Bursa Pagi: Global-Regional Meningkat, Angkat Peluang Laju IHSG

Bursa Pagi: Global-Regional Meningkat, Angkat Peluang Laju IHSG

Posted by Written on 09 August 2019


Ipotnews - Jelang akhir pekan, Jumat (9/10), bursa saham Asia dibuka menguat, melanjutkan tren kenaikan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street, seiring dengan membaiknya sentimen pasar didukung stabilitas imbal hasil obligasi global dan nilai tukar yuan. Pasar menunggu rilis data inflasi China, setelah Jepang melaporkan pertumbuhan ekonomi kuartal II sebesar 1,8%, jauh dari ekspektasi kenaikan 0,4%.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,28%, diwarnai kenaikan harga minyak pada pembukaan pasar Asia. Namun indeks berlanjut menguat tipis 0,03% (2,00 poin) di posisi 6.570,10 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak naik 0,54% (111,57 poin) menjadi 20.704,92, setelah dibuka melaju 0,87%, dan Topix meningkat 0,79%. Saham Softbank Group melonjak 1,15%. Indeks Kospi, Korea Selatan juga dibuka naik 0,87%, Samsung Electronics melompat 1,17%, dan berlanjut melaju 1,01% ke level 1.940,27.

Melanjutkan tren penguatan global, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melaju 0,61% (158,15 poin) ke posisi 26.278,92 pada pukul 8:40 WIB. Indeks Shanghai Composite, China dibuka naik 0,39% menjadi 2.805,59.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren kenaikan indeks acuan di bursa saham global dan regional, setelah berhasil melanjutkan tren kenaikan sebesar 1,14% pada sesi perdagangan kemarin ke level 6.274. Investor asing membukukan pembelian bersih Rp256,58 miliar.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini akan melanjutkan kenaikan ditopang capital inflow. Secara teknikal beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya momentum penguatan lanjutan yang bergerak menuju area jenuh beli.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks bursa global seiring dengan  rebound nya  yield  obligasi global, serta data neraca dagang China periode Juli yang lebih baik dari perkiraan, diprediksi akan memberikan sentimen positif di pasar. Sementara itu naiknya sebagian besar harga komoditas serta nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga diprediksi akan menjadi tambahan katalis positif untuk indeks. IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan  support  di level 6.220 dan  resistance  di level 6.325.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: BMRI (Buy, Support: Rp7.400, Resist: Rp7.575), BBCA (Buy, Support: Rp29.675, Resist: Rp30.350), BJBR (Buy, Support: Rp1.525, Resist: Rp1.645), MEDC (Buy, Support: Rp800, Resist : Rp820).

  • ETF: XIHD (Buy, Support: Rp508, Resist: Rp521), XBNI (Buy, Support: Rp1.081, Resist: Rp1.111), XMTS (Buy, Support: Rp512, Resist: Rp525).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir menguat, menghapus sebagian besar kerugian sejak awal pekan ini. Imbal hasil obligasi global  rebound. Di Jerman, imbal hasil Bund 10-tahun tercatat negatif 0,5% setelah meluncur ke negatif 0,6% - rekor terendah - pada sesi sebelumnya. China mengatakan ekspor bulan Juli naik 3,3% ( year-on-year ), jauh dari ekspektasi penurunan 2%.

Saham sektor teknologi memimpin kenaikan dengan melonjak 2,9%. Saham AMD melambung 16,2% karena investor menyambut rilis  chip  generasi kedua untuk pusat data. Saham Disney meningkat 2,3% setelah  up-grade  dari analis Credit Suisse. Imbal hasil US Treasury 10-tahun diperdagangkan pada posisi 1,72% setelah turun di bawah 1,6% pada sesi sebelumnya.

  • Dow Jones Industrial Average melonjak 1,4% (371,12 poin) menjadi 26.378,19.

  • S&P 500 melesat 1,88% (54,11 poin) ke posisi 2.938,09.

  • Nasdaq Composite Index melejit 2,24% (176,33 poin) ke level 8.039,16.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 1,17% menjadi USD25,100.

Bursa saham utama Eropa tadi malam juga berakhir lebih tinggi, didukung stabilnya imbal hasil obligasi dan data ekspor China yang lebih baik dari perkiraan. Indeks STOXX 600 melonjak 1,66% menjadi 374,71, saham sumber daya dasar memimpin kenaikan sebesar 2,3%. Beijing mengatakan ekspor dalam mata uang dolar meningkat 3,3% dari tahun lalu, meski Washington mengancam penerapan tarif baru pada barang-barang China. Penurunan tajam dalam imbal hasil obligasi melandai, meredam kekhawatiran perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Saham raksasa  engineering  Jerman, Thyssenkrupp, melesat 4,3%, meski membukukan kerugian bersih 94 juta euro (USD105,37 juta) untuk kuartal ini dan melaporkan peringatan laba. Adidas turun 2%, karena melaporkan penjualan kuartal kedua yang mengecewakan, meski membukukan laba bersih kuartal kedua. 

