk menopang ekonomi zona euro. Presiden ECB Mario Draghi mengisyaratkan lebih banyak stimulus.

Rilis indeks PMI zona euro naik pada Agustus menjadi 51,8 dari 51,5 pada Juli, melebihi ekspektasi analis. PMI komposit Prancis naik menjadi 52,7 poin dari 51,9 pada Juli, sementara data Jerman tidak cukup kuat, yakni di posisi 51,4, tetapi masih melampaui estimasi. Indeks STOXX 600 turun 0,40% menjadi 374,29, saham NMC Health London melambung 18,6%, setelah meroket 42% karena diberitakan mendapat penawaran dari dua kelompok bisnis. Saham Thyssenkrupp melonjak 5,6% setelah mengajukan komplain terhadap upaya Uni Eropa untuk memblokir usaha patungan dengan Tata Steel.

  • FTSE 100 London anjlok 1,05% (-75,79 poin) ke level 7.128,18.

  • DAX 30 Frankfurt turun 0,47% (-55,81 poin) menjadi 11.747,04.

  • CAC 40 Paris merosot 0,87% (-47,23 poin) ke posisi 5.388,25.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir turun, bergerak dalam kisaran sempit karena investor menunggu pernyataan dari The Fed untuk mengatasi prospek ekonomi global yang memburuk, di simposium Jackson Hole jelang akhir pekan ini. Analis memperkirakan Powell mungkin akan mengklarifikasi risalah bank sentral yang dirilis, Rabu, dan menyampaikan pidato bernada  dovish  yang akan menenangkan kekhawatiran terhadap resesi. Powell bisa mendorong kembali ekspektasi penurunan suku bunga AS yang agresif, terutama setelah dua pejabat The Fed mengatakan tidak perlu pelonggaran moneter saat ini.

Risalah terbaru The Fed mengkonfirmasi pandangan bahwa para pejabat bank sentral enggan untuk meluncurkan siklus pemotongan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang, menghindari untuk membuat jalur yang telah ditetapkan sebelumnya dan menggambarkan pelonggaran Juli sebagai penyesuaian di pertengahan siklus. Sejumlah pejabat menginginkan pemangkasan suku bunga hingga 50 basis poin untuk mengerek inflasi serta menahan tekanan sengketa perdagangan global. Sementara, beberapa pejabat lainnya dengan jumlah yang lebih besar menginginkan agar The Fed menahan suku bunga. Indeks dolar AS turun 0,13% menjadi 98,170.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.10810.0001+0.01%7:16 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.2249-0.0002-0.02%7:17 PM
Yen (USD-JPY)106.470.03+0.03%7:17 PM
Yuan (USD-CNY)7.08660.0242+0.34%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,239.00-4.50-0.03%4:54 AM

Sumber : Bloomberg.com, 22/8/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak melemah, di tengah kekhawatiran resesi ekonomi global. Pedagang menunggu pidato Chairman The Fed di Jackson Hole, Wyoming, untuk mendapat petunjuk suku bunga. Pidato Powell sangat penting untuk minyak karena sinyal dari The Fed tentang pelonggaran moneter akan mempengaruhi dolar AS. Depresiasi dolar cenderung mendukung harga minyak. Sementara itu tim peneliti Kongres AS memperingatkan perang dagang dengan China akibat tarif impor AS akan mengurangi  output  ekonomi AS sebesar 0,3% pada 2020.

Sejumlah lembaga seperti Badan Energi Internasional menurunkan perkiraan permintaan minyak dunia. Namun, harga Brent melonjak sekitar 13% sepanjang tahun ini, didukung oleh pemotongan pasokan OPEC + dan sanksi AS yang mempengaruhi ekspor minyak Iran dan Venezuela. Harga minyak juga didukung persediaan minyak mentah berjangka AS di Cushing, Oklahoma, yang turun sekitar 1,5 juta barel antara Jumat dan Selasa, menyusut selama tujuh pekan berturut-turut.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent turun 38 sen (-0,6%) menjadi USD59,92 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI turun 33 sen (-0,6%) menjadi USD55,35 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir melemah setelah komentar dari pejabat Federal Reserve mengurangi harapan untuk pelonggaran moneter tambahan. Meskipun demikian, investor tetap menunggu kejelasan lebih lanjut dari pimpinan The Fed di simposium Jackson Hole. 

Analis menilai pernyataan Presiden The Fed Philadelphia yang menilai tidak perlu adanya stimulus tambahan merupakan upaya menyiapkan pasar untuk pidato yang kurang  dovish  dari Jerome Powell.

Harga emas sempat bergerak positif setelah rilis data manufaktur AS yang menunjukkan kontraksi pertama dalam hampir satu dekade di tengah konflik dagang AS-China yang dikhawatirkan akan memicu resesi. Investor juga akan mengawasi KTT G-7 akhir pekan ini. Kepemilikan SPDR Gold Trust, ETF emas terbesar di dunia, meningkat sekitar 24 ton hingga bulan ini. Harga palladium melonjak 1,2% menjadi USD1.489,50 per ounce, perak turun 0,3% menjadi USD17,07, dan platinum naik 0,8% menjadi USD859,80.

  • Harga emas di pasar spot turun 0,2% menjadi USD1.498,45 per ounce.

  • Harga emas berjangka melemah 0,5% menjadi USD1.508,5 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author