Bursa Pagi: Global-Regional Mixed, Buka Peluang Penguatan IHSG

Bursa Pagi: Global-Regional Mixed, Buka Peluang Penguatan IHSG

Posted by Written on 16 August 2019


Ipotnews - Jelang akhir pekan, Jumat (16/8) bursa saham Asia dibuka mixed cenderung melemah, berusaha melanjutkan kenaikan indeks acuan pada penutupan bursa saham Wall Street, yang didukung oleh optimisme akan terhindarnya ekonomi AS dari resesi karena data penjualan ritel yang menguat. Investor masih mewaspadai pergerakan imbal hasil obligasi AS bertenor panjang. Indeks MSCI Asia ex-Jepang melemah 0,14%.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan tipis indeks ASX 200, Australia, yang bergerak di kisaran level 6.414 diwarnai kenaikan harga minyak pada pembukaan pasar Asia. Indeks berlanjut sedikit menguat 0,16% (10,40 poin) di posisi 6.418,50 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak melemah 0,19% (-39,63 poin) ke posisi 20.366,02, setelah dibuka turun 0,35%, Topix juga turun 0,33%, di tengah penurunan harga saham Fanuc 0,97%. 

Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka anjlok 1,8% - saham SK Hynix melorot 1,56% dan LG Chem terperosok 2,01% - dan berlanjut merosot 1,23% ke level 1.914,61.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka sedikit melemah 0,04% (-10,50 poin) di posisi 25.484,96 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China menguat tipis 0,06% di level 2.817,57.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) dihadapkan pada tren pergerakan indeks global dan regional yang bervariasi, setelah tergelincir ke zona merah pada sesi perdagangan kemarin dan ditutup melemah 0,16% menjadi 6.257. Investor asing membukukan penjualan bersih Rp287,30 miliar.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini berpaluang berbalik menguat di rentang konsilidasi. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi penguatan menguji  bearish trend line  pada kisaran 6300.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks bursa global seiring dengan positifnya kinerja keuangan Walmart dan data penjualan ritel AS pada bulan Juli, serta harapan China akan berlanjutnya perundingan dagang dengan ASdiprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar.

Di sisi lain, melemahnya sebagian besar harga komoditas seperti minyak mentah, CPO dan batu bara diprediksi akan menjadi katalis negatif di pasar. IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan  support  di level 6.195 dan  resistance  di level 6.320.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: TKIM (Buy, Support: Rp9.100, Resist: Rp12.700), MNCN (Buy, Support: Rp1.235, Resist: Rp1.355), TLKM (Buy, Support: Rp4.200, Resist: Rp4.380), INTP (Buy, Support: Rp21.375, Resist : Rp22.375).

  • ETF: XIHD ( SELL , Support: Rp505, Resist: Rp510), XISR ( SELL , Support: Rp396, Resist: Rp402), 

    XPES (Buy, Support: Rp421, Resist: Rp426).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir menguat kembali, didukung rilis laba raksasa ritel Walmart dan angka penjualan ritel yang kuat dan pernyataaan Departemen Perdagangan AS bahwa penjualan ritel menguat pada Juli lalu mengalahkan ekspektasi. Investor percaya bahwa konsumen AS bisa membantu negara itu menghindari resesi. Penyataan juru bicara Kementerian Luar Negeri China memicu optimisme resolusi perdagangan dengan AS. Beijing akan mengambil langkah penanggulangan untuk merespon penerapan tarif terbaru AS dan menambahkan bahwa tarif Washington melanggar konsensus pemimpin kedua negara.

Saham Walmart melesat6,1% karena melaporkan laba yang lebih baik dari perkiraan dan menaikkan prospek setahun penuh. Saham Cisco anjlok 8,6%, setelah mengatakan pendapatan dari China turun 25% dan laba di masa mendatang akan lebih ringan dari perkiraan terdampak perang dagang AS-China. Saham General Electric rontok 11,3%, terbesar dalam 11 tahun, setelah  whistle blower  Madoff, Harry Markopolos, mengatakan dia menemukan "pendekatan bisnis Enronesque yang membuat GE di ambang kebangkrutan."

  • Dow Jones Industrial Average naik 0,39% (99,97 poin) menjadi 25.579,39

  • S&P 500 bertambah 0,25% (7,0 poin) di posisi 2.847,6.

  • Nasdaq Composite melemah 0,09% (-7,32 poin) di level 7.766,62.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,74% menjadi USD24,53.

Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup melemah, melanjutkan aksi jual global karena pasar obligasi memicu kekhawatiran akan terjadinya resesi. Investor memantau pernyataan Komite Tarif China, bahwa Beijing harus mengambil langkah-langkah balasan yang diperlukan untuk merespon ancaman tarif terbaru AS. Indeks STOXX 600 turun 0,29% menjadi 365,09, sektor otomotif memimpin kejatuhan anjlok 1,5%, sedangkan utiilitas menjadi sektor berkinerja terbaik naik 0,7%.

Saham pengecer Swedia, Ica Gruppen melonjak 10,9%, produsen bir asal Denmark, Carlsberg, naik 4,2% setelah melaporkan laba semester pertama dan peningkatkan pendapatan sebesar 6,5%. Saham kelompok asuransi Belanda, Aegon, anjlok 7,7% setelah mengangkat kepala NN Group, saingan domestik terbesarnya, sebagai chief executive baru. Perusahaan jasa fasilitas Denmark, ISS rontok 9,4%, saham internet United anjlok 6,2%.

  • FTSE 100 London merosot 1,13% (-80,87 poin) ke level 7.067,01.

  • DAX 30 Frankfurt turun 0,70% (-79,99 poin) ke posisi 11.412,67.

  • CAC 40 Paris melemah 0,27% (14,37 poin) menjadi 5.236,93.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi pulih kembali dari pelemahan di sesi awal terhadap yen didukung data penjualan ritel AS yang lebih baik dari ekspektasi. Yen berbalik terdepresiasi merespon rilis kenaikan data penjualan ritel AS pada Juli, karena konsumen tetap membeli barang bahkan ketika mereka mengurangi belanja kendaraan bermotor sekaligus meredakan ketegangan pasar keuangan tentang kesehatan ekonomi AS.

Sementara itu, sterling menguat 0,42% terhadap dolar, dibantu oleh penjualan ritel yang lebih baik dari perkiraan dan berita bahwa kubu oposisi Partai Buruh Inggris memulai upaya untuk menjatuhkan Perdana Menteri Boris Johnson demi menghentikannya membawa Inggris keluar dari Uni Eropa tanpa kesepakatan. Indeks dolar, yang melacak kurs  greenback  terhadap enam mata uang negara maju menguat 0,16% menjadi 98,144.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.11110.0004+0.04%7:23 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.2090.0002+0.02%7:23 PM
Yen (USD-JPY)106.120.000.00%7:23 PM
Yuan (USD-CNY)7.03400.0096+0.14%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,273.5028.50+0.20%4:56 AM

Sumber : Bloomberg.com, 15/8/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak turun, memperpanjang kejatuhan 3% di sesi sebelumnya. Kekhawatiran resesi dan lonjakan stok minyak mentah AS menekan harga minyak. Ancaman Beijing untuk mengenakan tindakan balasan atas tarif terbaru AS terhadap barang-barang China senilai USD300 miliar juga membebani harga minyak.

Stok minyak mentah AS meningkat 1,6 juta barel pekan lalu, jauh dari ekspektasi penurunan 2,8 juta barel. Namun sebaliknya, persediaan minyak mentah AS di Cushing, Oklahoma hingga Selasa lalu, menurut Genscape, turun sekitar 2 juta barel. Harga Brent masih naik 10% tahun ini berkat pemotongan pasokan oleh OPEC + pada Juli lalu.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI turun 1,4% menjadi USD54,47 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent, turun 2,4% menjadi USD58,05 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup menguat, bertahan di atas level psikologis USD1.500 per ounce, di tengah kekhawatiran penurunan ekonomi global dan ketidakpastian kelanjutan perundingan dagang AS-China. Gejolak politik di Hong Kong dan kekhawatiran gagal bayar utang Argentina ikut mendukung harga emas. Namun, kenaikan emas relatif terbatas karena investor memburu saham di tengah data ekonomi AS yang variatif, dengan data penjualan ritel yang kuat. Di sisi lain, output  manufaktur AS mengakhiri tren pertumbuhan dua bulan pada Juli, sementara data klaim pengangguran awal mingguan lebih lemah dari ekspektasi.

Investor juga mencerna sinyal yang saling bertentangan terkait konflik dagang AS-China. Kementerian Keuangan China mengatakan akan mengambil langkah-langkah balasan terhadap tarif terbaru As. Namun pernyataan terpisah Kementerian Luar Negeri menyebutkan Beijing berharap kedua belah pihak bisa mencapai konsensus. Harga logam mulia lainnya, seperti perak naik 0,2% menjadi USD17,23 per ounce, platinum turun 0,5% menjadi USD838,70, dan palladium melonjak 1,7% menjadi USD1.448,17.

  • Harga emas di pasar spot naik 0,5% menjadi USD1.524,47 per ounce.

  • Harga emas berjangka naik 0,5% menjadi USD1.535,40 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author