Bursa Pagi: Celoteh Trump Rontokkan Wall Street dan Asia, Jegal Laju IHSG

Bursa Pagi: Celoteh Trump Rontokkan Wall Street dan Asia, Jegal Laju IHSG

Posted by Written on 02 August 2019


Ipotnews - Jelang akhir pekan, Jumat (2/8), bursa saham Asia dibuka berguguran, melanjutkan tekanan penurunan indeks acuan di bursa saham Wall Street, setelah rentetan celotehan Presiden AS Donald Trump yang mengancam akan mengenakan tarif tambahan 10% pada impor produk China senilai USD300 miliar, mulai 1 September nanti.

Mengawali perdagangan saham hari ini indeks ASX 200, Australia dibuka turun 0,46%, diwarnai penurunan tajam harga saham sektor energi sebesar 2%. Harga minyak terjungkal lebih 6% pada penutupan bursa komoditas AS, namun kembali menguat mendekati 1% pada pembukaan pasar Asia. Indeks berlanjut turun 0,52% (-35,00 poin) menjadi 6.753,90 pada pukul 8:20 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang rontok 2,03% (-437,09 poin) ke level 21.103,90, setelah dibuka terperosok 1,86% di tengah kejatuhan harga saham Fanuc lebih dari 3%, Topix anjlok 1,62%. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka terpangkas 1,23%, saham Samsung Electronics dan SK Hynix merosot 1,22% dan 2,32%, dan berlanjut merosot 1,09% ke posisi 1.995,32.

Melanjutkan tekanan kejatuhan Asia, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka longsor 2,23% (-615,17 poin) ke level 26.950,53 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China dibuka terperosok 1,63% ke posisi 2.861,33.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren penurunan tajam di bursa saham Wall Street dan Asia, setelah gagal mempertahankan posisinya di teritori positif pada sesi perdagangan kemarin, ditutup melemah 0,14% menjadi 6.381. Investor asing membukukan pembelian bersih Rp43,47 miliar.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini berpeluang untuk berbalik menguat, didukung oleh kembalinya  capital inflow.  Secara teknikal beberapa indikator pergerakan indeks mengindikasikan adanya potensi pelemahan, dengan momentum yang menjenuh sehingga berpeluang bergerak terkonsolidasi menguat.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, kekhawatiran investor akan kembali memanasnya perang dagang antara ASdan China, diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. Sementara itu tertekannya nilai tukar rupiah serta sejumlah harga komoditas, seperti minyak mentah dan CPO, juga diprediksi akan menambah katalis negatif bagi indeks. IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan  support  di level 6.350 dan  resistance  di level 6.415.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan antara lain;

  • Saham: BBCA (Buy, Support: Rp30.725, Resist: Rp31.325), MNCN (Buy, Support: Rp1.355, Resist: Rp1.420), CTRA (Buy, Support: Rp1.235, Resist: Rp1.265), BTPS (Buy, Support: Rp3.230, Resist : Rp3.690).

  • ETF: XPLQ ( SELL , Support: Rp527, Resist: Rp535), XIIT ( SELL , Support: Rp573, Resist: Rp579), 

    XIIC ( SELL , Support: Rp1.173, Resist: Rp1.183).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir turun tajam, setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan akan mengenakan tarif tambahan 10% dan bisa naik hingga 25% terhadap barang impor China. 

Indeks acuan sempat melonjak lebih dari 1%, namun anjloksetelah Trump meracau dalam serangkaian  tweet , akan mengenakan tarif pada barang-barang China senilai USD300 miliar mulai 1 September nanti.

Berita itu mendorong aksi jual besar-besaran, dengan kejatuhan terbesar pada emiten ritel. Saham Best Buy rontok 10,8%, Target anjlok 4,4%, Nike terpangkas 3,4%dan Macy's terjungkal 6,8%. Amazon dan Walmart turun kurang dari 1%.Saham Caterpillar dan Deere merosot lebih dari 2,6%, Boeing tergelincir 2%, FedEx terperosok 4,2%, dan Apple tergerus 2,2%.

  • Dow Jones Industrial Average anjlok 1,05% (-280,85 poin) ke level 26.583,42.

  • S&P 500 melorot 0,9% (-26,82 poin) ker posisi 2.953,56.

  • Nasdaq Composite merosot 0,79% (-64,30 poin) menjadi 8.111,12.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 1,48% menjadi USD25,34.

Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup cenderung menguat didukung laporan kinerja keuangan sejumlah emiten yang membalikkan tekanan penurunan akibat pernyataan The Fed yang dinilai hawkish. Indeks STOXX 600 naik 0,50% menjadi 387,68, dipimpin kenaikan 2,2% saham-saham jasa keuangan. Saham Societe Generale melambung 5,7% dan Barclay naik 1,3% karena melaporkan laba bersih mengalahkan ekspektasi analis. Saham sektor pertambangan dasar anjlok 3,2%. Saham Royal Dutch Shell terpenggal 4,9% karena melaporkan penurunan laba ke level terendah 30 bulan.

