Bursa Siang: IHSG Tumbang, Ketakutan Terhadap Dampak Perang Dagang Meluas

Bursa Siang: IHSG Tumbang, Ketakutan Terhadap Dampak Perang Dagang Meluas

Posted by Written on 05 August 2019


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) tumbang di akhir sesi pagi pada perdagangan hari Senin (05/8). Indeks melemah -111 poin (-1,75%) ke level 6.229.

Indeks LQ45 -2,23% ke 985. Indeks IDX30 -2,15% ke level 540. IDX80 -2,21% ke 139. Indeks JII -1,88% ke posisi 672. Indeks Kompas100 -2,18% ke 1.261. Indeks Sri Kehati -2,24 persen ke 393 dan Indeks SMInfra18 -1,95 persen ke level 336.

IHSG bergerak negatif sejalan dengan pelemahan yang terjadi di pasar saham regional seiring ketakutan para investor bahwa perang dagang AS dan China kian meluas. Tekanan terhadap IHSGmakin kencang seiring pemadaman listrik buruk di Pulai Jawa yang terjadi sejak hari Minggu kemarin.

Saham-saham teraktif: POSATLKMINKPBBNIADROICBPBRPT

Saham top gainers LQ45: ICBP

Saham-saham top losers LQ45: SRILITMGBRPTBTPSINTPINCOASII

Nilai transaksi mencapai Rp3,73 triliun. Volume trading sebanyak 101,53 juta lot saham. Investor asing membukukan jual bersih -Rp388,30 miliar.

Nilai tukar rupiah melemah -0,67% di level Rp14.270 terhadap USD (12.00 pm).


Bursa Asia

Market saham Asia lanjut melemah di sesi pagi pada perdagangan hari Senin (05/8). Pelemahan yang terjadi di bursa Asia seiring kekhawatiran yang makin meluas terhadap perang dagang antara AS vs China. Indeks MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk bursa Jepang) melemah 2,3 persen.

Analis National Australia Bank, Ray Attrill menilai, para pelaku pasar melancarkan aksi jual. Asumsi Kami tidak akan terjadi resolusi yang berarti atas perang dagang dalam waktu dekat," ujarnya seperti dikutip Reuters.

Di bursa saham Jepang, Indeks Nikkei 225 turun signifikan pada sesi perdagangan siang yang masih berlangsung. Indeks Topix melemah sebesar 2,4 persen. Saham unggulan di bursa Jepang, SoftBank Group melemah 4,31 persen.

Indeks bursa saham China bergerak melemah di akhir sesi pagi. Indeks Shenzhen Component turun 0,77 persen dan Indeks Shenzhen Composite drop 0,582 persen.
Tekanan terhadap bursa saham China ini seiring rilis data Indeks Manufaktur sektor jasa di China periode Juli ke level 51,6 yang merupakan level terburuk sejak 5 bulan terakhir. Periode Juli tersebut lebih rendah dibanding Juni di level 52,0.
Sedangkan Indeks Hang Seng di bursa saham Hong Kong juga terdorong ke pelemahan. Saham unggulan sektor penerbangan di bursa Hong Kong yakni Cathay Pacific turun 4,05 persen. Pemimpin Hong Kong, Carrie Lam mengatakan dia yakin Hong Kong hampir ada di posisi sangat berbahaya. Ketidakpastian di Hong Kong terjadi sejak awal Juni saat para demonstran menggelar aksi menolak UU Ekstradisi.
Sementara Indeks Kospi di bursa Korsel berkurang 2,44 persen. Saham-saham teknologi dan manufaktur di bursa Korsel dilanda aksi jual. Harga saham Samsung Electronics turun 2,22 persen. SK Hynix drop 1,31 persen. Saham Posco melemah 2,3 persen dan saham Hyundai Steel tumbang 3,18 persen.
Indeks ASX200 di pasar saham Australia melemah 1,85 persen seiring pelemahan seluruh sektor saham.
Di pasar finansial, Indeks dolar AS melemah ke level 97,950 dibandingkan sesi pekan kemarin pada posisi 98,7. Nilai tukar yen menguat ke posisi 105,95 terhadap USD dibanding posisi sesi sebelumnya di level 108,8. Dolar Australia drop ke posisi $0,6780 dibanding sesi pekan lalu di level $0,688.
Indeks Nikkei 225 (Jepang) -2,32% ke level 20.598 (11.56 am).
Indeks Shanghai (China) -0,81% ke level 2.844 (break).
Indeks Hang Seng (Hong Kong) -2,89% pada level 26.140 (break).
Indeks Straits Times (Singapura) -1,83% ke level 3.201 (12.00 pm).

Minyak
Harga minyak menguat pada sesi pagi perdagangan hari Senin (05/8) di bursa komoditas Asia. Minyak rebound dari koreksi turun terburuk dalam setahun terakhir setelah Presiden AS Donald Trump berniat memberlakukan tarif lebih besar terhadap barang impor asal China sehingga perang dagang kedua negara makin intensif.
Minyak WTI naik 2 persen ke harga USD 55,01 per barel. Minyak Brent menguat 2,5 persen ke harga USD 62,01 per barel (pukul 04.07 GMT).

(cnbc/reuters/awj/idx)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author