Bursa Pagi: Global-Regional Variatif, IHSG Berpeluang Redam Tekanan Jual

Bursa Pagi: Global-Regional Variatif, IHSG Berpeluang Redam Tekanan Jual

Posted by Written on 25 July 2019


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Kamis (25/7) dibuka mixed cenderung menguat, melanjutkan pergerakan indeks di bursa saham utama Eropa dan Wall Street yang bervariasi kendati diwarnai pencatatan rekor tertinggi baru indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite. Pasar menunggu rapat kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB) mulai Kamis ini, dan Federal Reserve pekan depan. Harga saham produsen semi konduktor melonjak dipicu ketegangan Jepang-Korea Selatan.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penguatan tipis indeks ASX 200, di kisaran level 6.785. Harga saham di sebagian besar sektor meningkat jelang pidato gubernur Reserve Bank of Australia siang nanti. Indeks bergerak menguat 0,27% (18,00 poin) menjadi 6.794,70 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak naik 0,40% (87,54 poin) ke posisi 21.797,11 setelah dibuka naik 0,32% didukung lonjakan harga saham Softbank Group sebesar 3,16%. Indeks Kospi, Korea Selatan turun lebih dari 0,20% terseret kejatuhan harga saham LG Chem hingga 4,53%, meskipun SK Hynix dan Samsung Electronix melonjak 2,71% dan 1,51%, dan berlanjut turun 0,32% menjadi 2.075,70.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka sedikit menguat 0,18%(51,45 poin) menjadi 28.575,49 pada pukul 8:40 WIB. Indeks Shanghai Composite, China sedikit melemah 0,09% di posisi 2.920,56.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren pergerakan indeks di bursa saham global dan regional yang bervariasi, setelah gagal bermanuver di zona hijau pada sesi perdagangan kemarin. IHSG ditutup turun 0,29% menjadi 6.384, investor asing membukukan penjualan bersih Rp111,11 miliar.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini berpeluang menguat setelah mengalami tekanan jualsejak akhir pekan lalu. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi  rebound di area netral.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, bervariasinya indeks bursa global dan regional serta kondusifnya situasi politik dalam negeri setelah adanya pertemuan antara Prabowo dan Megawati diprediksi akan memberikan sentimen positif. Investor juga akan mencermati laporan keuangan yang mulai di rilis oleh emiten. IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan  support  di level 6.350 dan  resistance  di level 6.420.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan antara lain;

  • Saham: JSMR (Buy, Support: Rp5.975, Resist: Rp6.150), SSIA (Buy, Support: Rp790, Resist: Rp830), 

    LPKR (Buy, Support: Rp278, Resist: Rp282), ASRI (Buy, Support: Rp342, Resist : Rp352).

  • ETF: XISC ( SELL , Support: Rp782, Resist: Rp792), XPLC ( SELL , Support: Rp520, Resist: Rp526), 

    XPID ( SELL , Support: Rp556, Resist: Rp562).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir dengan mencatatkan rekor tertinggi indeks S&P 500 dan Nasdaq Compositte, namun Dow Jones melorot terseret kejatuhan saham Boeing dan Caterpillar karena laporan laba yang mengecewakan. ETF VanEck Vectors Semiconductor melesat 2,7%, terangkat oleh lonjakan saham Texas Instruments sebesar 7,4%. Saham UPS dan AT&T juga melejit 8% dan 3,6% didorong oleh laporan keuangan yang kuat.

Saham Boeing merosot 3,1% karena membukukan kerugian besar pada kuartal sebelumnya akibat peningkatan biaya  grounded  jet 737 Max. Caterpillar anjlok 4,5% dengan laporan laba dan pendapatan yang lebih lemah dari perkiraan. Saham Facebook, Amazon and Alphabet berfluktuasi setelah Departemen Kehakiman AS mengumumkan penyelidikan antirust. Menurut data FactSet, sekitar seperempat perusahaan S&P 500 telah melaporkan laba kuartal kedua, 78% diantaranya membukukan laba lebih baik dari perkiraan.

  • Dow Jones Industrial Average turun 0,29% (-79,22 poin) menjadi 27.269,97.

  • S&P 500 naik 0,47% (14,09 poin) menjadi 3.019,56.

  • Nasdaq Composite melonjak 0,85% (70,10 poin) ke level 8.321,50.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 0,08% menjadi USD26.27.

Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup sedikit menguat, pelaku pasar mencerna laporan keuangan perusahaan dan data ekonomi yang mengecewakan dari Prancis dan Jerman. Indeks Pembelian Manajer (PMI) Juli menunjukkan adanya resesi di sektor manufaktur Jerman, dengan kinerja produsen barang jatuh ke level terendah dalam tujuh tahun. Pertumbuhan bisnis Prancis juga melambat. Indeks STOXX 600 menguat 0,05% menjadi 391,73, dipimpin kenaikan harga saham otomotif yang melonjak hampir 1,5%. Laju indeks tertahan oleh kejatuhan harga saham sektor sumber daya dasar lebih dari 1,2%.

