Bursa Sore: Minim Dukungan Aksi Beli, IHSG Tergerus Lagi

Bursa Sore: Minim Dukungan Aksi Beli, IHSG Tergerus Lagi

Posted by Written on 29 July 2019


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) finis melemah ke zona merah pada akhir perdagangan hari Senin (29/7). Indeks tumbang -0,41 persen (-27 poin) ke level 6.299.

Indeks LQ45 -0,19% ke 1.007. Indeks IDX30 -0,23% ke level 551. IDX80 +0,05% ke 143. Indeks JII -0,31% ke posisi 679. Indeks Kompas100 -0,28% ke 1.284. Indeks Sri Kehati -0,03 persen ke 402 dan Indeks SMInfra18 +0,36 persen ke level 346.

IHSG melemah lagi hingga meninggalkan level psikologis 6.300 mengikuti pelemahan yang terjadi di bursa regional. Koreksi yang terjadi di bursa regional seiring pesimis pelaku pasar bahwa perundingan konflik dagang AS vs China yang dimulai lagi pekan ini dapat menghasilkan terobosan.

Saham-saham teraktif: POSAFRENHMSPUNVRBBRIISATKPAL

Saham-saham top gainers LQ45: PWONINDFEXCLBSDEADROLPPFWIKA

Saham-saham top losers LQ45: BBCAICBPGGRMINCOTPIABBTNWSKT

Nilai transaksi mencapai Rp7,49 triliun. Volume trading sebanyak 161,69 juta lot saham. Investor asing membukukan jual bersih -Rp280,41 miliar.

Nilai tukar rupiah drop -0,11% di level Rp14.015 terhadap USD (04.00 pm).


Bursa Asia

Market saham Asia tumbang pada perdagangan hari Senin (29/7). Perundingan damai konflik dagang AS vs China dimulai kembali pada pekan ini di tengah pesimisme bahwa akan terdapat terobosan penting.

"Kami teta optimis secara hati-hati bahwa kedua belah pihak dapat mencapai kesepakatan membahas topik penting perdagangan di antaranya permintaan AS untuk meningkatkan ekspor," kata Tim Riset Barclays dalam riset kepada para nasabahnya. Namun secara luas tetap skeptis tentang prospek kesepakatan perdagangan lebih luas di antaranya terkait keamanan yang lebih menantang.

Indeks MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk bursa Jepang) melemah 0,54 persen.

Di akhir perdagangan, indeks bursa saham China bergerak mixed. Indeks Shenzhen Component dan Indeks Shenzhen Composite menguat tipis. Sedangkan indeks shanghai ke zona merah. Data output industri China periode Juni turun 3,1 persen secara year to year. Angka ini melemah dibanding periode Mei yang menguat 1,1 persen.

Sedangkan Indeks Hang Seng di bursa saham Hong Kong juga bergerak ke zona merah. Tensi politik semakin meningkat di negara tersebut menyusul bentrokan antara demonstran dan polisi pada akhir pekan lalu. Saham unggulan di bursa Hong Kong, AIA turun 2,02 persen.

Sementara Indeks Kospi di bursa Korsel terdepak ke zona negatif, melemah 1,78 persen ke level 2.029. Saham SK Hynix yang merupakan emiten blue chips di bursa Korsel, turun 3,51 persen.

Di bursa saham Jepang, Indeks Nikkei 225 terkoreksi ke zona negatif pada finis perdagangan. Indeks Topix melorot sebesar 0,19 persen di posisi 1.568. Emiten unggulan bursa saham Jepang, Fanuc tumbang 1,63 persen.

Indeks ASX200 di pasar saham Australia menguat 0,48 persen di posisi 6.825.

Di pasar finansial, Indeks dolar AS melaju ke level 98,053 dibandingkan sesi akhir pekan lalu pada posisi 97,2. Nilai tukar yen melemah ke posisi 108,62 terhadap USD dibanding posisi sesi pekan sebelumnya di level 108, Dolar Australia drop ke posisi $0,6908 dibanding sesi akhir pekan kemarin di level $0,702.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) -0,19% ke level 21.616.

Indeks Shanghai (China) -0,12% ke level 2.941.

Indeks Hang Seng (Hong Kong) -1,03% pada level 28.106.

Indeks Straits Times (Singapura) -0,65% ke level 3.341.


Bursa Eropa

Market saham Eropa ke zona hijau di menit-menit awal pada perdagangan hari Senin (29/7) pagi waktu setempat. Hal ini terjadi jelang perundingan konflik dagang AS vs China yang dimulai pada pekan ini di Shanghai setelah buntu sejak Juni tahun ini.

Indeks DAX (Jerman) +0,05% di level 12.426.

Indeks FTSE (Inggris) +0,08% pada posisi 7.612.

Indeks CAC (Inggris) -0,05% ke posisi 5.607.


Minyak

Kegelisahan para investor terhadap prospek pertumbuhan ekonomi global mengantarkan harga minyak tertekan. Pada perdagangan sesi sore hari Senin (29/7), harga minyak turun. Sementara perundingan antara Iran dan sejumlah negara super power menghasilkan catatan positif, memberikan pelonggaran tensi di Timur Tengah.

Minyak WTI drop 20 sen ke harga USD 56,00 per barel. Minyak Brent drop 37 sen ke harga USD 63,09 per barel (pukul 07.17 GMT).


(cnbc/reuters/awj/idx)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author