Bursa Sore: Ketidakpastian Bursa Hong Kong Untungkan Pergerakan IHSG

Bursa Sore: Ketidakpastian Bursa Hong Kong Untungkan Pergerakan IHSG

Posted by Written on 14 August 2019


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) rebound pada akhir perdagangan hari Rabu (14/8). Indeks melaju positif +56 poin (+0,91 persen) ke level 6.267.

Indeks LQ45 +1,08% ke 986. Indeks IDX30 +1,10% ke level 540. IDX80 +1,14% ke 140. Indeks JII +1,18% ke posisi 675. Indeks Kompas100 +1,03% ke 1.271. Indeks Sri Kehati +1,10 persen ke 395 dan Indeks SMInfra18 +1,82 persen ke level 339.

Sikap AS menunda tarif impor tambahan terhadap produk China menjadi sentimen positif pendorong laju market regional. IHSG mengikuti jejak penguatan tersebut. IHSG bergerak positif seiring rekomendasi analis Credit Suisse yang menyarankan pengurangan investasi di bursa Hong Kong dan memilih bursa Asia Tenggara di antaranya bursa saham Indonesia.

Saham-saham teraktif: MNCNKPIGANTMIPTVAPLNPAMGASII

Saham-saham top gainers LQ45: AKRA, WKST , PTPPANTMINDYSMGRINKP

Saham-saham top losers LQ45: BBCAITMGJSMRBTPSERAASCMA

Nilai transaksi mencapai Rp8,46 triliun. Volume trading sebanyak 159,58 juta lot saham. Investor asing membukukan jual bersih -Rp573,86 miliar.

Nilai tukar rupiah menguat +0,52% di level Rp14.240 terhadap USD (04.00 pm).


Bursa Asia

Pasar saham Asia melaju positif pada perdagangan hari Rabu (14/8). Market regional Asia mengekor penguatan bursa global merespon positif sikap AS yang menunda penerapan tarif impor baru terhadap beberapa item produk dari China.

Indeks MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk bursa Jepang) bergerak positif, naik 0,62 persen. Tekstil dan produk smarthphone dihapus dari produk yang akan dikenakan tambahan tarif impor. Penundaan tarif impor tambahan ditunda menjadi mulai 15 Desember dari sebelumnya 1 September.

"Kemudian pandangan sinis yang muncul adalah bahwa penundaan itu semata-mata untuk momen politik dibanding urusan lebih substantif dalam negosiasi konflik dagang AS versus China," kata Analis National Australia Bank, Tapas Strickland seperti dikutip CNBC.

Bursa saham China finis mengarah ke zona penguatan. Indeks Shenzhen Composite naik 0,692 persen ke level 1.509. Indeks Shenzhen Component juga menguat sebesar 0,72 persen ke 8.966.

Indeks Hang Seng akhirnya melemah tipis. Tensi ketegangan di Hong Kong masih tetap meningkat setelah aktivitas bandara di negara kota tersebut masih terganggu aksi demo hari kedua pendudukan bandara sejak kemarin.

Dalam jangka pendek, kepolisian Hong Kong akan bertindak keras dan China akan mencari penyelesaian isu ini melalui suatu acara atau cara lain yang akan berdampak negatif ke pasar saham.
"Kami menyarankan klien mengurangi eksposur di pasar saham Hong Kong dan lebih banyak ke pasar Asia Tenggara seperti Indonesia," kata Analis Credit Suisse APAC CIO, Suresh Tantia seperti dikutip CNBC.
Di bursa saham Jepang, Indeks Nikkei 225 memperlihatkan ketangguhan saat akhir sesi perdagangan. Indeks Topix naik 0,78 persen ke level 1.499.
Sementara Indeks Kospi di bursa Korsel bertambah 0,65 persen ke posisi 1.938. Indeks ASX200 di pasar saham Australia melaju 0,42 persen ke level 6.595.
Di pasar finansial, Indeks dolar AS melaju ke level 97,768 dibandingkan sesi kemarin pada posisi 97,5. Nilai tukar yen tertekan ke posisi 106,36 terhadap USD dibanding posisi sesi sebelumnya di level 105,5. Dolar Australia meningkat ke posisi $0,6779 dibanding sesi kemarin di level $0,676.
Indeks Nikkei 225 (Jepang) +0,98% ke level 20.655.
Indeks Shanghai (China) +0,42% ke level 2.808.
Indeks Hang Seng (Hong Kong) +0,08% pada level 25.302.
Indeks Straits Times (Singapura) +0,03% pada level 3.147.

Bursa Eropa
Market saham Eropa berubah arah melemah saat menit-menit awal pada perdagangan hari Rabu (14/8) pagi waktu setempat. Katalis pergerakan indeks pasar Eropa masih seputar sika pemerintah AS yang menunda penerapan tarif impor tambahan terhadap barang-barang asal China.
Indeks DAX (Jerman) -0,44% pada posisi 11.698.
Indeks FTSE (Inggris) -0,04% ke level 7.248.
Indeks CAC (Perancis) -0,42% di posisi 5.340.

Minyak
Harga minyak melemah saat sesi sore pada perdagangan hari Rabu (14/8) di bursa komoditas Asia. 
Kekecewaan terhadap data perekonomian China dan naiknya persediaan minyak di AS menghapus gain harga minyak yang di sesi terakhir menguat dipicu sikap AS menunda tarif impor baru terhadap produk dari China.
Minyak WTI drop 62 sen ke harga USD 56,48 per barel. Minyak Brent turun 46 sen ke harga USD 60,84 per barel. (pukul 06.39 GMT).

(cnbc/reuters/awj/idx)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author