Deutsche Telekom tergelincir 0,5%, setelah melaporkan peningkatan laba sesuai ekspektasi. British Telekom anjlok 5,8% karena HSBC memangkas target harganya. Saham Carlsberg melambung 11% karena meningkatkan ekspektasi laba 2019.

  • FTSE 100 London melaju 1,21% (87,20 poin) menjadi 7.285,90.

  • DAX 30 Frankfurt melonjak 1,68% (195,26 poin) ke posisi 11.845,41.

  • CAC 40 Paris melesat 2,31% (121,45 poin) ke level 5.387,96.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup sedikit menguat dan yuan menguat setelah bank sentral China (PBoC) menetapkan kurs titik tengah pada posisi 7,0039 yuan per dolar, lebih tinggi dari perkiraan, meskipun masih yang terlemah dalam lebih dari satu dekade. 

Data peningkatan ekspor China menambah sentimen positif yuan. Kebijakan bank sentral yang semakin  dovish  menambah kekhawatiran bahwa prospek ekonomi global mungkin lebih buruk daripada yang dikhawatirkan. Filipina menjadi negara terakhir yang memangkas suku bunga, menyusul pemotongan yang dilakukan oleh Selandia Baru, India dan Thailand pada pekan ini.

Euro sempat melonjak setelah  Reuters  melaporkan bahwa Jerman sedang mempertimbangkan untuk mengeluarkan surat utang baru guna membiayai paket perlindungan iklim yang cukup mahal. Namun melemah kembali setelah Wakil Perdana Menteri Italia, Matteo Salvini, mengatakan tidak ada cara untuk memperbaiki perbedaan dalam koalisi yang berkuasa di Italia, selain pemilu baru. Indeks dolar, ukuran  greenback  terhadap enam mata uang negara maju naik 0,08% menjadi 97,626.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.11870.0007+0.06%7:21 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.21380.0005+0.04%7:21 PM
Yen (USD-JPY)105.80-0.27-0.25%7:22 PM
Yuan (USD-CNY)7.0451-0.0151-0.21%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,213.00-12.00-0.08%4:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, Kamis, 8/8/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi tadi bergerak naik, melonjak lebih dari 2%, Kamis, di tengah ekspektasi bahwa pelemahan harga dapat menyebabkan penurunan produksi. Stabilitas yuan setelah seminggu bergejolak ikut mendongkrak harga minyak. Genscape menyebutkan persediaan minyak di Cushing, Oklahoma, titik pengiriman untuk WTI, hingga 6 Agustus turun sekitar 2,9 juta barel dalam sepekan. Pengiriman minyak mentah ke China, importir terbesar dunia, pada Juli lalu naik 14% dari tahun sebelumnya karena kilang baru meningkatkan pembelian.

Permintaan Arab Saudi agar produsen minyak lain untuk membahas penurunan harga minyak mentah, membantu mendukung pasar. Saudi berencana menjaga ekspor minyak mentahnya di bawah 7 juta barel per hari pada Agustus dan September, meski ada permintaan yang kuat dari pelanggan. Ketegangan geopolitik di Teluk Persia tetap tidak terselesaikan, Badan Maritim AS mengumumkan kapal-kapal komersial berbendera Amerika harus mengirimkan rencana transit mereka ke Selat Hormuz dan perairan Teluk kepada otoritas angkatan laut Inggris dan AS.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent, naik USD1,15 (2,1%) menjadi USD57,38 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI, naik USD1,45 (2,8%) menjadi USD52,54 per barel.
Harga emasdi bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup melemah, berbalik dari kenaikan lebih dari 2% selama sesi sebelumnya, di tengah penguatan dolar dan  rebound  di bursa Wall Street. 

Namun harga emas di pasar spot masih bergerak naik. Pergerakan harga emas diwarnai aksi ambil untung setelah harga emas mencapai USD1.500 per ounce untuk pertama kali dalam enam tahun, yang berkontribusi terhadap kejatuhan harga emas berjangka.

Namun analis mengatakan, secara teknikal harga emas masih bisa mencapai USD1.524 pada tahun ini. Kepemilikan ETF emas, SPDR Gold Trust naik 7,3% sepanjang tahun ini. Harga logam mulia lainnya, seperti perak turun 1,51% menjadi USD16,936 per ounce, platinum melemah 0,4% menjadi USD867,50, dan palladium naik 1,2% menjadi USD1.431,90.

  • Harga emas di pasar spot naik 0,4% menjadi USD1.506,80 per ounce.

  • Harga emas berjangka turun 0,8% menjadi USD1.507,50 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author