Bursa Sore: Depresiasi Rupiah Kian Dalam, IHSG Lanjut Melemah

Bursa Sore: Depresiasi Rupiah Kian Dalam, IHSG Lanjut Melemah

Posted by Written on 02 August 2019


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) tergelincir ke zona merah lagi pada akhir perdagangan hari Jumat (02/8). Indeks melemah -42 poin (-0,65%) ke level 6.340.

Indeks LQ45 -0,82% ke 1.008. Indeks IDX30 -0,77% ke level 552. IDX80 -0,92% ke 142. Indeks JII -0,73% ke posisi 685. Indeks Kompas100 -0,87% ke 1.289. Indeks Sri Kehati -0,64 persen ke 402 dan Indeks SMInfra18 -1,04 persen ke level 342.

Pasar saham domestik mengekor pelemahan yang terjadi di bursa saham regional Asia dan Pasifik. Hal ini terjadi setelah secara tak terduga AS mengumumkan tarif impor baru terhadap produk asal China. Tarif impor baru tersebut akan mulai berlaku pada 1 September mendatang.

Saham-saham teraktif: MNCNKPALPOSABBRIBBNIMAMIERAA

Saham-saham top gainers LQ45: CTRABTPSAKRAICBPTPIAERAAASII

Saham-saham top losers LQ45: SRILEXCLBBCASMGRJSMRPGASUNVR

Nilai transaksi mencapai Rp8,20 triliun. Volume trading sebanyak 134,82 juta lot saham. Investor asing membukukan jual bersih -Rp579,39 miliar.

Nilai tukar rupiah melemah -0,46% di level Rp14.175 terhadap USD (04.00 pm).


Bursa Asia

Market saham Asia lanjut melemah di sesi pagi pada perdagangan hari Jumat (02/8). Secara mengejutkan AS mengumumkan tarif impor terhadap barang-barang China sehingga meningkatkan tensi perang dagang AS vs China. Presiden AS Donald Trump mengatakan AS memberlakukan tarif impor lainnya sebesar 10 persen terhadap produk China senilai USD300 miliar mulai 1 September mendatang.

Indeks MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk bursa Jepang) melemah 1,71 persen.

"Tidak jelas apa yang menyebabkan serangan perang dagang Trump. Meskipun mengkhawatirkan bagi ekonomi global. tampaknya Trump telah melakukan segalanya dan berharap China menyerah pada tuntutan AS," kata Tapas Strickland, Analis National Australia Bank seperti dikutip CNBC.

Kata Tapas, ini sangat mungkin China akan membalas dengan cara mengintensifkan hambatan non tarif serta meneruskan stimulus dalam negeri untuk menghadapi ketidakpastian tersebut.

Di bursa saham Jepang, Indeks Nikkei 225 turun signifikan pada finis perdagangan. Indeks Topix melemah sebesar 2,16 persen ke 1.533.

Indeks bursa saham China bergerak melemah di akhir sesi. Indeks Shenzhen Component drop 1,42 persen di posisi 9.136 dan Indeks Shenzhen Composite ke zona merah, turun, 1,484 persen ke 1.539.
Sedangkan Indeks Hang Seng di bursa saham Hong Kong juga terdorong ke pelemahan. Indeks Hang Seng turun seiring pelemahan saham unggulan Tencent yang melorot 2,92 persen.
Sementara Indeks Kospi di bursa Korsel berkurang 0,95 persen ke 1.998. Indeks ASX200 di pasar saham Australia melemah 0,3 persen di posisi 6.768 walaupun data terdapat sentimen positif penjualan ritel naik tertinggi dalam 4 bulan terakhir.
Di pasar finansial, Indeks dolar AS melemah ke level 98,177 dibandingkan sesi kemarin pada posisi 98,5. Nilai tukar yen melorot ke posisi 109,2 terhadap USD dibanding posisi sesi kemarin di level 106,87. Dolar Australia drop ke posisi $0,6798 dibanding sesi sebelumnya di level $0,684.
Indeks Nikkei 225 (Jepang) -2,60% ke level 20.981.
Indeks Shanghai (China) -1,68% ke level 2.859.
Indeks Hang Seng (Hong Kong) -2,37% pada level 26.913.
Indeks Straits Times (Singapura) -0,94% ke level 3.260.

Bursa Eropa
Market saham Eropa terjun bebas ke zona merah di menit-menit awal pada perdagangan hari Jumat (02/8) pagi waktu setempat. Presiden AS Donald Trump mengatakan dia siap menerapkan tarif impor 10 persen terhadap produk China senilai USD 300 miliar pada bulan depan.
Indeks DAX (Jerman) -2,24% di level 11.979.
Indeks FTSE (Inggris) -1,72% ke posisi 7.454.
Indeks CAC (Perancis) -2,45% pada level 5.421.

Minyak
Harga minyak menguat pada sesi sore perdagangan hari Jumat (02/8) di bursa komoditas Asia. Minyak rebound dari koreksi turun terburuk dalam setahun terakhir setelah Presiden AS Donald Trump berniat memberlakukan tarif lebih besar terhadap barang impor asal China sehingga perang dagang kedua negara makin intensif.
Minyak WTI naik 1,6 persen ke harga USD 54,82 per barel. Minyak Brent menguat 2 persen ke harga USD 61,71 per barel (pukul 06.57 GMT).

(cnbc/reuters/awj/idx)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author