Bursa Pagi: Global Melemah, Asia Menguat, IHSG Masuk Jenuh Jual

Bursa Pagi: Global Melemah, Asia Menguat, IHSG Masuk Jenuh Jual

Posted by Written on 30 July 2019


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (30/7), dibuka naik, mengabaikan pergerakan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street yang cenderung melemah, di tengha penantian perundingan dagang China-ASdan keputusan suku bunga Federal Reserve AS. Investor juga menunggu keputusan suku bungabank sentral Jepang siang ini. Indeks MSCI Asia ex-Jepang naik 0,22%.

Mengawali perdagangan saham hari ini, bursa saham Australia dibuka dengan mencatatkan laju kenaikan indeks ASX 200, sebesar 0,65%. Indeks berlanjut naik 0,48% (32,50 poin) menjadi 6.858,30 pada pukul 8:10 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang melaju 0,65% (141,29 poin) ke level 21.758,09, setelah dibuka meningkat 0,55% ditopang lonjakan harga saham Fanuc sebesar 3,4%. Indeks Topix juga naik 0,46%, Indeks Kospi, Korea Selatan, dibuka naik 0,45% diwarnai lompatan harga saham Samsung Electronics lebih dari 1%, dan berlanjut menguat 0,22% menjadi 2.034,01.

Gagal melanjutkan tren kenaikan Asia, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melemah 0,17% (-46.59 poin) ke posisi 28.059,82 pada pukul 8:40 WIB. Indeks Shanghai Composite, China menguat 0,18% menjadi 2.946,26.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren pergerakan indeks acuan di bursa saham global dan regional yang bervariasi, setelah gagal masuk ke zona hijau pada sesi perdagangan kemarin dan kembali ditutup turun 0,41% ke level 6.299. Investor asing membukukan penjualan bersih Rp280,41 miliar.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih cenderung terkonsolidasi, berupaya melanjutkan tren kenaikan jangka menengah-panjang ditopang kinerja positif emiten, di tengah fluktuasi harga komoditas global. Secara teknikal, beberapa indikatoor pergerakan indeks memperlihatkan adanya peluang  technical rebound , mulai menyentuh area jenuh jual.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, pesimisme investor akan terjadinya kesepakatan dagang AS-China serta sikap hati-hati investor menjelang keputusan The Fed diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. 

Sementara itu efek rebalancing  indeks LQ45 dan IDX30 dan tertekannya nilai tukar rupiah serta turunnya beberapa harga komoditas yaitu CPO, timah dan batu bara juga diprediksi akan menjadi tambahan katalis negatif bagi indeks. IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan  support  di level 6.255 dan  resistance di level 6.340.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: TLKM (Buy, Support: Rp4.150, Resist: Rp4.260), PWON (Buy, Support: Rp690, Resist: Rp720), 

    BSDE (Buy, Support: Rp1.350, Resist: Rp1.400), INDF (Buy, Support: Rp6.725, Resist : Rp7.075).

  • ETF: XISI (Buy, Support: Rp368, Resist: Rp372), XPFT (Buy, Support: Rp550, Resist: Rp556), 

    XIHD (Buy, Support: Rp524, Resist: Rp529).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup mixed cenderung melemah, di tengah penantian hasil negosiasi perdagangan AS- China dan keputusan kebijakan moneter terbaru dari Federal Reserve pekan ini. 

Meski ekonomi cukup sehat dan tingkat pengangguran di bawah 4%, investor secara luas memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga acuan untuk pertama kalinya sejak 2008 sebesar 25 basis poin. The Fed dinilai mengalami kesulitan mempertahankan menjaga inflasi sekitar 2% dalam beberapa bulan terakhir meski ekonomi relatif sehat dan pengangguran cukup rendah.

Saham sektor finansial, konsumen, dan jasa komunikasi tertekan, saham Amazon merosot 1,5%, Microsoft kehilangan 0,2% dan Facebook anjlok 1,9%. Sementara itu saham Home Depot, Merck dan Intel mendorong kenaikan tipis indeks Dow Jones. Perusahaan obat generik Mylan melambung 12,6% setelah mengumumkan rencana untuk bergabung dengan Pfizer. Pfizer yang menurunkan beberapa target keuangan setahun penuh, sahamnya anjlok 3,8%. Investor menunggu laporan keuangan Apple, Exxon Mobil dan lainnya, dan laporan ketenagakerjaan Amerika untuk periode Juli.

  • Dow Jones Industrial Average menguat 0,1% (28,90 poin) menjadi 27.221,35.

  • S&P 500 melemah 0,16% (-4,89 poin) ke posisi 3.020,97.

