Bursa Siang: Kecemasan Pada Perang Mata Uang Jeda Sejenak, IHSG Rebound

Bursa Siang: Kecemasan Pada Perang Mata Uang Jeda Sejenak, IHSG Rebound

Posted by Written on 07 August 2019


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) rebound di akhir sesi pagi pada perdagangan hari Rabu (07/8). Indeks melaju +86 poin (+1,42%) ke level 6.206.

Indeks LQ45 +1,66% ke 976. Indeks IDX30 +1,75% ke level 535. IDX80 +1,56% ke 138. Indeks JII +1,45% ke posisi 671. Indeks Kompas100 +1,65% ke 1.254. Indeks Sri Kehati +1,77 persen ke 391 dan Indeks SMInfra18 +1,52 persen ke level 333.

Saham-saham teraktif: PTBAMAMIBBTNZINCINTPDEALPNLF

Saham top gainers LQ45: ANTMERAAEXCLINDFICBPBBTNINDY

Saham-saham top losers LQ45: PTPPBSDEMNCNJSMRLPPFWSKTITMG

Pelemahan indeks bursa regional tertahan setelah aksi jual masif jeda sejenak setelah sebelumnya dilanda ketakutan akan adanya perang mata uang selain perang dagang. Pemerintah AS menuding China memanipulasi pelemahan mata uangnya. Pasar saham Asia dan Pasifik sedikit stabil yang diikuti oleh pasar saham domestik. akhir sesi I, IHSG finis di zona hijau.

Nilai transaksi mencapai Rp4,39 triliun. Volume trading sebanyak 99,65 juta lot saham. Investor asing membukukan jual bersih -Rp22,65 miliar.
Nilai tukar rupiah melemah -0,11% di level Rp14.275 terhadap USD (12.00 pm).

Bursa Asia
Market saham Asia sedikit stabil di sesi pagi pada perdagangan hari Rabu (07/8). Pasar jeda sejenak dari aksi jual masif yang terjadi selama sepekan seiring langkah China menahan depresiasi yuan. Hal ini membantu kekhawatiran terhadap konflik dagang serta perang mata uang antara AS vs China.
Indeks MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk bursa Jepang) melemah 2,3 persen.
"Pasar finansial global terguncang oleh ketakutan naiknya tensi perang dagang AS dan China yang sekarang telah memicu perang mata uang yang mana akan membuat pertumbuhan ekonomi global tertahan," kata Masahiro Fukuda, Analis pada lembaga Fidelity.
Indeks bursa saham China bergerak melemah di akhir sesi pagi. Indeks Shenzhen Component turun tipis dan Indeks Shenzhen Composite naik 0,114 persen.
Di bursa saham Jepang, Indeks Nikkei 225 melemah pada sesi perdagangan siang yang masih berlangsung. Indeks Topix melemah tipis. Saham unggulan di bursa Jepang, Fanuc melemah 1,72 persen.
Sedangkan Indeks Hang Seng di bursa saham Hong Kong juga terdorong ke pelemahan. Saham unggulan di bursa Hong Kong BYD tumbang 4,88 persen setelah perseroan menyatakan volume penjualan di periode Juli turun 17 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sementara Indeks Kospi di bursa Korsel berkurang tipis. Saham unggulan, SK Hynix naik 2,64 persen. Indeks ASX200 di pasar saham Australia melaju 0,77 persen.
Di pasar finansial, Indeks dolar AS melemah ke level 97,52 dibandingkan sesi sebelumnya pada posisi 97,851. Nilai tukar yen menguat ke posisi 106,07 terhadap USD dibanding posisi sesi sebelumnya di level 106,47. Dolar Australia drop ke posisi $0,6698 dibanding sesi awal di level $0,6782.
Nilai tukar yuan onshore di level 7,0441 per USD. Mitranya yaitu yuan offshore diperdagangkan di level 7,0795 terhadap USD. YUan tembus level 7 terhadap USD pada hari Senin awal pekan ini, mengantarkan market valas global gaduh dan memicu Depkeu AS menjuluki China sebagai manipulator valas.
Indeks Nikkei 225 (Jepang) -0,37% ke level 20.509 (11.52 am).
Indeks Shanghai (China) -0,01% ke level 2.777 (break).
Indeks Hang Seng (Hong Kong) -0,37% pada level 25.879 (break).
Indeks Straits Times (Singapura) +0,14% ke level 3.174 (12.00 pm).

Minyak
Harga minyak stabil pada sesi pagi perdagangan hari Rabu (07/8) di bursa komoditas Asia. Posisi harga stabil setelah jatuh pada permulaan sesi seiring potensi kerusakan ekonomi global dan prospek demand BBM dibalik konflik dagang AS vs China yang terus membayangi pasar.
Minyak WTI drop 8 sen (-0,15%) ke harga USD 53,56 per barel. Minyak Brent menguat 3 sen (+0,05%) ke harga USD 58,97 per barel (pukul 02.21 GMT).

(cnbc/reuters/awj/idx)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author