Bursa Pagi: Global-Regional Menguat, IHSG Berpotensi Balik Arah

Bursa Pagi: Global-Regional Menguat, IHSG Berpotensi Balik Arah

Posted by Written on 24 July 2019


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Rabu (24/7), dibuka mixed cenderung menguatmelanjutkan tren kenaikan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street. Investor merespon positif perkembangan perundingan dagang AS-China di Beijing.

Mengawali perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200, Australia dibuka naik 0,47% dengan sebagian besar sektor membukukan kenaikan.Indeks berlanjut melaju 0,59% (39,70 poin) ke level 6.764,30 pada pukul 8:10 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak menguat 0,31% (67,48 poin) menjadi 21.688,36, setelah dibuka naik 0,41%, dan indeks Topix bertambah 0,21%. Tokyo dijadwalkan akan mengakhiri pendapat publik tentang rencana mengeluarkan Korea Selatan dari "daftar putih" negara dengan pembatasan perdagangan minimum, pada Rabu ini. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melemah 0,21% dan berlanjut berkurang 0,16% di posisi 2.098,13.

Melanjutkan tren kenaikan, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik 0,39% (111,66 poin) ke level 28.578,14 pada pukul 8:35 WIB. Sedangkan indeks Shanghai Composite, China menguat 0,28% ke posisi 2.907,93.

Pembukaan IHSG hari ini dihadapkan pada tren pergerakan indeks acuan di bursa global dan regional yang cenderung meningkat, setelah gagal melanjutkan kenaikan pada sesi perdagangan kemarin dan ditutup turun 0,46% ke level 6.403. Investor asing membukukan penjualan bersih Rp31,42 miliar.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih akan dibayangi aksi jual meskipun berpotensi berbalik arah. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi pelemahan menuju area jenuh jual.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, optimisme investor terkait perundingan dagang antara Amerika dan China yang akan kembali dilanjutkan pada pekan depan, diprediksi akan menjadi sentimen positif. Sementara itu berlanjutnya rilis laporan keuangan emiten di 2Q19 serta menguatnya beberapa harga komoditas seperti minyak mentah dan CPO juga diprediksi akan menambah katalis positif bagi indeks. IHSG diprediksi akan bergerak menguat dengan support  di level 6.365 dan  resistance  di level 6.440.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: ASII (Buy, Support: Rp7.075, Resist: Rp7.225), INDF (Buy, Support: Rp6.975, Resist: Rp7.150), 

    ACES (Buy, Support: Rp1.730, Resist: Rp1.820), SSIA (Buy, Support: Rp775, Resist : Rp805).

  • ETF: XBLQ ( SELL , Support: Rp507, Resist: Rp510), XIIC ( SELL , Support: Rp1.182, Resist: Rp1.189), 

    XDIF ( SELL , Support: Rp514, Resist: Rp518).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir dengan menguat di tengah berita perundingan antara negosiator perdagangan AS-China yang akan dimulai pekan depan. Laporan laba emiten yang lebih kuat dari perkiraan juga mengangkat sentimen investor.  Bloomberg News  melaporkan bahwa perundingan langsung AS-China akan dimulai Senin dipimpin oleh Perwakilan Dagang Robert Lighthizer dan akan berada di China hingga Rabu. Saham Caterpillar dan Deere melesat 2,1% dan 1,9% karena laporan tersebut.

Saham Coca-Cola melambung lebih dari 6% karena membukukan laba dan pendapatan penjualan melampaui ekspektasi analis. United Technologies melaju 1,5% dan Biogen melonjak 4,9% karena melaporkan hasil kuartalan yang lebih baik dari perkiraan. Menurut FactSet, lebih dari 18% emiten S&P 500 telah melaporkan angka triwulanan pada musim pendapatan ini, dan lebih dari 78 persen melaporkan keuntungan lebih baik dari perkiraan. Laba perusahaan-perusahaan itu tumbuh 3,6%.

  • Dow Jones Industrial Average melaju 0,65% (177,29 poin)ke posisi 27.349,19.

  • S&P 500 meningkat 0,68% (20,44 poin) ke level 3.005,47.

  • Nasdaq Composite naik 0,58% (47,27 poin) menjadi 8.251.40.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange anjlok 0,83% menjadi USD26,29.

Bursa saham utama Eropa tadi malam juga berakhir menguat, setelah investor mencerna serangkaian laporan keuangan perusahaan yang kuat. Investor menunggu rapat kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB) yang diprediksi memangkas suku bunga sebesar 10 basis poin, Kamis pekan ini. Pasar mengkhawatirkan dampak kemenangan Boris Johnson untuk memimpin Partai Konservatif dan menjabat perdana menteri Inggris berikutnya karena sikapnya yang keras untuk menarik Inggris keluar zona euro tanpa kesepakatan perdagangan pada 31 Oktober nanti.