  • Nasdaq Composite turun 0,44% (-36,88 poin) ke level 8.293,33.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,15% menjadi USD25,93.

Bursa saham utamaEropa tadi malam juga ditutup variatif, dengan respon yang rendah terhadap kelanjutan negosiasi dagang AS-China sejak "gencatan senjata" yang disepakati Juni lalu. IndeksSTOXX 600 naik tipis 0,03% menjadi 390,85, di tengah serangkaian potensi merger dan laporan keuangan emiten. Saham telekomunikasi dan jasa keuangan melaju 1,5% dan 1,7%, sementara otomotif merosot sekitar 0,9%. 

Perusahaan pendanaan AS, Blackstone Group, akan mengumumkan penggabungan Refinitiv, dengan London Stock Exchange Group, pekan ini. Saham LSE Group melambung 15%.

Perusahaan pengiriman makanan Just Eat dan Takeaway.com akan membentuk aliansi senilai USD10 miliar yang akan mengalahkan Uber Eats dan Deliveroo. Saham Just Eat membubung 27%, dan Delivery Hero naik 5,3%. Saham Ryanair turun 0,3% setelah merilis penurunan 21% laba bersih kuartal I. Saham Heineken rontok 6,2% karena melaporkan laba yang lebih rendah dari ekspektasi. Bankia Spanyol anjlok 2% karena laba bersih kuartal kedua longsor 32%.

  • FTSE 100 melonjak 1,82% (137,55 poin) ke level 7.686,61.

  • DAX 30 Jerman turun tipis 0,02% (-2,43 poin) di posisi 12.417,47.

  • CAC 40 Prancis berkurang 0,16% (-8,95 poin) menjadi 5.601,10.


Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup di dekat level tertinggi dua bulan, menjelang rapat The Fed yang diprediksi menjadi penurunan suku bunga AS yang pertama sejak krisis keuangan. Pemangkasan ini disebut sebagai jaminan untuk melindungi ekonomi AS dari ketidakpastian global dan tekanan perdagangan. Pedagang menahan diri menunggu keputusan The Fed.

Di sisi lain, meningkatnya risiko Brexit tanpa kesepakatan membuat pound jatuh ke level terendah 28 bulan. Euro sedikit lebih tinggi setelah mencapai level terendah sejak Mei 2017. Indeks dolar, ukuran kurs  greenback  terhadap enam mata uang negara maju menguat 0,03% menjadi 98,044.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.1144-0.0001-0.01%7:29 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.22230.0004+0.03%7:29 PM
Yen (USD-JPY)108.840.06+0.06%7:29 PM
Yuan (USD-CNY)6.89340.0129+0.19%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,020.0011.50+0.08%4:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 29/7/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak menguat. Prospek penurunan suku bunga The Fed membayangi pesimisme seputar perundingan perdagangan AS-China, dan kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi global yang lebih lambat. Pedagang dan investor mencermati rapat The Fed, setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan penurunan suku bunga The Fed yang kecil "tidak cukup". Pertumbuhan ekonomi kuartal kedua AS melambat namun masih lebih baik dari perkiraan sehingga memperkuat prospek konsumsi minyak.

Negosiator AS dan China bertemu pekan ini, namun pasar mempunyai ekspektasi yang rendah setelah Trump mengatakan Beijing mungkin tidak ingin menandatangani kesepakatan perdagangan sampai setelah pemilu AS tahun depan. Harga minyak mentah juga didukung oleh risiko pasokan karena ketegangan tetap tinggi di sekitar Selat Hormuz. Data bea cukai China menyebutkan, impor minyak mentah China dari Iran periode merosot hampir 60% dibanding tahun lalu.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent naik 15 sen (0,2%) menjadi USD63,60 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik 67 sen (1,2%) menjadi USD56,87 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir menguat di tengah ekspektasi penurunan suku bunga The Fed. Investor menunggu isyarat tentang rencana pelonggaran moneter AS di masa mendatang. Pedagang mengekspektasikan peluang 77% untuk penurunan suku bunga 25 bps pada pertemuan kebijakan The Fed, 30-31 Juli. Komisi Perdagangan Komoditas Berjangka ( CFTC ) AS mengatakan, hingga 23 Juli lalu  hedge fund  dan  money manager  mengurangi sikap  bullish  mereka terhadap emas COMEX. Di antara logam mulia lainnya, harga perak turun 0,2% menjadi USD16,36 per ounce, palladium turun 0,7% menjadi USD1.524,59, dan platinum naik 1,5% menjadi USD872,84.

  • Harga emas di pasar spot naik tipis 0,31% menjadi USD1.422,65 per ounce.

  • Harga emas berjangka naik 0,25% menjadi USD1.422,70 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author