Bursa Pagi: Global-Regional Variatif, Batasi Peluang Laju IHSG

Bursa Pagi: Global-Regional Variatif, Batasi Peluang Laju IHSG

Posted by Written on 12 August 2019


Ipotnews - Mengawali pekan ketiga Agustus, Senin (12/8), bursa saham Asia dibuka melemah, melanjutkan tren penurunan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street akhir pekan lalu, tertekan oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa AS belum siap untuk bersepakat dengan China. Bursa saham Jepang, India dan Singapura hari ini tutup.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,4% di tengah menguatnya nilai tukar dolar Australia dan penurunan harga minyak pada pembukaan pasar Asia. Indeks berlanjut melemah 0,11% (-7,30 poin) di posisi 6.577,10.Pada jam yang sama indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melemah 0,12%, dan berlanjut naik 0,16% menjadi 1.940,90 pada pukul 8:05 WIB.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka turun 0,27% (-69,82 poin) menjadi 25.869,48 pada pukul 8:35 WIB. 

Indeks Shanghai Composite, China dibuka naik 0,26% ke posisi 2.781,98.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada pergerakan indeks yang bervariasi bursa saham Asia, setelah berhasil mempertahankan tren kenaikan pada akhir pekan lalu dengan menguat 0,12% menjadi 6.282. Investor asing membukukan pembelian bersih sebesar Rp63,84 miliar.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih berpotensi melanjutkan penguatan ditopang oleh berlanjutnya  capital inflow . Namun secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan pergerakan kenaikan indeks yang mulai jenuh mengindikasikan adanya potensi koreksi, meskipun momentum  bullish  masih memberikan signal positif pada pergerakan IHSG selanjutnya.


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street akhir pekan lalu ditutup di zona merah, tertekan oleh kekhawatiran terhadap perekonomian global. Presiden AS Donald Trump kepada para jurnalis menyatakan AS tidak siap mencapai kesepakatan damai dalam konflik dagang dengan China. Trump juga menyatakan AS tidak akan berbisnis dengan Huawei, meskipun belakangan Gedung Putih mengklarifikasi pernyataan Trump terkait Huawei. Analis mengatakan, Trump masih meyakini bahwa perang dagang hanya akan merugikan China dan mengabaikan dampaknya terhadap ekonomi AS jika Beijing membalas dengan lebih keras.

Saham teknologi melemah, saham Micron Technology dan Skyworks Solutions terpangkas, masing-masing 2,5%. Indeks Dow Jones mengakhiri perdagangan sepanjang pekan lalu dengan merosot 0,75%, S&P dan Nasdaq masing-masing turun 0,5% dan 0,6%. Investor juga mewaspadai pasar obligasi, dimana minat membeli surat utang AS telah memunculkan indikator resesi yang mendekati warning zone.

  • Dow Jones Industrial Average turun -0,34% (-90,75 poin) menjadi 26.287,44.

  • S&P 500 melorot 0,66% (-19,44 poin) ke posisi 2.918,65.

  • Nasdaq Composita anjlok 1,0% (-80,02 poin) ke level 7.959,14.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 0,44% menjadi USD24,99.

Bursa saham utama Eropa juga mengakhiri pekan lalu di teritori negatif, merespon negatif pernyataan Trump, bahwa AS tidak akan menuju kepada kesepakatan damai perang dagang dengan China. Ketidakpastian politik dalam negeri Italia memicu sentimen negatif yang membebani bursa Eropa. Pemimpin partai yang memerintah, Matteo Salvini menarik dukungan terhadap koalisi pemerintahan dan menyerukan pemilihan umum. Bursa saham Italia terjungkal 2,5%.

Indeks STOXX 600 melorot 0,84%, atau terpenggal 1,7% secara mingguan, menjadi 371,56, dipimpin kejatuhan harga saham sektor perbankan di Italia sebesar 4,5%. Krisis anggaran negara Italia dan prospek suku bunga negatif dalam waktu lebih lama menurunkan valuasi saham bank. Data resmi ekonomi Inggris turun untuk pertama kalinya sejak akhir 2012, setelah PDB kuartal kedua menciut 0,2%.

  • DAX 30 Frankfurt terperosok 1,28% (-151,61 poin) ke level 11.693,80.

  • FTSE 100 London turun 0,44% (-32,05 poin) menjadi 7.253,85.

  • CAC 40 Paris anjlok 1,11% (-60,04 poin) ke lke posisi 5.327.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York akhir pekan lalu ditutup melemah di tengah penguatan yen, seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap konflik perdagangan AS-China memicu permintaan mata uang  safe haven . Euro mengabaikan sentimen pecahnya koalisi pemerintahan Italia dan prospek pemilu baru di negara tersebut. Indeks dolar AS turun 0,13% menjadi 97,491, masih berada di zona pelemahan mingguan terburuk sejak 21 Juni tahun ini.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% Change
Euro (EUR-USD)1.12010.0021+0.19%
Poundsterling (GBP-USD)1.2033-0.010-0.82%
Yen (USD-JPY)105.69-0.38-0.36%
Yuan (USD-CNY)7.06230.0172+0.24%
Rupiah (USD-IDR)14,194.00-19.00-0.13%

Sumber : Bloomberg.com, 9/8/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges akhir pekan lalu ditutup menguat disokong oleh penurunan persediaan di Eropa dan juga ekspektasi pemangkasan produksi OPEC . Data Eurooilstock menunjukkan total produksi dan persediaan minyak 16 negara Eropa di periode Juli turun dibandingkan dengan bulan Juni. Namun International Energy Agency (IEA) menyatakan pertumbuhan permintaan berada di titik paling rendah jika dihitung sejak krisis finansial tahun 2018, tertekan oleh sinyal perlambatan ekonomi serta perang dagang AS-China.

Secara mingguan harga minyak Brent sudah melorot 5 %, minyak WTI turun 2,4%, terbebani oleh ekspektasi stok minyak di AS dan ketakutan terhadap penurunan demand di tengah tensi perang dagang AS vs China. Arab Saudi berencana mempertahankan ekspor minyak di bawah 7 juta barel per hari di bulan Agustus dan September. Produksi minyak Rusia naik 11,32 juta barel per hari di periode 1-8 Agustus, dari rata-rata bulan Juli sebesar 11,15 juta bph.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent naik 1,9% ke level USD 58,48 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik 3,7% menjadi USD 54,50 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange mengakhiri pekan lalu di jalur penguatan, setelah sukses melampaui level USD 1.500 untuk pertama kali sejak April 2013 pada awal pekan ini, dan membukukan harga terbaiknya secara mingguan dalam 3 tahun terakhir. Penguatan harga emas seiring dengan pergerakan yield  surat utang global menjadi negatif, sikap  dovish  bank sentral serta eskalasi tensi perang dagang AS-China.

Yield surat pemerintah Jerman tenor jangka panjang ke teritori negatif pada Rabu pekan ini. Sedangkan obligasi pemerintah Belanda tenor 30 tahun serta Irlandia tenor 10 tahun berubah negatif untuk pertama kalinya pada hari Senin lalu. Bank sentral Selandia Baru, Thailand dan India berada pada serangkaian kebijakan penurunan suku bunga, posisi untuk amunisi memerangi tren pelemahan. Harga logam berharga lainnya seperti perak menguat 0,8%menjadi USD 17,03 per ounce, platinum naik 0,4% ke level USD863,65, dan palladium naik 0,6% ke harga USD1.430.

  • Harga emas di pasar spot naik 0,3% menjadi USD 1.503,69 per ounce

  • Harga emas di pasar berjangka naik 0,4% ke level USD 1.515,20 per ons.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author