Saham ITV melonjak hampir 7% setelah perusahaan penyiaran terbesar di Inggris itu mengatakan adanya kontribusi yang kuat dari pendapatan  online. Saham pabrikan otomotif Prancis, Peugeot, naik hampir 2% dan Daimler melonjak hampir 3% setelah menyatakan akan mengintensifkan pemotongan biaya. Deutsche Bank melorot hampir 2%, karena kerugian yang lebih lemah dari perkiraan. Investor menunggu rapat kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB) Kamis ini. IMF memperkirakan ekonomi global tumbuh 3,2% pada 2019, turun 0,1% dari perkiraan sebelumnya.

  • FTSE 100 London merosot 0,73% (-55,40 poin) ke level 7.501,46.

  • CAC 40 Paris turun 0,22% (12,29 poin) menjadi 5.605,87.

  • DAX 30 Frankfurt naik 0,26% (32,15 poin) ke posisi 12.522,89.



Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir sedikit menguat, di tengah kejatuhan euro ke level terendah dua bulan yang tertekan oleh ekspektasi bahwa ECB akan melakukan pelonggaran kebijakan moneter agresif pekan ini. Indeks Pembelian Manajer (PMI) zona euro periode Juli di luar dugaan turun ke level terendah tiga bulan, 51,5, dari 52,2 di bulan sebelumnya. Pasar uang memperhitungkan peluang 54% untuk pemotongan suku bunga 10 basis poin dalam rapat ECB, Kamis ini.

Rilis data makro AS secara keseluruhan lebih lemah dari ekspektasi, dengan aktivitas manufaktur melambat ke level terendah 10 tahun pada awal Juli. Penjualan rumah baru AS periode Juni  rebound , tetapi penjualan tiga bulan sebelumnya direvisi turun, mendukung ekpektasi penurunan suku bunga The Fed. Dolar sedikit berreaksi terhadap kesaksian mantan Special Counse Robert Mueller kepada Kongres AS, yang mengatakan belum membebaskan Presiden AS Donald Trump dari dugaan menghalangi keadilan. Indeks dolar naik tipis 0,02% menjadi 97,729.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.11410.0001+0.01%7:26 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.2481-0.0003-0.02%7:26 PM
Yen (USD-JPY)108.17-0.02-0.02%7:26 PM
Yuan (USD-CNY)6.8719-0.0073-0.11%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)13,997.0012.00+0.09%4:56 AM

Sumber : Bloomberg.com, 24/7/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak turun, ditutup anjlok lebih dari 1%. Harga minyak gagal menarik dukungan dari penurunan stok minyak mentah AS karena investor mengkhawatirkan perlambatan pertumbuhan ekonomi global bakal melemahkan permintaan minyak. Badan Informasi Energi (EIA) AS menyebutkan stok minyak mentah AS hingga akhir pekan lalu, turun 10,8 juta barel, jauh melebihi ekspektasi penurunan 4 juta barel.

Kantor berita Kuwait melaporkan Arab Saudi dan Kuwait membahas untuk melanjutkan produksi minyak sekitar 500.000 barel per hari di ladang yang dioperasikan bersama di Zona Netral Saudi-Kuwait, yang dihentikan lebih dari empat tahun lalu. Inggris mendapat dukungan dari Prancis, Italia dan Denmark untuk rencana misi memastikan keamanan pelayaran melalui Selat Hormuz setelah penangkapan kapal tanker berbendera Inggris oleh Iran. Teheran menyatakan setiap perubahan status Selat Hormuz, akan membuka pintu untuk konfrontasi.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent turun 50 sen menjadi USD63,33 per barel.

  • Harga minyak mentah brjangka WTI turun 89 sen (-1,6%) menjadi USD55,88 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup naik, menghentikan penurunan tiga sesi beruntun karena ekspektasi The Fed dan ECB akan bersikap  dovish dalam  kebijakan moneternya. Harga emas meningkat setelah rilis indeks PMI Eropa periode Juli yang lebih rendah dari bulan sebelumnya. Harga emas dalam euro naik mendekati level tertinggi enam setengah tahun, pekan lalu, setelah data ekonomi zona euro melemah sehingga memicu ekspektasi untuk pelonggaran kebijakan moneter secara agresif oleh ECB.

Meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, perang dagang AS-China yang tak kunjung mereda, dan ketidakjelasan Brexit ikut mendukung harga emas. Pasar berjangka tetap memperhitungkan 100% untuk penurunan suku bunga 25 basis poin dari The Fed dan menyiratkan peluang 18% untuk pemangkasan 50 basis poin. Harga logam mulai lainnya juga meningkat; perak melonjak 1,2% menjadi USD16,60 per ounce, platinum melesat 2,6% menjadi USD876,39, dan palladium naik 0,5% menjadi USD1.535,13.

  • Harga emas di pasar spot naik 0,5% menjadi USD1.423,30 per ounce.

  • Harga emas berjangka naik 0,1% menjadi USD1.423,60 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author