Rapat Komite Kebijakan Moneter Bank of England mempertahankan suku bunga stabil di posisi 0,75% dan memangkas perkiraan pertumbuhan menjadi 1,3% untuk 2019 dan 2020, turun dari masing-masing 1,5% dan 1,6%, merespon meningkatnya kekhawatiran Brexit dan perekonomian global yang melambat.Indeks Pembelian Manajer (PMI) Inggris menunjukkan  output  produsen pada Juli turun paling tajam dalam tujuh tahun karena kekhawatiran Brexit dan melemahnya permintaan global sehingga membebani sektor manufaktur.

  • DAX 30 Frankfurt naik 0,53% (64,11 poin) menjadi 12.253,15.

  • CAC 40 Paris melaju 0,70% (38,51 poin) ke level 5.557,41.

  • FTSE 100 London turun tipis 0,03% (-1,91 poin) di posisi 7.584,87.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi melemah, setelah Trump mengancam akan mengenakan tarif tambahan 10% terhadap impor China senilai USD300 miliar pada 1 September. Imbal hasil US Treasury 10-tahun turun di bawah 2% untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua tahun, menjadi 1,878%, terendah sejak November 2016.

Pada sesi sebelumnya, dolar melesat ke level tertinggi dua tahun setelah The Fed memotong suku bunga 25 basis poin namun mengabaikan seruan trump untuk merapkan kebijakan moneter yang lebih longgar. Mata uang safe-haven  yen melejit karena pedagang meninggalkan aset berisiko. Indeks dolar, yang mengurkur kurs  greenback  terhadap enam mata uang negara maju turun 0,15% menjadi 98,369.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.1083-0.0002-0.02%7:31 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.21300.0002+0.02%7:31 PM
Yen (USD-JPY)107.360.02+0.02%7:31 PM
Yuan (USD-CNY)6.89860.0175+0.25%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)1411694.5+0.67%4:59 AM
Sumber : Bloomberg.com, 1/8/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges pagi tadi berakhir rontok lebih 7%. WTI membukukan hari terburuk dalam lebih dari empat tahun, setelah Trump mengatakan akan mengenakan tarif tambahan terhadap impor China mulai 1 September. Penurunan harga Brent tercatat paling curam dalam lebih dari tiga tahun, membalikkan reli minyak yang didukung penarikan yang relatif stabil stok minyak AS. Lebih dari 836.000 kontrak berpindah tangan, melampaui rata-rata harian sekitar 623.000 kontrak, menurut data Refinitiv Eikon.

Rilis data pemerintah AS menyebutkan, produksi di Texas, penghasil minyak AS terbesar, naik 16.000 bph menjadi 4,97 juta bph pada Mei lalu. Aktivitas manufaktur AS pada Juli melambat ke level terendah hampir tiga tahun , dan belanja konstruksi turun pada Juni karena investasi dalam proyek-proyek konstruksi swasta jatuh ke level terendah dalam 2 tahun. Total permintaan minyak AS pada Mei turun 98.000 bph menjadi 20,26 juta bph. Psurevi Reuters mengindikasikan, produksi OPEC Juli lalu, kembali berada di level terendah 2011, dibantu pemotongan lebih lanjut oleh Arab Saudi.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent rontok USD4,55 (-6,99%) menjadi USD60,50 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI longsor USD4,63 (-7,9%) menjadi 53,95 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi melonjak hampir 2%, merespon ancaman Trump untuk mengenakan tarif tambahan pada impor China, yang menyeret kejatuhan dolar dari level tertinggi dua tahun dan mendorong pelemahan imbal hasil obligasi. Harga emas sempat jatuh ke level terendah sejak 17 Juli di posisi USD1.400,31 per ounce karena dolar melonjak setelah Federal Reserve memudarkan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter lebih lanjut.

Meskipun The Fed memangkas suku bunga acuan, namun untuk pertama kalinya dalam satu dekade, harga emas anjlok 1,2% karena Chairman The Fed Jerome Powell mengisyaratkan tidak akan melakukan pemotongan tajam. Pelaku pasar akan menunggu data penggajian non-pertanian Amerika yang akan diumumkan Jumat. Harga palladium spot rontok 6,3% menjadi USD1.420,53, platinum merosot 1% menjadi USD851,09, perak melemah 0,1% menjadi USD16,24.

  • Harga emas di pasar spot melonjak 1,9% menjadi USD1.440,02 per ounce.

  • Harga emas berjangka naik hampir 1% menjadi USD1.450,90 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

  • Edwin23 Avatar

    I really like your personal submit. It is excellent to find out an individual clarify within phrases within the middle in addition to lucidity relating to this important subject might be effortlessly observed. free tour stockholm

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author