Indeks Stoxx 600 melaju 0,98% menjadi 391,54, dipimpin reli harga saham sektor otomotif hampir 4%. Saham pabrikan suku cadang mobil Prancis, Faurecia melambung lebih dari 11%. Saham raksasa perbankan Swiss, UBS melonjak 2,6% setelah mengumumkan laba bersih kuartal kedua, terbaik dalam 9 tahun. Santander, Spanyol melesat 3,6% meskipun laba bersih masih turun 18% karena biaya restrukturisasi. Indeks saham perbankan Eropa melonjak hampir 2%. Saham produsen  chip  pemasok Apple AMS melonjak 8% dan Logitech naik hampir 5% didukung laporan keuangan yang lebih baik dari ekspektasi.

  • FTSE 100 London naik 0,56% (41,93 poin) menjadi 7.556,86.

  • DAX 30 Frankfurt melejit 1,64% (201,34 poin) ke level 12.490,74.

  • CAC 40 Paris meningkat 0,92% (51,14 poin) ke posisi 5.618,16.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York ditutup menguat, mendekati level tertinggi lima pekan, setelah Presiden AS Donald Trump dan parlemen AS mencapai kesepakatan dua tahun unuk mengangkat batas pinjaman pemerintah demi menutup pengeluaran. Kenaikan utang AS akan mengurangi peredaran uang dalam sistem perbankan sehingga mendukung  greenback.  Penguatan dolar juga didukung kenaikan proyeksi pertumbuhan AS untuk 2019 oleh IMF, meskipun menurunkan prospek pertumbuhan global.

Laporan bahwa negosiator AS akan menuju ke China, untuk memulai kembali perundingan perdagangan ikut mendongkrak dolar. Euro melemah karena investor bersiap untuk berita stimulus terbaru dari ECB. 

Poundsterling tergelincir karena Boris Johnson, yang berjanji akan menarik Inggris keluar dari Uni Eropa dengan atau tanpa kesepakatan pada akhir Oktober, akan menggantikan Theresa May sebagai perdana menteri. Indeks dolar, patokan kurs  greenback  terhadap enam mata uang negara maju naik 0,46% menjadi 97,705, setelah menyentuh level tertinggi dalam lima pekan di posisi 97,718.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.1151-0.0001-0.01%7:28 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.2436-0.0004-0.03%7:29 PM
Yen (USD-JPY)108.22-0.01-0.01%7:29 PM
Yuan (USD-CNY)6.8792-0.002-0.03%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)13,985.0042.00+0.30%4:58 AM

Sumber : Bloomberg.com, 23/7/2019 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak naik, setelah Kepala Komando Pusat AS mengaku telah menembak  drone  kedua Iran di Selat Hormuz, pekan lalu. Namun Teheran mengatakan tidak memiliki informasi tentang kehilangan sebuah pesawat tanpa awak. Penangkapan kapal tanker minyak Inggris oleh Iran, pekan lalu, memicu kekhawatiran tentang gangguan pasokan di Selat Hormuz, yang dilalui sekitar seperlima dari aliran minyak dunia.

Namun penurunan prospek pertumbuhan global IMF meredam kenaikan harga minyak. IMF memperingatkan, perang tarif AS-China lebih lanjut atau keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit) tanpa kesepakatan dapat melemahkan investasi dan mengganggu rantai pasokan. Washington telah menjatuhkan sanksi terhadap BUMN energi China, karena diduga melanggar pembatasan impor minyak Iran. Jajak pendapat Reuters memperkirakan s tok minyak mentah AS kemungkinan turun 3,4 juta barel untuk pekan keenam berturut-turut. Hingga 12 Juli lalu, stok minyak mentah komersial AS tercatat 455,9 juta barel, hampir 45 juta barel di atas level tahun lalu.

  • Harga minyak berjangka Brent naik 67 sen menjadi USD63,94 per barel.

  • Harga minyak berjangka WTI naik 64 sen menjadi USD56,77 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup melemah, ke level terendah dalam sepekan, terbebani penguatan dolar. Investor menunggu sinyal yang lebih jelas dari Federal Reserve AS. Emas sempat memangkas kerugian merespon data penjualan rumah AS dan data manufaktur bulanan dari The Fed Richmond yang lebih lemah dari perkiraan, dan kemenangan Boris Johnson sebagai calon perdana Menteri Inggris. Namun dolar menguat ke level tertinggi dalam lebih dari sebulan, didukung oleh kesepakatan perpanjangan batas utang pemerintah AS, dan kenaikan proyeksi pertumbuhan AS 2019 oleh IMF.

Kepemilikan ETF emas terbesar, SPDR Gold Trust New York, naik 0,6% pada sesi Senin. Harga logam mulia lainnya; perak naik 0,5% menjadi USD16,42 per ounce, palladium turun 0,5% menjadi USD1.521,01 dan platinum naik 1,3% menjadi USD855,25.

  • Harga emas di pasar spot turun 0,43% menjadi USD1.418,63 per ounce.

  • Harga emas berjangka turun 0,51% menjadi USD1.419,6 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author