Bursa Siang: Market Masih Sensitif Terhadap Isu Perang Dagang, IHSG Tertekan

Bursa Siang: Market Masih Sensitif Terhadap Isu Perang Dagang, IHSG Tertekan

Posted by Written on 12 August 2019


Ipotnews - Sempat menguat saat opening, Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) melemah pada akhir perdagangan sesi pagi, hari Senin (12/8). Indeks drop -34 poin (-0,53%) ke level 6.248.

Indeks LQ45 -0,65% ke 984. Indeks IDX30 -0,58% ke level 539. IDX80 -0,64% ke 139. Indeks JII -0,56% ke posisi 675. Indeks Kompas100 -0,68% ke 1.264. Indeks Sri Kehati -0,59 persen ke 393 dan Indeks SMInfra18 -0,47 persen ke level 336.

Market saham regional masih sensitif terhadap sentimen perang dagang antara AS vs China. Pasar mengalami tekanan saat sesi pagi. Hal turut menjadi katalis negatif bagi IHSG meski sempat menguat saat sesi opening.

Saham-saham teraktif: IPTVGIAABBCAMDKASMBRADRO,KPAL

Saham-saham top gainers LQ45: ERAAJSMRAKRAINTPTPIASRILASII

Saham-saham top losers LQ45: PGASBTPSBBRIWSKTLPPFBRPTICBP

Nilai transaksi mencapai Rp3,81 triliun. Volume trading sebanyak 116,62 juta lot saham. Investor asing membukukan beli bersih Rp74,30 miliar.

Nilai tukar rupiah drop -0,21% di level Rp14.215 terhadap USD (12.00 pm).


Bursa Asia

Penguatan bursa saham China mendorong laju market saham Asia di sesi pagi pada perdagangan hari Senin (12/8) pasca bergelok pada perdagangan akhir pekan lalu seiring meningkatnya ketakutan pada perang dagang AS vs China. Indeks MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk bursa Jepang) bergerak flat.

"Tensi perdagangan terus mendorong pergerakan pasar finansial pada akhir pekan lalu dibarengi sensitivitas pasar terhadap pemberitaan konflik dagang AS versus China," kata Jack Chambers, Analis ANZ seperti dikutip CNBC.

Menurutnya salah satu risiko penekan pasar adalah saat Presiden AS Donald Trump memperingatkan negosiasi konflik dagang pada bulan depan mungkin tidak terjadi.

Indeks bursa saham China bangkit ke zona hijau. Indeks Shenzhen Composite ke zona hijau, naik 0,21 persen. 

Sedangkan Indeks Hang Seng juga bergerak ke zona hijau.

Saham unggulan Cathay Pacific turun 4 persen setelah China menuntut skorsing sementara staf perusahaan yang berpartisipasi blokade terhadap bandara.
Sementara Indeks Kospi di bursa Korsel bertambah 0,4 persen. Indeks ASX200 di pasar saham Australia ke zona pelemahan, drop 0,4 persen. Saham unggulan di bursa Australia, Rio Tinto melemah 2,38 persen. Fortescue turun 3 persen.
Pasar saham Jepang, India dan Singapura tidak ada aktivitas memperingati hari libur nasional.
Di pasar finansial, Indeks dolar AS melemah ke level 97,518 dibandingkan sesi akhir pekan lalu pada posisi 98,00. Nilai tukar yen menguat ke posisi 105,53 terhadap USD dibanding posisi sesi awal di level 105,97. Dolar Australia tertekan ke posisi $0,6785 dibanding sesi pekan kemarin di level $0,6887.
Indeks Nikkei 225 (Jepang) libur.
Indeks Shanghai (China) +0,70% ke level 2.794 (break).
Indeks Hang Seng (Hong Kong) +0,01% pada level 25.941 (break).
Indeks Straits Times (Singapura) libur.

Minyak
Harga minyak menguat saat sesi pagi pada perdagangan hari Jumat (9/8) di bursa komoditas Asia disupport oleh persediaan minyak Eropa yang turun serta pemangkasan produksi oleh OPEC meskipun International Energy Agency (IEA) memperkirakan pertumbuhan demand pada level terburuk sejak 2008.
Minyak WTI naik 3,7 persen ke harga USD 54,50 per barel. Minyak Brent menguat 2 persen ke harga USD 58,53 per barel.

(cnbc/reuters/awj/idx)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author